Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Panduan Aman Latihan Beban untuk Orang dengan Skoliosis

4 min read
Panduan Aman Latihan Beban untuk Orang dengan Skoliosis
ilustrasi single arm dumbbell row (unsplash.com/Anastase Maragos)
  • Skoliosis tidak otomatis mengharuskan seseorang berhenti latihan beban. Namun, kondisi kurva, gejala, usia, dan tahap penanganan perlu dipertimbangkan.

  • Derajat kurva saja tidak cukup untuk menentukan latihan yang aman. Panduan latihan bagi remaja yang masih tumbuh juga tidak bisa langsung diterapkan pada orang dewasa.

  • Mulai dengan gerakan yang terkendali dan beban ringan. Untuk kurva yang sedang dipantau, nyeri, penggunaan brace, atau riwayat operasi, mintalah arahan dokter atau fisioterapis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat didiagnosis skoliosis, beberapa orang merasa khawatir, bertanya-tanya apakah latihan beban akan membahayakan punggung. Ternyata, jenis kurva, rasa nyeri, perkembangan kondisi, usia, dan riwayat penanganan ikut menentukan pendekatan latihan yang aman.

Skoliosis adalah lengkungan tulang belakang yang tampak ke samping dan dapat disertai rotasi tulang belakang. Pada pemeriksaan rontgen, kurva lebih dari 10 derajat berdasarkan pengukuran Cobb digolongkan sebagai skoliosis.

  1. Latihan beban tidak otomatis dilarang

    Pada anak dan remaja dengan skoliosis, aktivitas fisik umumnya tetap dianjurkan. Mereka biasanya bisa terus berolahraga dan melakukan aktivitas yang disukai selama tidak menimbulkan nyeri dan dilakukan sesuai saran tenaga kesehatan. Namun, olahraga biasa tidak dapat menggantikan penanganan skoliosis.

    Penting juga membedakan latihan beban atau olahraga umum dengan latihan khusus skoliosis. Latihan khusus, seperti physiotherapeutic scoliosis-specific exercises (PSSE), dirancang untuk membantu memperbaiki postur dan gerakan sesuai bentuk kurva tulang belakang. Program ini perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan diajarkan oleh terapis yang terlatih.

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa latihan terstruktur dapat menjadi bagian dari penanganan skoliosis. Misalnya, sebuah studi pada remaja dengan skoliosis menemukan bahwa kombinasi latihan aerobik dan latihan kekuatan selama 12 minggu dapat meningkatkan kemampuan berjalan dan fungsi pernapasan. Namun, penelitian tersebut tidak menunjukkan bahwa latihan tersebut dapat meluruskan kurva skoliosis.

    Selain itu, tinjauan Cochrane pada 2024 menyimpulkan bahwa bukti mengenai manfaat latihan terapeutik untuk skoliosis idiopatik pada remaja masih terbatas. Karena itu, latihan beban sebaiknya dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran, bukan pengganti kontrol dokter, penggunaan brace, atau terapi khusus jika memang direkomendasikan.

  2. Apakah jenis latihan perlu dibedakan menurut tingkat kurva?

    Derajat kelengkungan tulang belakang membantu dokter menentukan apakah skoliosis cukup dipantau atau memerlukan perawatan tertentu, terutama pada anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan. Namun, angka derajat kurva tidak digunakan sebagai panduan langsung untuk menentukan latihan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan di gym.

    Secara umum, kurva yang lebih ringan biasanya cukup dipantau secara berkala. Pada anak yang masih tumbuh, penggunaan brace dapat dipertimbangkan untuk kurva dengan derajat tertentu, sedangkan operasi biasanya dipertimbangkan pada kurva yang lebih besar atau berisiko terus memburuk.

    Meski begitu, keputusan perawatan tidak ditentukan oleh angka derajat saja, tetapi juga mempertimbangkan usia, pertumbuhan tulang, gejala, dan kondisi masing-masing pasien.

    Situasi

    Cara menyikapi latihan beban

    Kurva kecil, stabil, tanpa nyeri

    Aktivitas fisik biasanya dapat dilanjutkan. Mulai dari beban yang mudah dikendalikan dan tingkatkan bertahap.

    Kurva sedang, masih dalam masa pertumbuhan, atau memakai brace

    Tanyakan kepada dokter atau fisioterapis bagaimana latihan perlu disesuaikan dengan pemantauan kurva dan penggunaan brace.

    Kurva besar atau memburuk, nyeri mengganggu, maupun pernah menjalani operasi

    Minta rencana khusus dari tim perawatan sebelum mencoba beban berat atau kembali berlatih.

    Pembagian ini terutama menggambarkan pendekatan untuk remaja yang masih tumbuh. Pada orang dewasa, keputusan perawatan lebih banyak mempertimbangkan nyeri, fungsi, saraf yang tertekan, dan apakah kurva memburuk.

    Orang dewasa dengan skoliosis disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai program olahraga baru.

  3. Tips memulai latihan dengan lebih aman

    Ilustrasi perempuan berlatih angkat beban di gym dengan bimbingan trainer profesional di sampingnya.
    ilustrasi berlatih di gym dengan trainer profesional (magnific.com/senivpetro)
    • Kenali kondisi sebelum memilih gerakan. Jika tersedia, bawa hasil pemeriksaan dan tanyakan apakah ada batasan karena nyeri, penggunaan brace, atau operasi. Minta arahan dokter atau fisioterapis tentang gerakan yang perlu dimodifikasi.
    • Mulai dari gerakan yang mudah dikendalikan. Pelatih dan fisioterapis dapat membantu mencoba variasi yang lebih stabil, misalnya squat ke bangku atau row dengan dada tersangga. Itu hanya contoh untuk dibahas bersama tenaga profesional, bukan daftar gerakan untuk semua orang dengan skoliosis.
    • Gunakan beban ringan terlebih dahulu. Pastikan posisi dan gerakan tetap terkendali. Tingkatkan beban sedikit demi sedikit jika tubuh dapat menerimanya tanpa nyeri yang memburuk. Jangan memaksakan gerakan untuk membuat punggung tampak simetris atau mencoba latihan satu sisi sebagai cara “meluruskan” kurva, kecuali itu bagian dari program khusus yang diberikan terapis.
    • Bedakan latihan umum dan terapi skoliosis. Latihan beban dapat melatih kekuatan, sedangkan PSSE memiliki tujuan dan panduan khusus. Jika dokter merekomendasikan latihan skoliosis, ikuti arahan terapis yang memahami metode tersebut.

    Hentikan latihan jika muncul nyeri tajam atau nyeri yang makin berat, terutama jika disertai kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada kaki. Perubahan baru pada kemampuan mengontrol buang air kecil atau besar perlu dinilai segera oleh tenaga medis.

    Referensi

    Scoliosis Research Society, “What Is Scoliosis?,” diakses 14 Oktober 2026, https://www.srs.org/Patients/Conditions/Scoliosis.

    Scoliosis Research Society, “Living with Scoliosis,” diakses 14 Oktober 2026, https://www.srs.org/Patients/Diagnosis-And-Treatment/Living-with-Scoliosis.

    Stefano Negrini et al., “2016 SOSORT Guidelines: Orthopaedic and Rehabilitation Treatment of Idiopathic Scoliosis during Growth,” Scoliosis and Spinal Disorders 13, no. 1 (2018): 3, https://doi.org/10.1186/s13013-017-0145-8.

    Vivian Bertoni Xavier, Osmar Avanzi, Bruno Derwood Mills Costa de Carvalho, dan Vera Lúcia dos Santos Alves, “Combined Aerobic and Resistance Training Improves Respiratory and Exercise Outcomes More than Aerobic Training in Adolescents with Idiopathic Scoliosis: A Randomised Trial,” Journal of Physiotherapy 66, no. 1 (2020): 33–38, https://doi.org/10.1016/j.jphys.2019.11.012.

    Michele Romano et al., “Therapeutic Exercises for Idiopathic Scoliosis in Adolescents,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 2 (2024): CD007837, https://doi.org/10.1002/14651858.CD007837.pub3.

    Scoliosis Research Society, “Diagnosis and Treatment,” diakses 14 Oktober 2026, https://www.srs.org/Patients/Diagnosis-And-Treatment.

    National Health Service, “Scoliosis: Treatment in Adults,” terakhir ditinjau 12 April 2023, https://www.nhs.uk/conditions/scoliosis/treatment-in-adults/.

    National Health Service, “Back Pain,” diakses 14 Oktober 2026, https://www.nhs.uk/conditions/back-pain/.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More