Bisakah Campak Menyebabkan Kerusakan Penglihatan?

Campak dapat menyebabkan komplikasi serius pada mata, termasuk kebutaan.
Risiko meningkat pada anak dengan kekurangan vitamin A atau imunitas lemah.
Pencegahan melalui vaksinasi dan nutrisi sangat penting untuk melindungi penglihatan.
Pada banyak kasus ringan, campak bisa sembuh sendiri dalam 7–14 hari dengan perawatan suportif, tetapi penyakit ini berisiko menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak kecil dan orang yang tidak diimunisasi. Salah satu komplikasi serius yang perlu diwaspadai adalah pada mata.
Selain sistem pernapasan, campak juga dapat menyebar ke jaringan lain, termasuk mata dan sistem saraf. Dalam kondisi tertentu, dampaknya bisa bersifat permanen dan mengubah kualitas hidup.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), campak tetap menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah pada anak-anak di berbagai negara berkembang.
Table of Content
1. Bagaimana campak memengaruhi mata?
Virus campak dapat menyebabkan berbagai gangguan pada mata, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satu gejala awal campak adalah mata merah dan berair. Ini terjadi karena peradangan pada konjungtiva (lapisan tipis yang melapisi mata).
Meski tampak ringan, tetapi kondisi ini bisa menjadi pintu masuk komplikasi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.
Keratitis adalah komplikasi yang lebih berat, yang kornea (bagian bening di depan mata) mengalami peradangan.
Keratitis akibat campak dapat menyebabkan luka pada kornea, yang berisiko menimbulkan jaringan parut dan gangguan penglihatan permanen.
- Ulkus kornea dan kebutaan
Pada kasus yang lebih parah, terutama pada anak dengan malnutrisi, campak dapat menyebabkan ulkus kornea (luka terbuka pada kornea).
Kondisi ini bisa berkembang menjadi kerusakan permanen, infeksi sekunder, dan kebutaan.
Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin A secara signifikan meningkatkan risiko komplikasi mata pada campak.
2. Kenapa risiko bisa tinggi?

Berikut ini beberapa alasan campak dapat menyebabkan kerusakan penglihatan:
- Penurunan sistem imun
Campak dikenal sebagai virus yang melemahkan sistem imun. Setelah infeksi, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain, termasuk pada mata.
- Kekurangan vitamin A
Vitamin A berperan penting dalam menjaga kesehatan mata dan sistem imun. Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko kebutaan pada anak yang terinfeksi campak.
- Infeksi sekunder
Mata yang sudah mengalami peradangan lebih mudah terinfeksi bakteri tambahan, memperburuk kondisi.
3. Siapa yang paling berisiko?
Berikut ini kelompok yang paling berisiko:
- Anak-anak yang mengalami gizi buruk.
- Bayi yang belum divaksinasi.
- Individu dengan sistem imun lemah.
- Orang-orang yang tinggal di wilayah dengan akses kesehatan terbatas.
Pada kelompok ini, komplikasi campak cenderung lebih berat dan lebih cepat berkembang.
4. Bisakah dicegah?

Cara terbaik mencegah kerusakan penglihatan pada campak pada dasarnya adalah dengan mencegah campak terjadi.
- Vaksinasi
Vaksin campak adalah perlindungan paling efektif. Vaksinasi dapat mencegah sebagian besar kasus campak dan komplikasinya, termasuk gangguan penglihatan.
- Suplementasi vitamin A
Pemberian vitamin A pada anak dengan campak terbukti mengurangi risiko komplikasi dan menurunkan angka kematian.
- Segera memulai perawatan
Gejala mata seperti merah, nyeri, atau sensitif terhadap cahaya harus segera dievaluasi.
Dalam kondisi tertentu, campak dapat menyerang mata dan menyebabkan kerusakan yang tidak bisa dipulihkan. Memahami risiko ini penting agar penanganan tidak terlambat. Pencegahan melalui vaksinasi, nutrisi yang baik, dan kesadaran terhadap gejala sangat penting bagi perlindungan diri dan penglihatan jangka panjang.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. “Measles complications.” Diakses Maret 2026.
UNICEF. “Vitamin A supplementation and child health.” Diakses Maret 2026.
Yang HM, Mao M, Wan C. "Vitamin A for treating measles in children." Cochrane Database of Systematic Reviews 2005, Issue 4. Art. No.: CD001479. DOI: 10.1002/14651858.CD001479.pub3.
World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.
![[QUIZ] Seberapa Lelah Matamu? Cek dengan Tebak Karakter Upin & Ipin Ini](https://image.idntimes.com/post/20250530/upin-ipin-1-87f35002d1686dda73e55d82638c9f56-7771c6a2ddf99d5c2b32499897f284cd.jpg)

![[QUIZ] Pilih Tokoh Upin & Ipin, Kami Tahu Penyebab Stres yang Kamu Alami](https://image.idntimes.com/post/20250529/screenshot-20250530-053909-youtube-07692f3ede1ec4b723353630ccf77f5a.jpg)
![[QUIZ] Pilihan Menu Favoritmu di Aplikasi Ojol Ungkap Risiko Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20250521/seblak-4439fd7c67a33b9b7d49baed91e06faa-d0ea42c568cc86100c30fac0081628c1.png)


![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Member Hearts2Hearts?](https://image.idntimes.com/post/20251215/1000250589_80ba8987-f9f6-4da3-9f54-778b0594efb9.jpg)
![[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Mengelola Amarah](https://image.idntimes.com/post/20230413/pexels-cottonbro-studio-9063608-799c959c8a681bc3037abd5954852522.jpg)










