ilustrasi konsultasi dengan dokter (pexels.com/ MART PRODUCTION)
Tidak semua masalah reproduksi pada perempuan dengan obesitas akan membaik hanya dengan menurunkan berat badan. Pendekatan yang lebih tepat adalah mencari masalah yang benar-benar terjadi.
Jika menstruasi konsisten lebih pendek dari 21 hari, lebih panjang dari 35 hari, sering tidak datang, atau muncul perdarahan tidak biasa, pemeriksaan dapat membantu mencari gangguan ovulasi, PCOS, tiroid, atau penyebab lain.
ASRM juga menganjurkan evaluasi infertilitas tanpa menunggu 12 bulan jika siklus menstruasi sudah diketahui tidak teratur.
Bagi yang sedang merencanakan kehamilan, pemeriksaan prakonsepsi dapat mencakup tekanan darah, gula darah, obat yang sedang digunakan, pola menstruasi, dan faktor reproduksi pasangan.
Pengelolaan berat badan dapat dilakukan dengan kombinasi pola makan, aktivitas fisik, terapi perilaku, dan pada kondisi tertentu obat atau tindakan medis bersama tenaga kesehatan.
Jika tidak ada faktor risiko khusus, evaluasi infertilitas umumnya dianjurkan setelah 12 bulan mencoba hamil pada perempuan di bawah 35 tahun dan setelah 6 bulan pada usia 35 tahun atau lebih. Pada usia di atas 40 tahun atau terdapat kondisi yang diketahui memengaruhi kesuburan, evaluasi dapat dilakukan lebih cepat.
Referensi
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, “Hasil Utama SKI 2023,” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diakses 1 Agustus 2026.
Practice Committee of the American Society for Reproductive Medicine, “Obesity and Reproduction: A Committee Opinion,” Fertility and Sterility 116, no. 5 (2021): 1266–85, diakses 1 Agustus 2026.
Silvana Silvestris et al., “Obesity as Disruptor of the Female Fertility,” Reproductive Biology and Endocrinology 16 (2018): 22, https://doi.org/10.1186/s12958-018-0336-z.
World Health Organization, “Polycystic Ovary Syndrome,” diakses 1 Agustus 2026.
World Health Organization, “Infertility,” diakses 1 Agustus 2026.
Hye Gyeong Jeong et al., “Effect of Weight Loss before In Vitro Fertilization in Women with Obesity or Overweight and Infertility: A Systematic Review and Meta-analysis,” Scientific Reports 14 (2024): 6153, https://doi.org/10.1038/s41598-024-56818-4.
World Health Organization, “Pre-eclampsia,” diakses 1 Agustus 2026.
Practice Committee of the American Society for Reproductive Medicine, “Fertility Evaluation of Infertile Women: A Committee Opinion,” Fertility and Sterility 116, no. 5 (2021): 1255–65, diakses 1 Agustus 2026.