ilustrasi UGD rumah sakit (pexels.com/Pixabay)
Benturan langsung kanister ke kepala, mata, wajah, leher, atau dada sebaiknya tidak dianggap sama dengan sekadar terkena gas air mata.
Setelah benturan kepala, segera ke IGD jika mengalami sakit kepala yang makin berat, muntah berulang, kebingungan, bicara pelo, kelemahan atau mati rasa, kejang, kehilangan kesadaran, sulit dibangunkan, atau salah satu pupil tampak lebih besar. Gejala cedera otak juga dapat muncul beberapa jam setelah benturan.
Jika mata terkena langsung dan penglihatan berubah atau muncul nyeri hebat, pemeriksaan mata segera juga diperlukan.
Apabila seseorang terpapar gas tanpa benturan, prioritasnya adalah menjauh cari udara segar, lepas pakaian yang terkontaminasi, serta membilas mata dan kulit dengan banyak air.
Kesimpulannya, kanister gas air mata memang dapat menyebabkan cedera yang lebih berat daripada efek iritan gasnya apabila mengenai tubuh secara langsung. Namun, keduanya menimbulkan bahaya melalui mekanisme yang berbeda.
Gas terutama menyebabkan cedera kimia pada mata, kulit, dan saluran napas, sedangkan kanister dapat menambah trauma mekanis dan panas yang dalam kasus tertentu menyebabkan kecacatan permanen atau kematian.
Referensi
Luca Carenzo et al., “Emergency Department Medical Care during Civil Unrest: A Narrative Review,” Scandinavian Journal of Trauma, Resuscitation and Emergency Medicine 34 (2026): 124, https://doi.org/10.1186/s13049-026-01656-8.
Rohini J. Haar, Vincent Iacopino, Nikhil Ranadive, Sheri D. Weiser, and Madhavi Dandu, “Health Impacts of Chemical Irritants Used for Crowd Control: A Systematic Review of the Injuries and Deaths Caused by Tear Gas and Pepper Spray,” BMC Public Health 17 (2017): 831, https://doi.org/10.1186/s12889-017-4814-6.
Samer S. Hoz et al., “Fatal Penetrating Head Injuries Caused by Projectile Tear Gas Canisters,” World Neurosurgery 138 (2020): e119–e123, https://doi.org/10.1016/j.wneu.2020.02.050.
Bandar Mohammed Al-Hadeethi et al., “Orbito-Cranial Penetrating Head Injury by Tear Gas Canister: A Case Report,” Surgical Neurology International 16 (2025): 367, https://doi.org/10.25259/SNI_79_2025.
R. P. Rizyal et al., “Ocular Injuries in the People’s Uprising of April 2006 in Kathmandu, Nepal,” Nepalese Journal of Ophthalmology 6, no. 2 (2014): 175–182.
A. M. Zekri, W. W. King, R. Yeung, and W. R. Taylor, “Acute Mass Burns Caused by O-Chlorobenzylidene Malononitrile (CS) Tear Gas,” Burns 21, no. 8 (1995): 586–589, https://doi.org/10.1016/0305-4179(95)00063-H.
World Health Organization, “Burns,” diakses Agustus 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Symptoms of Mild TBI and Concussion,” diakses Agustus 2026.