gambar tangan keriput orang lanjut usia (unsplash.com/Danie Franco)
Asap hasil kebakaran hutan dan lahan memang berbahaya, termasuk bagi mereka yang sehat dan gak menderita kondisi apa pun. Namun dilansir CDC, dampaknya akan jauh lebih parah pada kelompok tertentu. Kelompok ini termasuk:
Orang yang menderita penyakit kardiovaskular
Penderita diabetes
Orang-orang dengan kadar kolesterol yang tinggi
Orang dengan obesitas
Mereka yang memiliki status ekonomi rendah
Orang-orang lanjut usia atau lansia
Anak-anak
Mereka yang menderita penyakit pernapasan kronis seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
Kelompok ini perlu melakukan berbagai langkah perlindungan maksimal. Mulai dari menutup jendela dan pintu untuk mencegah udara dari luar masuk, membatasi kegiatan di luar ruangan, dan menggunakan masker respirator N95 atau KN95 yang pas guna menyaring partikel asap halus. Jika memungkinkan, gunakan juga alat pembersih udara yang dilengkapi dengan filter HEPA guna mengurangi partikel di udara.
Kabut asap berdampak sangat besar bagi kehidupan masyarakat sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan. Selain membuat aktivitas terganggu, situasi ini juga jelas akan mempengaruhi kesehatan kita. Pada orang yang berisiko terutama, dampaknya akan jadi lebih serius.
Referensi
“Wildfire Smoke and People with Chronic Conditions.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Agustus 2026.
“Wildfire Smoke Health Risks for Older Adults.” AARP. Diakses Agustus 2026.
“Wildfire Smoke Is Toxic.” American Lung Association. Diakses Agustus 2026.
“Tanggap Darurat terhadap Kabut Asap.” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses Agustus 2026.
“Menkes: Pakai Masker dan Pantau Kualitas Udara untuk Cegah Dampak Asap Karhutla.” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses Agustus 2026.