Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

International Epilepsy Day: Sejarah dan Maknanya

Ilustrasi gangguan otak epilepsi.
ilustrasi epilepsi (vecteezy.com/AITTHIPHONG KHONGTHONG)
Intinya sih...
  • Hari Epilepsi Internasional diperingati setiap Senin kedua bulan Februari di lebih dari 120 negara untuk meningkatkan kesadaran tentang epilepsi.
  • Hari peringatan ini adalah inisiatif bersama International Bureau for Epilepsy (IBE) dan International League Against Epilepsy (ILAE) untuk menyuarakan kebutuhan komunitas epilepsi secara global.
  • Tema dan kampanye aksi tahun 2026 mendorong komitmen nyata melalui Epilepsy Pledge, sebuah janji untuk mengambil tindakan konkret selama setahun penuh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Epilepsi adalah kondisi neurologis yang memengaruhi lebih dari 50 juta orang di dunia, menjadikannya salah satu gangguan otak yang paling umum. Meski begitu, masih banyak orang yang tidak memahami apa itu epilepsi, bagaimana cara menanganinya, atau tantangan yang dihadapi oleh orang-orang yang hidup dengan kondisi tersebut.

Kesalahpahaman dan stigma sering kali memperburuk kualitas hidup orang dengan epilepsi, membuat informasi yang akurat dan dukungan sosial menjadi sangat penting.

Setiap tahun, komunitas global penyintas, keluarga, penyedia layanan kesehatan, dan organisasi dukungan menyatukan suara mereka pada Hari Epilepsi Internasional atau International Epilepsy Day, momen untuk berbagi pengetahuan, memecah stigma, dan memperjuangkan hak-hak serta akses layanan yang lebih baik bagi semua orang yang terpengaruh oleh epilepsi.

Hari khusus ini, yang ditetapkan secara strategis pada Senin kedua bulan Februari, memberi peluang bagi orang-orang di lebih dari 120 negara untuk turut serta dalam kegiatan pendidikan, advokasi, dan solidaritas, sekaligus menghubungkan komunitas global dalam misi bersama.

Table of Content

1. Sejarah singkat Hari Epilepsi Internasional

1. Sejarah singkat Hari Epilepsi Internasional

Hari Epilepsi Internasional lahir sebagai sebuah inisiatif gabungan antara dua organisasi internasional: International Bureau for Epilepsy (IBE) dan International League Against Epilepsy (ILAE). Hari peringatan ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 dengan tujuan meningkatkan kesadaran global tentang epilepsi dan tantangan yang dihadapi oleh penderita, keluarga, dan pengasuh mereka.

Penetapan tanggal pada Senin kedua bulan Februari bukan tanpa alasan. Penjadwalan ini memungkinkan perayaan dan kampanye diselenggarakan secara serentak di berbagai belahan dunia tanpa terikat pada tanggal kalender tertentu, sehingga memperluas partisipasi lintas zona waktu dan budaya.

Kesadaran tentang epilepsi sering kali tertinggal di belakang kondisi kesehatan lain, meskipun epilepsi dapat berdampak luas pada kehidupan sosial, ekonomi, dan emosional seseorang. Dengan latar itulah organisasi IBE dan ILAE mencetuskan hari ini sebagai media untuk mengedukasi masyarakat, serta memperjuangkan akses perawatan dan layanan kesehatan yang layak bagi seluruh komunitas epilepsi.

2. Makna Hari Epilepsi Internasional

Potret seorang anak yang mengidap epilepsi.
ilustrasi anak yang mengidap epilepsi (paxels.com/cottonbro studio)

Makna Hari Epilepsi Internasional amat luas: bukan hanya soal mengenal epilepsi secara medis, tetapi juga tentang kemanusiaan, dukungan, dan hak dasar. Di banyak tempat, orang dengan epilepsi mengalami stigma, diskriminasi, dan kesalahpahaman, yang bisa lebih membebani daripada kondisi kejangnya sendiri.

Hari Epilepsi Internasional menjadi momen empati kolektif: masyarakat diajak untuk mendengar, belajar, dan bertindak demi inklusi sosial dan akses layanan yang setara. Kegiatan edukasi sering kali mencakup seminar medis, kampanye media, diskusi sekolah, dan berbagi kisah pengalaman pribadi yang membuka wawasan serta menguatkan solidaritas.

Dengan demikian, Hari Epilepsi Internasional berfungsi sebagai platform global untuk perubahan, di mana suara penderita epilepsi turut didengar dalam perumusan kebijakan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

3. Tema Hari Epilepsi Internasional

Organisasi yang memprakarsai hari ini terus-menerus mengembangkan tema yang relevan dari tahun ke tahun. Untuk 2026, kampanye ini mengambil langkah maju dengan memperkenalkan “Epilepsy Pledge”, sebuah inisiatif yang mengajak individu, keluarga, sekolah, tempat kerja, dan organisasi untuk berkomitmen melakukan satu tindakan nyata selama setahun yang dapat meningkatkan kesadaran, keselamatan, pemahaman, dan inklusi bagi orang dengan epilepsi.

Ide di balik tema ini bukan sekadar mengamati satu hari saja, tetapi mengubah kesadaran menjadi aksi berkelanjutan yang nyata, terukur, dan berdampak. Melalui Epilepsy Pledge, setiap pihak diundang untuk menetapkan tujuan yang sesuai kebutuhan komunitasnya, dari hal sederhana seperti berbagi informasi yang benar tentang epilepsi hingga mengadvokasi kebijakan lokal tentang akses layanan kesehatan.

4. Aksi yang dapat dilakukan

Ilustrasi menggunakan media sosial untuk kampanye epilepsi.
ilustrasi share kampanye di media sosial (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Hari Epilepsi Internasional memberi ruang bagi siapa pun, dari individu hingga lembaga, untuk membuat perbedaan. Beberapa contoh aksinya:

  • Edukasi dan diskusi: Menyelenggarakan sesi informasi di sekolah, tempat kerja, atau komunitas tentang apa itu epilepsi, bagaimana mengenali kejang, dan cara menanggapi orang yang mengalami kejang. Ini membantu mengurangi stigma dan meningkatkan kesiapsiagaan.
  • Kampanye media sosial: Menggunakan platform media sosial untuk berbagi fakta ilmiah tentang epilepsi, kisah pengalaman pribadi, atau ajakan untuk ikut Epilepsy Pledge, menggunakan tagar resmi.
  • Advokasi kebijakan: Berkoordinasi dengan organisasi lokal atau perwakilan masyarakat untuk mendorong kebijakan yang memprioritaskan akses layanan kesehatan, edukasi, dan perlindungan hak bagi penderita epilepsi.
  • Dukungan sosial: Mengembangkan kelompok dukungan lokal, acara komunitas, dan kegiatan solidaritas yang membantu orang dengan epilepsi dan keluarga mereka merasa didengar dan tidak terisolasi.

Setiap langkah, besar atau kecil, berkontribusi pada usaha bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih paham, peduli, dan inklusif.

Referensi

"International Epilepsy Day." International Bureau for Epilepsy. Diakses Februari 2026.

International Epilepsy Day 2026. International Epilepsy Day. Diakses Februari 2026.

“ILAE-IBE Joint Statement on International Epilepsy Day." International League Against Epilepsy. Diakses Februari 2026.

"International Epilepsy Day." World Health Organization. Diakses Februari 2026.

"International Epilepsy Day Reports (2018/2022)." International Epilepsy Day. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

International Epilepsy Day: Sejarah dan Maknanya

09 Feb 2026, 05:04 WIBHealth