Comscore Tracker

Batu Kandung Kemih: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Menyebabkan masalah saat buang air kecil

Kamu mungkin sudah sering mendengar seputar batu ginjal. Nah, sebenarnya batu ini juga dapat terbentuk pada kandung kemih, yang kemudian disebut sebagai batu kandung kemih atau bladder calculi.

Batu kandung kemih adalah zat kecil yang keras yang terbuat dari mineral dari urine. Batu kandung kemih paling umum terjadi pada laki-laki berusia di atas 50 tahun.

Untuk mengenal lebih dalam seputar batu kandung kemih, di bawah ini telah dirangkum beberapa informasi pentingnya dari laman Mayo Cllinic dan WebMD.

1. Gejala

Batu Kandung Kemih: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi sakit perut karena batu kandung kemih (freepik.com/wayhomestudio)

Terkadang, batu kandung kemih tidak menimbulkan gejala apa pun, bahkan jika batu yang terbentuk berukuran besar. Namun, jika batu menyebabkan terganggunya aliran urine atau mengiritasi dinding kandung kemih, ini akan menimbulkan beberapa gejala, yang meliputi:

  • Sakit perut bagian bawah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil
  • Kesulitan buang air kecil
  • Terdapat darah dalam urine
  • Urine keruh atau berwarna gelap

2. Penyebab

Batu Kandung Kemih: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi nyeri pinggang karena batu ginjal (freepik.com/racool-studio)

Batu kandung kemih dapat terbentuk saat kandung kemih tidak kosong sepenuhnya yang menyebabkan warna urine menjadi lebih pekat. Urine yang pekat ini kemudian mengkristal menjadi batu.

Beberapa infeksi juga bisa memicu terbentuknya batu kandung kemih. Kondisi yang memengaruhi kemampuan kandung kemih untuk menahan, menyimpan, atau membuang urine, juga dapat menyebabkan pembentukan batu kandung kemih.

Kondisi yang paling sering menjadi penyebab terbentuknya batu kandung kemih meliputi:

  • Pembesaran kelenjar prostat: pembesaran prostat dapat menghalangi aliran urine dan mencegah kemampuan kandung kemih mengosongkan sepenuhnya.
  • Saraf yang rusak: kerusakan saraf dapat menyebabkan masalah dalam kemampuan pengosongan kandung kemih.

Kemungkinan lain yang bisa menyebabkan terbentuknya batu kandung kemih meliputi:

  • Peradangan: peradangan pada kandung kemih dapat menyebabkan batu kandung kemih.
  • Alat kesehatan: kateter kandung kemih dan benda-benda yang tanpa sengaja bermigrasi ke kandung kemih dapat menyebabkan batu kandung kemih.
  • Batu ginjal: batu ginjal yang berukuran kecil dapat bermigrasi ke ureter lalu ke kandung kemih yang kemudian berkembang menjadi batu kandung kemih.

3. Diagnosis

Batu Kandung Kemih: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi perempuan menjalani pemeriksaan ultrasound atau USG (pexels.com/MART PRODUCTION)

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan memulai dengan menanyakan gejala yang dialami pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti meraba perut bagian bawah untuk memeriksa kandung kemih. Setelahnya, dokter akan meminta pasien melakukan:

  • Sistoskopi: tabung kecil dengan kamera ditempatkan di uretra dan dikirim ke kandung kemih untuk mencari batu.
  • Pencitraan: ini dilakukan untuk menemukan lokasi dan ukuran batu kandung kemih serta melihat apakah urine tersumbat. Pencitraan mungkin dilakukan dengan menggunakan CT scan, sinar-X, atau ultrasonografi (USG).
  • Tes urine: pemeriksaan urine dilakukan untuk menemukan sesuatu yang tidak biasa dan memeriksa adanya infeksi.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana tapi Ampuh Mengatasi Kandung Kemih yang Overaktif

4. Pengobatan

Batu Kandung Kemih: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi minum air putih (unsplash.com/quokkabottles)

Untuk kasus batu kandung kemih yang kecil, minum banyak air dapat membantu membuat batu kandung kemih keluar dengan sendirinya. Jika batu tidak bisa keluar dengan sendirinya, dokter akan melakukan beberapa tindakan:

  • Memecah batu menjadi berkeping-keping: prosedur ini disebut sebagai cystolitholapaxy. Pemecahan batu dilakukan menggunakan USG, laser, atau alat lain untuk memecah batu dan mengeluarkan potongan-potongan kecil.
  • Operasi: jika batu terlalu besar, dokter mungkin menyarankan pasien untuk melakukan operasi guna membuka kandung kemih dan mengeluarkan batu.

5. Komplikasi yang bisa terjadi

Batu Kandung Kemih: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi infeksi saluran kemih (freepik.com/wayhomestudio)

Jika batu kandung kemih tidak dikeluarkan, maka ini dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi ini bahkan dapat terjadi pada batu kandung kemih yang tidak menimbulkan gejala. Komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Masalah kandung kemih kronis: dalam jangka panjang, batu kandung kemih yang dibiarkan bisa menyebabkan masalah buang air kecil, seperti nyeri atau sering buang air kecil.
  • Infeksi saluran kemih: adanya kristal di saluran kemih dapat menyebabkan infeksi bakteri berulang.

6. Pencegahan

Batu Kandung Kemih: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatanilustrasi minum air (pexels.com/Daria Shevtsova)

Umumnya, kondisi mendasar yang menyebabkan batu kandung kemih sulit dicegah. Namun, kamu tetap dapat mengurangi kemungkinan terbentuknya batu kandung kemih dengan cara:

  • Melaporkan pada dokter jika mengalami masalah kencing yang tidak biasa.
  • Cukupi kebutuhan cairan, utamanya air putih. Cairan dapat mencegah terbentuknya batu kandung kemih karena mencegah penggumpalan mineral di kandung kemih.

Sekarang kamu tahu, batu juga dapat terbentuk di kandung kemih dan menyebabkan berbagai komplikasi. Jadi, jangan lupa minum banyak air untuk mencegah pembentukan batu kandung kemih dan kunjungi penyedia layanan kesehatan jika merasakan gejala seperti yang dijelaskan di atas.

Baca Juga: 5 Fakta Kanker Kandung Kemih, Laki-laki Lebih Beresiko!

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya