Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekstra 1.000 Langkah Dikaitkan dengan Mental Remaja yang Lebih Baik
ilustrasi remaja sedang bermain (magnific.com/magnific)
  • Penelitian terhadap lebih dari 5.500 anak usia sekitar 12 tahun mengukur langkah harian dengan Fitbit selama tiga minggu; rata-rata peserta mencatat sekitar 9.600 langkah per hari.

  • Remaja yang berjalan lebih banyak cenderung melaporkan skor gejala kecemasan, suasana hati rendah, perhatian, dan perilaku lebih rendah setahun kemudian; tambahan 1.000–2.000 langkah dikaitkan dengan hasil lebih baik.

  • Studi observasional ini tidak membuktikan sebab-akibat; langkah juga bukan satu-satunya ukuran aktivitas. Pada sebagian peserta, langkah lebih tinggi terkait perbedaan kecil di area otak tertentu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Langkah kaki bertambah tanpa disadari, misalnya saat berjalan ke sekolah, naik tangga, atau bermain bersama teman. Nah, para peneliti ingin mengetahui apakah aktivitas sederhana sehari-hari seperti ini berkaitan dengan kesehatan mental anak yang mulai memasuki masa remaja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang berjalan lebih banyak cenderung melaporkan lebih sedikit gejala masalah kesehatan mental setahun kemudian. Berikut ini ulasannya.

1. Langkah peserta diukur selama tiga minggu

Penelitian ini melibatkan lebih dari 5.500 anak usia sekitar 12 tahun. Selama tiga minggu, mereka memakai Fitbit untuk menghitung jumlah langkah harian. Rata-rata, peserta berjalan sekitar 9.600 langkah per hari.

Sekitar setahun kemudian, para peneliti menilai kesehatan mental peserta melalui kuesioner yang menanyakan gejala seperti kecemasan, suasana hati yang rendah, kesulitan perhatian, dan masalah perilaku. Penilaian ini menghasilkan skor gejala, bukan diagnosis gangguan mental.

2. Makin banyak langkah, skor gejala cenderung lebih rendah

Peneliti kemudian membandingkan peserta berdasarkan jumlah langkah harian mereka. Secara umum, remaja yang berjalan lebih banyak cenderung memiliki skor gejala kesehatan mental yang lebih rendah setahun kemudian.

Beberapa laporan menyoroti bahwa tambahan sekitar 1.000 hingga 2.000 langkah per hari berkaitan dengan hasil kesehatan mental yang lebih baik. Namun, angka ini bukan target untuk semua orang atau jumlah minimum yang terbukti bermanfaat bagi semua orang. Penelitian ini hanya menunjukkan hubungan, bukan membuktikan bahwa menambah langkah pasti akan memperbaiki kesehatan mental.

Temuan ini juga sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa remaja yang lebih aktif secara fisik cenderung memiliki risiko gejala depresi yang lebih rendah.

3. Pemindaian otak memberi petunjuk tambahan

ilustrasi usia remaja (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Pada sebagian peserta, jumlah langkah yang lebih tinggi juga berkaitan dengan perbedaan kecil pada beberapa area otak yang berperan dalam gerakan, sensasi tubuh, dan pengolahan informasi.

Namun, temuan ini belum menjelaskan secara pasti bagaimana aktivitas fisik dapat memengaruhi kesehatan mental. Hasilnya lebih merupakan petunjuk untuk diteliti lebih lanjut.

4. Penelitian ini tidak membuktikan sebab dan akibat

Meski peserta diikuti selama setahun, tetapi ini adalah penelitian observasional. Artinya, peneliti hanya mengamati kebiasaan dan hasil yang terjadi, tanpa meminta peserta secara acak untuk menambah jumlah langkah mereka.

Karena itu, belum bisa dipastikan bahwa berjalan lebih banyak memberikan kesehatan mental yang lebih baik. Bisa saja anak yang sejak awal memiliki kondisi mental lebih baik memang lebih aktif bergerak. Faktor lain yang tidak diukur juga mungkin ikut berperan.

Selain itu, jumlah langkah hanya menggambarkan aktivitas berjalan. Ukuran ini tidak sepenuhnya mencerminkan semua jenis aktivitas fisik, seperti olahraga intensitas tinggi atau permainan yang melibatkan banyak gerakan.

5. Jumlah langkah bukan satu-satunya ukuran aktivitas fisik

Bagi anak dan remaja, para ahli menganjurkan setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari. Aktivitas tersebut bisa berupa bermain, berolahraga, berjalan, bersepeda, atau kegiatan fisik lainnya.

Jumlah langkah bisa menjadi cara sederhana untuk melihat seberapa aktif seseorang bergerak. Penelitian ini menunjukkan bahwa remaja yang lebih banyak berjalan cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Namun, tambahan 1.000 langkah per hari belum tentu memberi manfaat yang sama bagi semua orang. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui apakah menambah langkah memang bisa secara langsung meningkatkan kesehatan mental.

Referensi

Qingyang Li, Amanda Paluch, dan Divyangana Rakesh, “Physical Activity and Adolescent Brain Structure, Mental Health, and Academic Outcomes,” JAMA Network Open 9, no. 10 (2026): e2636973, diterbitkan 1 Oktober 2026, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2026.36973.

SciTechDaily, “Just 1,000 More Steps a Day Linked to Better Mental Health in Teens,” diakses 14 Oktober 2026.

Jiaojiao Hou, Qin Deng, Linna Sha, et al., “Physical Activity and Risk of Depression in Adolescents: A Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Observational Studies,” Journal of Affective Disorders 371 (2025): 279–88, https://doi.org/10.1016/j.jad.2024.11.065.

World Health Organization, "WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour," diakses 14 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article