- Mual dan muntah
- Iritasi saluran napas
- Gangguan koordinasi tubuh
- Kehilangan kesadaran
- Kejang otot.
Bahaya Happy Water dan Vape Etomidate, Modus Narkoba Baru

- Bahaya Happy Water dan vape etomidate bagi kesehatan ini perlu diwaspadai semua pihak.
- Happy Water dan vape etomidate dapat menimbulkan efek tinggi, euforia, serta risiko efek samping serius.
- Mereka yang mengonsumsinya bisa merasa seperti mual, iritasi saluran napas, kehilangan kesadaran, hingga kematian.
Badan Narkotika Nasional (BNN) baru-baru ini membongkar sebuah apartemen di kawasan Ancol, Jakarta Utara, yang dijadikan “dapur” produksi narkoba. Laboratorium rahasia ini memproduksi Happy Water dalam minuman perasa dan liquid vape berisi etomidate siap edar. Temuan ini menjadi peringatan serius karena narkoba tersebut mulai menyasar kalangan muda dengan modus yang semakin sulit dikenali.
Melihat kondisi ini, masyarakat tentu perlu waspada karena penyalahgunaan zat ini sangat berisiko. Bahkan di Singapura, etomidate sudah diklasifikasikan sebagai racun yang diawasi ketat.
Lantas, apa saja bahaya Happy Water dan vape etomidate bagi kesehatan? Simak penjelasan lengkapnya berikut!
1. Bahaya Happy Water dan vape etomidate
Menurut dr. Hari Nugroho, peneliti dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN), efek yang ditimbulkan oleh Happy Water dan vape etomidate mirip. Happy Water bisa menimbulkan efek tinggi dan euforia yang intens, sedangkan etomidate dapat membuat seseorang merasa high, nge-fly, dan disosiatif serupa.
Bahaya utamanya muncul karena dosis sulit dikontrol, terutama untuk etomidate yang dihirup lewat vape. Penggunaan berulang bisa membuat dosis meningkat tanpa disadari hingga menimbulkan risiko efek samping serius seperti:
Penggunaan kronis atau overdosis etomidate bahkan bisa menyebabkan kerusakan otak permanen, gangguan mental, perilaku abnormal, dan kematian. Efek adiktifnya tinggi karena obat ini bekerja pada sistem saraf pusat dengan memberikan rasa relaksasi dan hipnosis yang membuat pengguna sulit berhenti.
2. Apa itu Happy Water dan vape etomidate?
Happy Water merupakan campuran dari berbagai zat atau semacam “cocktail” narkoba yang termasuk methamphetamine, MDMA (ekstasi), diazepam, tramadol, ketamine, dan kafein. Biasanya, Happy Water dijual lewat media sosial atau ditemui di tempat-tempat hiburan, baik dalam bentuk serbuk yang bisa dilarutkan dalam air maupun dicampur dengan minuman lain.
Sementara itu, etomidate adalah obat anestesi medis yang digunakan secara intravena untuk menginduksi dan mempertahankan sedasi atau anestesi singkat, misalnya saat operasi. Obat ini bekerja pada reseptor GABA-A sehingga memberikan efek cepat, tapi terbatas karena dosisnya yang perlu diperhitungkan dengan cermat. Sayangnya, belakangan etomidate juga mulai disalahgunakan, terutama dibuat menjadi liquid vape.
Jadi, tentu bahaya Happy Water dan vape etomidate tidak bisa diremehkan. Mengingat modusnya yang makin samar, kamu bisa membagikan informasi ini agar lebih banyak yang waspada.
FAQ seputar bahaya Happy Water dan vape etomidate
| Apa itu Happy Water dan vape etomidate? | Happy Water adalah campuran beberapa narkoba yang dikemas dalam minuman, sedangkan vape etomidate adalah etomidate yang disalahgunakan lewat rokok elektrik. |
| Apa efek yang ditimbulkan oleh kedua zat ini? | Keduanya menimbulkan sensasi euforia, efek “high”, dan disosiatif yang bisa membuat pengguna kehilangan kontrol tubuh dan kesadaran. |
| Apa risiko jangka panjang atau kronis? | Overdosis atau penggunaan kronis dapat menimbulkan kerusakan otak permanen, gangguan mental, perilaku abnormal, dan bahkan kematian. |
Referensi
"Riding on Clouds Ancaman Etomidate dalam Rokok Elektrik yang Menyesatkan". Direktorat Intelijen Obat dan Makanan. Diakses Januari 2026.
"Cover Letter: ACMD Review of The Evidence On The Use And Harms Of Etomidate". Gov UK. Diakses Januari 2026.
"Etomidate". BNN. Diakses Januari 2026.
"Narkoba Dalam Vape, Mungkinkah?". Pharmacy UII. Diakses Januari 2026.
Zheng, Gaolin, dkk. “Review of the Hazards and Contraindications of Etomidate.” International Journal of Toxicology 44, no. 3 (November 6, 2024): 245–53.



















