Comscore Tracker

Bisa Menyebabkan Kebutaan, Kenali 5 Fakta Penting seputar Ulkus Kornea

Ulkus kornea dianggap sebagai kedaruratan oftalmologis

Ulkus kornea atau corneal ulcer adalah erosi atau luka terbuka pada permukaan kornea. Kornea adalah area transparan di bagian depan bola mata yang berfungsi sebagai jendela tempat kita melihat. Kornea juga membiaskan atau membelokkan cahaya dan menawarkan perlindungan ke bagian mata lainnya. Bila kornea meradang akibat infeksi atau cedera, ulkus bisa berkembang.

Ulkus kornea dianggap sebagai kondisi darurat oftalmologis, harus segera ditangani untuk mencegah masalah penglihatan yang berkepanjangan. Walaupun sudah ada obat-obatan untuk pengobatan penyakit mata ini, tetapi ulkus kornea dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah, bahkan kebutaan. Untuk memahami ulkus kornea lebih lanjut, simak ulasan lengkapnya berikut ini. 

1. Apa penyebabnya?

Bisa Menyebabkan Kebutaan, Kenali 5 Fakta Penting seputar Ulkus Korneailustrasi ulkus kornea (vcahospitals.com)

Dilansir All About Vision, sebagian besar kasus ulkus kornea disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang kornea, sering kali setelah cedera pada mata, trauma, atau kerusakan lainnya.

Selain itu, pemakai lensa kontak sangat rentan terhadap iritasi mata yang bisa menyebabkan ulkus kornea. Lensa kontak bisa bergesekan dengan permukaan mata, menyebabkan sedikit kerusakan pada epitel yang memungkinkan bakteri untuk masuk ke mata. Memakai lensa kontak saat berenang secara signifikan meningkatkan risiko ulkus kornea akibat keratitis Acanthamoeba.

Selain infeksi bakteri, penyebab lain dari ulkus kornea adalah jamur dan parasit, seperti:

  • Fusarium: jamur ini telah dikaitkan dengan wabah keratitis jamur di antara pemakai lensa kontak
  • Acanthamoeba: Parasit umum ini bisa masuk ke mata dan menyebabkan keratitis Acanthamoeba. Ini merupakan infeksi mata yang sangat serius, yang bisa menyebabkan jaringan parut permanen pada kornea dan kehilangan penglihatan. Acanthamoeba ditemukan di air keran, kolam renang, bak air panas, dan sumber air lainnya
  • Mikroorganisme

Penyebab lain dari ulkus kornea yaitu infeksi virus herpes simpleks (herpes okular), yang bisa merusak permukaan dan lapisan kornea yang lebih dalam. Selain itu, ulkus kornea juga bisa terjadi karena:

  • Mata kering parah
  • Alergi mata
  • Gangguan sistem kekebalan dan penyakit inflamasi (seperti multiple sclerosis dan psoriasis)

2. Apa saja gejalanya?

Bisa Menyebabkan Kebutaan, Kenali 5 Fakta Penting seputar Ulkus Korneailustrasi ulkus kornea (aao.org)

Penderitanya kemungkinan melihat tanda-tanda infeksi sebelum ia menyadari adanya ulkus kornea. Gejala infeksinya tersebut meliputi:

  • Mata gatal
  • Mata berair
  • Keluarnya cairan seperti nanah dari mata
  • Sensasi terbakar atau perih di mata
  • Mata merah atau merah muda
  • Kepekaan terhadap cahaya

Gejala dan tanda dari ulkus kornea itu sendiri meliputi:

  • Radang mata
  • Sakit mata
  • Robekan berlebihan
  • Penglihatan kabur
  • Bintik putih di kornea
  • Kelopak mata bengkak
  • Nanah atau keluarnya cairan mata lainnya
  • Kepekaan terhadap cahaya
  • Merasa seperti ada sesuatu di mata (sensasi benda asing)

Baca Juga: Adakah Gejala pada Mata yang Berhubungan dengan COVID-19?

3. Bagaimana cara dokter mendiagnosisnya?

Bisa Menyebabkan Kebutaan, Kenali 5 Fakta Penting seputar Ulkus Korneailustrasi pemeriksaan mata (pexels.com/cottonbro)

Dalam proses diagnosis ulkus kornea, dokter akan mengajukan pertanyaan untuk menentukan penyebab ulkus kornea. Setelah itu, mata pasien akan diperiksa dengan bio-mikroskop khusus yang disebut slit lamp.

Pemeriksaan slit lamp akan memungkinkan dokter untuk melihat kerusakan pada kornea pasien dan menentukan apakah pasien mempunyai ulkus kornea. Pewarna khusus yang disebut fluorescein akan ditempatkan di mata pasien untuk menerangi area tersebut dan membantu dalam diagnosis.

Jika tidak jelas apa penyebab pastinya, dokter kemungkinan akan mengambil sampel jaringan kecil atau kultur dari ulkus untuk mengetahui cara mengobati yang benar. Sesudah membuat mata pasien mati rasa dengan obat tetes mata khusus, sel bisa dikerok dengan lembut dari permukaan kornea sehingga bisa diuji.

4. Bagaimana pengobatannya?

Bisa Menyebabkan Kebutaan, Kenali 5 Fakta Penting seputar Ulkus Korneailustrasi meneteskan obat tetes mata ke pasien (commons.wikimedia.org/British Columbia Institute of Technology)

Pengobatan untuk ulkus kornea harus agresif, karena beberapa kasus bisa menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan. Perawatan biasanya melibatkan antibiotik, serta obat antivirus atau anti jamur.

Selain itu, tetes mata steroid, juga bisa diberikan untuk mengurangi peradangan. Beberapa dokter juga meresepkan obat tetes mata topikal untuk digunakan beberapa kali sehari hingga pasien benar-benar sembuh.

Pada kasus yang parah, pasien perlu dirawat di rumah sakit. Selain itu, suplemen tertentu, seperti vitamin C, bisa diresepkan untuk mengurangi jaringan parut kornea. Jika ulkus tidak sembuh secara normal dengan pengobatan khas, maka membran amnion akan ditempatkan pada kornea selama 7 hingga 10 hari.

Jika infeksi parah menyebabkan jaringan parut permanen, maka transplantasi kornea kemungkinan dibutuhkan untuk memulihkan penglihatan. Dalam kasus seperti itu, kebutaan atau kehilangan mata total bisa terjadi jika perawatan tertunda.

5. Bagaimana prospek jangka panjangnya?

Bisa Menyebabkan Kebutaan, Kenali 5 Fakta Penting seputar Ulkus Korneailustrasi mata sehat (pexels.com/Jan Krnc)

Beberapa pasien kemungkinan akan mengalami kehilangan penglihatan yang parah, bersama dengan masalah penglihatan karena jaringan parut di retina. Selain itu, ulkus kornea juga bisa menyebabkan jaringan parut permanen pada mata. Dalam kasus yang jarang, seluruh mata bisa mengalami kerusakan.

Meski ulkus kornea bisa diobati dan kebanyakan penderitanya pulih dengan cukup baik setelah perawatan, tetapi penurunan penglihatan bisa terjadi.

Itulah deretan fakta medis seputar ulkus kornea. Jika memiliki tanda atau gejala yang mengarah pada kondisi ini, sebaiknya cepat-cepat periksa ke dokter spesialis mata. Semakin cepat kondisi ini didiagnosis dan mendapat perawatan yang tepat, maka semakin besar juga peluang kesembuhannya dan terhindar dari risiko komplikasi seperti kebutaan.

Baca Juga: Bahaya Memandang Matahari Terlalu Lama, Gak Menghilangkan Minus Juga!

Eliza Ustman Photo Verified Writer Eliza Ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya