ilustrasi obesitas (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
Associate Director Medical & Regulatory Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, mengatakan anggapan bahwa obesitas hanya terjadi karena kurang disiplin juga perlu diluruskan.
Ada faktor genetik, ketidakseimbangan hormonal dan berbagai faktor lain yang dapat berperan. Kondisi tersebut membuat penyebab obesitas perlu dicari terlebih dahulu agar penanganannya dapat disesuaikan.
“Sains menunjukkan bahwa obesitas adalah penyakit kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, termasuk faktor biologis, genetik, lingkungan, dll., sering kali membutuhkan konsultasi dengan dokter,” katanya.
Kini ada wadah informasi berbasis sains untuk memahami obesitas dengan lebih baik melalui www.novocare.id sekaligus akses untuk terhubung dengan dokter yang dapat membantu penanganan obesitas secara tepat.
Penanganan kondisi ini perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat angka pada timbangan, tetapi juga perlu menilai komposisi tubuh dan kemungkinan adanya penyakit penyerta.
Penanganan obesitas memiliki beberapa pilar. Dokter Riyanny menjelaskan modifikasi gaya hidup menjadi bagian penting, kemudian terapi farmakologi dapat diberikan bila memang diperlukan. Pada kondisi tertentu, tindakan operasi bariatrik menjadi salah satu pilihan.
Penentuan terapi dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing. Dokter perlu melihat komposisi tubuh serta penyakit penyerta seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular sebelum menentukan penanganan.