Di ruang operasi, ada saat-saat ketika tubuh pasien harus "berbicara" sendiri. Ketika pasien berada di bawah pengaruh bius, ia tidak bisa memberi tahu dokter bahwa napasnya berubah atau kadar oksigennya menurun. Karena itu, tim medis mengandalkan berbagai sinyal dari tubuh, termasuk jumlah oksigen yang dibawa darah. Kini, informasi tersebut bisa dipantau lewat alat kecil yang dijepit di ujung jari.
Menariknya, teknologi yang membantu memantau jutaan pasien ini tidak lahir dari upaya mengukur oksigen. Salah satu terobosannya justru muncul dari sebuah masalah yang mengganggu penelitian. Seorang insinyur Jepang berusaha menghilangkan sinyal denyut nadi yang dianggap mengacaukan hasil pengukurannya. Namun, apa yang dianggapnya sebagai gangguan itu ternyata menyimpan informasi berharga.
Dari temuan yang tidak disengaja tersebut, lahirlah rangkaian penelitian yang berlangsung selama puluhan tahun dan akhirnya mengubah cara tenaga kesehatan memantau pasien di dunia.
