Hampir setiap tahun, hutan-hutan di Indonesia terbakar. Tahun ini, kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali terjadi, termasuk di Kalimantan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan juga menyebabkan sejumlah besar kabut asap yang bukan hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari, tetapi juga kesehatan warga sekitar.
Dilansir Kementerian Kesehatan, asap yang berasal dari kebakaran hutan terdiri dari campuran antara gas, partikel, dan bahan kimia akibat proses pembakaran yang gak sempurna. Termasuk juga di antaranya karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, ozon, sulfur dioksida, dan gas lainnya. Selain itu, asap pembakaran hutan dan lahan juga terdiri dari PM 2.5, partikel kecil seukuran 2,5 mikrometer yang dapat memasuki sistem pernapasan dengan mudah. Lantas seperti apa dampak jika kabut asap karhutla bagi tubuh kita? Berikut penjelasannya!
