Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

ASI Tak Hanya Menutrisi, tapi Juga Sumber Mikroba Baik bagi Bayi

Seorang ibu menyusui bayinya.
ilustrasi proses menyusui (pexels.com/Jonathan Borba)
Intinya sih...
  • ASI memiliki ekosistem mikroba sendiri yang berkontribusi langsung pada mikrobioma usus bayi.
  • Studi menemukan bukti kuat transmisi bakteri dari ASI ke usus bayi, hingga tingkat strain.
  • Mikroba ini berpotensi memengaruhi imunitas, metabolisme, dan kesehatan jangka panjang anak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama ini, topik tentang air susu ibu (ASI) hampir selalu berpusat pada kandungan gizinya, antibodi pelindung, dan bonding antara orang tua dan bayi. Namun, ada satu aspek yang kerap luput dari perhatian, bahwa ASI juga membawa komunitas mikroba hidup.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menunjukkan bahwa ASI manusia memiliki ekosistem mikroba khas yang berperan dalam membentuk mikrobioma usus bayi. Mikroba-mikroba ini merupakan bagian dari proses awal yang membantu mengatur penyerapan nutrisi, metabolisme, hingga pematangan sistem imun.

Tim peneliti menganalisis lebih dari 500 sampel ASI dan feses bayi dari hampir 200 pasangan ibu–anak. Hasilnya memperlihatkan bahwa ASI mengandung kombinasi bakteri yang konsisten, dengan dominasi Bifidobacterium, kelompok bakteri yang dikenal sangat penting bagi kesehatan usus bayi.

Jejak mikroba dari ASI ke usus bayi

Salah satu temuan paling menarik dari studi ini adalah kemiripan bakteri hingga tingkat strain antara ASI ibu dan usus bayinya. Dengan menggunakan metode metagenomik, para peneliti mampu melacak bakteri secara jauh lebih detail dibandingkan teknik sebelumnya.

Mereka menemukan 12 kejadian pasti di mana strain bakteri yang sama persis muncul di ASI dan di usus bayi. Ini menjadi bukti kuat bahwa menyusui adalah jalur langsung transmisi mikroba dari ibu ke anak.

Di antara bakteri yang berpindah tersebut terdapat Bifidobacterium longum dan Bifidobacterium bifidum, mikroba baik yang membantu mencerna gula khusus dalam ASI dan mendukung perkembangan usus yang sehat. Menariknya, B. longum ditemukan di lebih dari setengah sampel ASI dan hampir seluruh mikrobioma usus bayi dalam penelitian ini.

Selain mikroba baik, peneliti juga menemukan bakteri yang tergolong pathobiont, seperti E. coli dan Klebsiella pneumoniae. Meski berpotensi menyebabkan infeksi dalam kondisi tertentu, tetapi keberadaan bakteri ini pada ibu dan bayi sehat menunjukkan bahwa kehadirannya tidak otomatis berarti penyakit, melainkan bagian dari keragaman mikroba alami.

Menyusui sebagai proses biologis dua arah

Seorang ibu menyusui bayinya.
ilustrasi menemani pasangan saat menyusui (pexels.com/William Fortunato)

Studi ini juga mengungkap kemungkinan proses yang disebut retrograde flow. Saat bayi menyusu, bakteri dari mulut bayi, seperti Streptococcus salivarius, diduga dapat bergerak kembali ke saluran payudara dan menjadi bagian dari mikrobioma ASI.

Artinya, menyusui bukan sekadar proses satu arah. Ada interaksi biologis dinamis antara ibu dan bayi, yang mana tubuh keduanya saling memengaruhi bahkan di tingkat mikroba.

Penelitian ini juga menjadi tonggak penting karena hampir melipatgandakan jumlah data metagenomik ASI yang tersedia untuk publik. Ke depannya, para peneliti berencana mengembangkan studi ini dengan pendekatan multi-omik, termasuk menganalisis human milk oligosaccharides (HMO), paparan lingkungan, hingga resistansi antimikroba.

Dalam jangka panjang, pemahaman tentang mikroba dalam ASI diharapkan bisa membantu menjawab pertanyaan besar: apakah kondisi biologis di awal kehidupan dapat memprediksi kesehatan seseorang di masa depan, dan bagaimana ASI berperan di dalamnya.

Referensi

"Microbes in breast milk help populate infant gut microbiomes." The University of Chicago Division of the Biological Sciences. Diaksss Januari 2026.

Pamela Ferretti et al., “Assembly of the Infant Gut Microbiome and Resistome Are Linked to Bacterial Strains in Mother’s Milk,” Nature Communications 16, no. 1 (November 22, 2025): 11536, https://doi.org/10.1038/s41467-025-66497-y.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Fakta Hamil Usia 13 Minggu: Janin Seukuran Buah Kesemek

23 Jan 2026, 06:32 WIBHealth