Meski telur bukan penyebab langsung bisul, tetapi ada beberapa alasan mengapa orang merasa keduanya berkaitan. Salah satunya adalah kebetulan dalam hal waktu.
Bisul butuh waktu beberapa hari untuk berkembang setelah infeksi bakteri terjadi. Ketika kamu makan telur dan kemudian muncul bisul, keduanya sering dianggap saling berkaitan.
Kemungkinan lain adalah reaksi alergi makanan. Pada sebagian kecil orang, alergi terhadap telur dapat menyebabkan ruam kulit atau peradangan. Namun, reaksi alergi biasanya menyebabkan gejala seperti ruam, gatal, dan pembengkakan kulit, bukan bisul yang berisi nanah akibat infeksi bakteri.
Alergi makanan melibatkan reaksi sistem imun terhadap protein tertentu, tetapi mekanismenya berbeda dari infeksi bakteri pada kulit. Karena itu, jika seseorang sering mengalami bisul berulang, penyebabnya kemungkinan lebih terkait dengan faktor kesehatan kulit atau sistem imun, bukan makanan tertentu.
Sudah lama telur ditunjuk sebagai penyebab bisul oleh beberapa orang. Namun, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan tersebut.
Bisul disebabkan oleh infeksi bakteri pada folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit. Faktor seperti kebersihan kulit, luka kecil, gesekan, serta kondisi kesehatan tertentu lebih berperan dalam memicu infeksi tersebut.
Telur merupakan makanan bergizi yang mengandung protein dan berbagai nutrisi penting. Selama dikonsumsi secara wajar dan tidak menimbulkan alergi, telur tidak terbukti menyebabkan bisul.
Referensi
American Academy of Dermatology. “Boils: Overview.” Diakses Maret 2026.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. “Eggs and Health.” Diakses Maret 2026.
National Institute of Allergy and Infectious Diseases. “Food Allergy.” Diakses Maret 2026.
Dennis L. Stevens, “Community-acquired Staphylococcus Aureus Infections: Increasing Virulence and Emerging Methicillin Resistance in the New Millennium,” Current Opinion in Infectious Diseases 16, no. 3 (June 1, 2003): 189–91, https://doi.org/10.1097/00001432-200306000-00001.
Mayo Clinic. “Boils and Carbuncles.” Diakses Maret 2026.