“About Influenza.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Oktober 2026.
“About Physical Activity.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Oktober 2026.
“4 Habits That Increase Your Risk of Catching the Flu.” TODAY. Diakses Oktober 2026.
“Influenza (Flu).” MedlinePlus. Diakses Oktober 2026.
“Flu: A Guide to Symptoms, Treatment, and Prevention.” Everyday Health. Diakses Oktober 2026.
7 Kebiasaan yang Membuat Kamu Rentan Terkena Flu, Waspadai!

- Flu menular melalui droplet saat penderita berbicara, bersin, atau batuk, serta kontak tangan dengan permukaan terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.
- Olahraga berlebihan, kurang tidur, merokok, dan konsumsi alkohol dapat melemahkan atau mengganggu sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kerentanan terhadap flu.
- Risiko paparan flu juga meningkat bila smartphone dan benda rumah tidak dibersihkan, serta bila mengabaikan cuci tangan, menghindari keramaian, dan pencegahan setelah sembuh.
Kamu mungkin sering mendengar istilah virus influenza. Nah, sebenarnya ada lebih dari satu jenis virus yang bisa menyebabkan influenza. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), meskipun ada berbagai gejala yang terkait dengan flu, gejala yang dialami seseorang bisa bervariasi, lho. Misalnya, demam adalah salah satu tanda bahaya yang menunjukkan seseorang terkena flu. Namun, ada juga orang yang terserang flu tanpa mengalami demam. Sementara itu, diare dan muntah yang terkait dengan flu juga jarang terjadi pada orang dewasa ketimbang anak-anak.
Demikian pula, ada berbagai cara kamu bisa tertular flu. Para ahli mengatakan bahwa flu menular lewat tetesan yang bisa menyebar ketika orang yang terinfeksi berbicara, bersin, atau batuk. Bisa juga dengan kontak yang disentuh oleh orang yang terinfeksi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut. Mungkin tidak mengherankan, ada perilaku tertentu yang bisa meningkatkan risiko kamu tertular flu, nih. Dalam artikel ini, kita akan membahas hal-hal tersebut.
1. Olahraga terlalu berlebihan

ilustrasi kelelahan olahraga (commons.wikimedia.org/Elisa Kennemer) Olahraga memang ngasih banyak banget manfaat kesehatan, seperti membantu menurunkan tekanan darah. Namun, olahraga berlebihan justru bisa membuat kamu lebih rentan terkena flu, lho. Dikutip laman TODAY, Dr. Roshini Raj mengatakan, "Olahraga teratur sebenarnya sangat baik untuk tubuh, baik untuk sistem kekebalan tubuh. Tetapi jika olahraga berlebihan, terlalu memforsir diri, tidak cukup minum air, kamu bisa menekan sistem kekebalan tubuh dan lebih rentan terkena infeksi."
Selain itu, olahraga yang katanya mampu meningkatkan kekebalan tubuh ternyata masih bersifat teoritis, nih. Misalnya, olahraga bisa membantu menggerakkan sel darah putih dan antibodi lebih cepat ke seluruh tubuh, yang melindungi tubuh terhadap penyakit. Pertanyaannya, apakah ini akan mencegah seseorang terkena flu? Secara teori, mungkin, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Jadi, bagaimana seharusnya kamu berolahraga selama musim flu? Bagi kamu yang memang rutin melakukan aktivitas fisik, Dr. Raj merekomendasikan untuk mempertahankan rutinitas tersebut, asalkan tidak berlabihan. Ia juga menyarankan agar berolahraga selama setengah jam setiap hari atau lima hari dalam seminggu. Meskipun demikian, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai atau mengubah rutinitas olahraga kamu, ya.
2. Tidak membersihkan smartphone

ilustrasi main smartphone (unsplash.com/Jonas Leupe) Menurut Everyday Health, smartphone kita itu penuh dengan kuman. Kenapa sih, smartphone kita menjadi sumber kuman? Seringkali ada orang yang menggunakan smartphone-nya di kamar mandi, serta meminjamkan smartphone-nya kepada orang lain. Kedua hal tersebut bisa meningkatkan kemungkinan kuman menempel di smartphone kamu. Hal ini bisa meningkatkan kemungkinan kamu terpapar kuman atau virus flu. Jadi, sering-sering bersihkan smartphone kamu, ya!
3. Kurang tidur

ilustrasi susah tidur (unsplash.com/Isabella Fischer) Seperti yang dicatat WebMD, kurang tidur bisa meningkatkan kemungkinan kamu menjadi sakit. Limfosit T (sel T) merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh terhadap virus dan patogen lainnya. Sitokin juga berkontribusi mengurangi peradangan. Namun, kadar sitokin yang tinggi justru bisa menyebabkan peradangan yang berlebihan.
Seperti yang dikatakan Dr. Diwakar Balachandran, dari University of Texas M.D. Anderson Cancer Center di Houston, kepada WebMD, "Banyak penelitian menunjukkan bahwa sel T kita menurun jika kita kurang tidur. Dan sitokin inflamasi meningkat. Ini berpotensi menyebabkan peningkatan risiko terkena pilek atau flu." Nah, karena stres bisa membuat kamu sulit tidur, Mayo Clinic merekomendasikan untuk melakukan meditasi sebelum tidur.
4. Tidak melakukan tindakan pencegahan flu di rumah

ilustrasi bersih-bersih rumah (unsplash.com/everdrop GmbH) Selama musim hujan, atau peralihan musim kemarau ke musim hujan, kamu pasti lebih banyak di rumah, kan. Tidak nyaman rasanya ke luar rumah di sore hari jika di luar hujan, kecuali jika ada urusan penting aja, nih. Selain itu, sama seperti kamu menggunakan tisu disinfektan dan hand sanitizer saat berada di luar rumah, kamu juga harus mendisinfeksi benda-benda di dalam rumah, terutama jika benda tersebut rentan terpapar kuman. Yap, misalnya, gagang pintu yang bisa dipegang anggota keluarga lain.
5. Merokok

ilustrasi merokok (unsplash.com/Nastia Petruk) Ternyata, orang yang merokok lebih mungkin terkena flu ketimbang orang yang tidak merokok, lho. Hal ini terjadi karena kebiasaan tersebut bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan virus. Jadi gini, di bagian dalam hidung dan paru-paru kamu, ada struktur seperti rambut yang disebut silia, yang membantu membersihkan sistem pernapasan dari virus dan patogen lainnya.
Nah, seperti yang dijelaskan oleh ahli gastroenterologi Dr. Roshini Raj kepada TODAY, "Merokok sebenarnya mengurangi aktivitas silia. Silia menjadi lebih lemah, dan tidak mampu melakukan tugasnya." Di samping itu, asap tembakau juga melumpuhkan dan merusak silia. Namun, saat seseorang berhenti merokok, kerusakan ini bisa pulih kembali.
Selain rentan terkena flu, merokok juga bisa menghambat pemulihan dari flu. Selain itu, seseorang yang berhenti merokok mungkin mengalami gejala seperti flu, termasuk batuk, sakit tenggorokan, dan kelelahan. Ini wajar dan biasa disebut sebagai smoker flu. Namun, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Abdulhassan Saad, smoker flu tidak sama dengan influenza. Smoker flu bisa sembuh hanya dalam waktu dua minggu, meskipun bisa berlangsung hingga empat minggu.
6. Minum alkohol

ilustrasi minum alkohol (unsplash.com/Taylor Brandon) Menurut Cleveland Clinic, jika ada dua orang, yang satu suka minum alkohol hampir setiap hari dan satu lagi tidak pernah minum alkohol, keduanya memang bisa terpapar flu, tapi orang yang sering minum alkohol lebih mungkin tertular flu. Ini karena alkohol bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Bakteri di saluran pencernaan membantu tubuh membuat beberapa sel T atau limfosit T, yang merupakan bagian dari pertahanan sistem kekebalan tubuh terhadap virus. Nah, minum alkohol bisa mengurangi kadar bakteri ini, yang pada akhirnya hanya membentuk lebih sedikit sel T. Namun, sel T juga berasal dari sumsum tulang seseorang, seperti halnya bagian lain dari pertahanan sistem kekebalan tubuh, yaitu sel B. Sel T dan sel B membuat antibodi dan mengirimkannya ke seluruh tubuh untuk menemukan dan menghancurkan kuman seperti virus. Dan sama seperti bagaimana alkohol bisa memengaruhi jumlah sel T yang dibuat oleh bakteri di usus, alkohol (dalam jumlah besar) juga bisa mengurangi jumlah sel B dan sel T yang dibuat oleh sumsum tulang.
Selain meningkatkan kemungkinan terkena flu, sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat alkohol juga bisa membuat tubuh rentan terhadap masalah kesehatan lain seperti pneumonia, penyakit yang berpotensi fatal yang juga disebabkan oleh flu, seperti yang dijelaskan American Lung Association.
7. Tidak melakukan tindakan pencegahan sehabis sembuh dari flu

ilustrasi terserang flu (unsplash.com/Brittany Colette) Seperti yang dijelaskan GoodRx, ada berbagai jenis dan subtipe flu. Selain itu, virus influenza individu bisa berubah, yang menyebabkan munculnya varian. Jadi, meskipun ada kekebalan yang terbentuk setelah terkena flu, kekebalan tersebut tidak akan melindungi seseorang dari setiap jenis flu lainnya. Inilah alasan kenapa seseorang bisa tertular flu bahkan setelah mendapatkan vaksin flu. Vaksin sendiri dirancang untuk melindungi tubuh terhadap subtipe flu tertentu, artinya subtipe lain masih bisa menembus pertahanan tubuh.
Selain itu, tidak melakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan dan menjauhi keramaian ternyata bisa meningkatkan kemungkinan terkena flu lagi. Faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang tertular flu dua kali atau lebih selama musim flu meliputi pengobatan dan masalah kesehatan yang bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Saat terserang flu, pasti tidak nyaman banget, kan. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan yang sudah kita bahas di poin-poin sebelumnya, ya. Semoga kita selalu diberikan kesehatan.
Referensi






















