Mengendalikan virus secara alami tidak selalu berarti tubuh bebas dari dampak HIV. Sejumlah elite controller tetap mengalami aktivasi imun dan peradangan kronis meskipun viral load tidak terdeteksi. Pada sebagian orang, kondisi ini dikhawatirkan berkontribusi terhadap gangguan kardiovaskular dan penyakit lain di luar AIDS.
Bukti mengenai manfaat ARV untuk kelompok ini memang belum seragam. Sebuah penelitian kohort melibatkan 1.007 HIV controller, termasuk 60 elite controller. Penelitian tersebut tidak menemukan penurunan kejadian penyakit berat non-AIDS setelah kelompok controller memulai ARV. Namun, penelitian ini bersifat observasional, jumlah elite controller-nya kecil, dan tidak dapat memastikan keputusan terbaik bagi setiap individu.
Para ahli tetap merekomendasikan ARV bagi semua elite controller. Rekomendasinya lebih kuat jika terdapat penurunan CD4, viral load yang sesekali terdeteksi, komplikasi terkait HIV, penyakit jantung, kanker, koinfeksi hepatitis B atau C, maupun kehamilan. Apabila terapi ditunda setelah diskusi bersama dokter, viral load dan CD4 harus dipantau secara ketat.
Di Indonesia, Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana HIV menetapkan bahwa ARV diberikan kepada semua orang dengan HIV tanpa bergantung pada stadium klinis atau jumlah CD4. Pengobatan dini membantu mencegah penyakit berat, mempertahankan kekebalan, memperpanjang harapan hidup, dan mengurangi penularan.
Karena itu, seseorang yang mendapatkan hasil viral load tidak terdeteksi saat menggunakan ARV tidak boleh menghentikan obat untuk menguji apakah tubuhnya mampu mengendalikan HIV. Penghentian dapat menyebabkan virus meningkat, merusak sel CD4, memicu resistansi/kekebalan, dan membuka kembali risiko penularan.
Konsep tidak terdeteksi berarti tidak menularkan atau U=U juga dibuktikan pada orang yang mempertahankan viral load di bawah 200 kopi per mililiter dengan ARV. Status elite controller tidak boleh otomatis dianggap memberikan jaminan U=U yang sama tanpa evaluasi dokter dan pemeriksaan viral load berulang.
Dari elite controller, ada harapan bahwa tubuh manusia dapat menahan HIV tanpa obat. Para ilmuwan mempelajarinya untuk mengembangkan vaksin, imunoterapi, dan remisi jangka panjang. Namun, bagi ODHIV hari ini, ARV tetap merupakan cara paling aman dan terbukti untuk menjaga kesehatan.
Referensi
World Health Organization, “HIV and AIDS,” diakses Juli 2026.
Panel on Antiretroviral Guidelines for Adults and Adolescents, “Initiation of Antiretroviral Therapy,” dalam Guidelines for the Use of Antiretroviral Agents in Adults and Adolescents with HIV, diakses Juli 2026.
Chenyang Jiang et al., “Distinct Viral Reservoirs in Individuals with Spontaneous Control of HIV-1,” Nature 585 (2020): 261–67, https://doi.org/10.1038/s41586-020-2651-8.
Jiang et al., “Distinct Viral Reservoirs,” 261–67.
Asier Sáez-Cirión et al., “Post-Treatment HIV-1 Controllers with a Long-Term Virological Remission after the Interruption of Early Initiated Antiretroviral Therapy: ANRS VISCONTI Study,” PLOS Pathogens 9, no. 3 (2013): e1003211, https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1003211.
Jiang et al., “Distinct Viral Reservoirs,” 261–67; Gabriela Turk et al., “A Possible Sterilizing Cure of HIV-1 Infection Without Stem Cell Transplantation,” Annals of Internal Medicine 175, no. 1 (2022): 95–100, https://doi.org/10.7326/L21-0297.
Panel on Antiretroviral Guidelines for Adults and Adolescents, “Initiation of Antiretroviral Therapy”; A. L. Groenendijk et al., “Risk of Non–AIDS–Defining Events Is Lower in Antiretroviral Therapy–Naive HIV Controllers Than in Normal Progressors,” Clinical Infectious Diseases 80, no. 3 (2025): 585–93, https://doi.org/10.1093/cid/ciae440.
Kementerian Kesehatan RI, "Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/90/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana HIV," 36–37, diakses Juli 2026.
Panel on Antiretroviral Guidelines for Adults and Adolescents, “Initiation of Antiretroviral Therapy," diakses Juli 2026.