Kebutuhan cairan dipengaruhi ukuran tubuh, aktivitas, suhu, kehamilan, serta kondisi jantung dan ginjal. Minumlah secara berkala dan jangan menunggu hingga sangat haus, kecuali dokter memang membatasi asupan cairanmu.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Kurangi aktivitas berat saat cuaca panas.
Pindahkan waktu olahraga ke pagi atau sore hari.
Beristirahat secara berkala di tempat teduh atau sejuk.
Gunakan pakaian ringan dan mudah menyerap keringat.
Bawa air ketika bepergian.
Batasi alkohol karena dapat memperburuk dehidrasi.
Periksa prakiraan cuaca dan kualitas udara.
Pastikan lansia atau orang yang tinggal sendiri tetap dapat mengakses cairan dan tempat sejuk.
Panas juga dapat menyebabkan heat exhaustion dan heatstroke, tetapi heatstroke berbeda dari stroke otak.
Heatstroke terjadi ketika suhu tubuh meningkat berbahaya dan kemampuan tubuh mengendalikan panas gagal. Tandanya dapat berupa kulit sangat panas, kebingungan, pingsan, denyut nadi cepat, dan suhu tubuh tinggi. Ini adalah kondisi kegawatdaruratan medis.
Sementara itu, gejala stroke biasanya muncul mendadak. Gunakan prinsip BE FAST:
B – Balance: tiba-tiba kehilangan keseimbangan.
E – Eyes: penglihatan mendadak terganggu.
F – Face: salah satu sisi wajah turun.
A – Arm: satu lengan lemah atau mati rasa.
S – Speech: bicara pelo atau sulit berbicara.
T – Time: segera cari pertolongan darurat.
Jangan menunggu gejala hilang, mencoba tidur, atau sekadar memberikan minuman. Catat waktu gejala pertama kali terlihat dan segera bawa orang tersebut ke IGD atau hubungi layanan kegawatdaruratan. Penanganan stroke sangat bergantung pada waktu.
Cuaca panas bukan penyebab tunggal stroke. Namun, panas dapat menjadi tekanan tambahan ketika tubuh sudah menghadapi dehidrasi, gangguan irama jantung, hipertensi, atau penyakit pembuluh darah.
Perlindungan terbaik adalah mengurangi paparan, menjaga cairan sesuai kondisi tubuh, mengontrol faktor risiko, dan mengenali gejala stroke dan tahu kapan harus bertindak cepat.
Referensi
World Health Organization, “Heat and Health,” diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Overview of Heat and Cardiovascular Disease,” diakses Juli 2026.
Nathan Danh et al., “Association between Ambient Temperature and Stroke Risk in High-Risk Populations: A Systematic Review,” Frontiers in Neurology 14 (2024): 1323224, https://doi.org/10.3389/fneur.2023.1323224.
Xiaoyan Zhu et al., “Hourly Heat Exposure and Acute Ischemic Stroke,” JAMA Network Open 7, no. 2 (2024): e240627, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2024.0627.
Cheng He et al., “Nocturnal Heat Exposure and Stroke Risk,” European Heart Journal 45, no. 24 (2024): 2158–2167, https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehae277.
American Heart Association, “Protect Your Heart in the Heat,” diakses Juli 2026.
American Stroke Association, “B.E. F.A.S.T. Materials,” diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “About Stroke,” diakses Juli 2026.