Comscore Tracker

Benarkah Makan Kecubung Berbahaya? Ini 5 Faktanya

Tanaman ini bisa memicu halusinasi

Kecubung (Datura metel L.) merupakan tanaman suku terong-terongan (Solanaceae) yang juga dikenal sebagai "terompet setan" (Devil's trumphet). Disebut demikian karena tanaman ini dapat menyebabkan efek negatif seperti halusinasi hingga pingsan. Tanaman ini sendiri pertama kali diperkenalkan pada 1754 oleh ilmuwan bernama Linnaeus.

Bunga tanaman ini berwarna putih atau ungu, sementara buahnya berwarna hijau, bentuknya bulat, dan berduri. Seluruh bagian tanaman mengandung racun atau toksin. Lantas, apa saja bahaya dari mengonsumsinya? Apakah tanaman ini tidak memiliki manfaat sama sekali? Temukan jawabannya di bawah ini!

1. Sangat beracun dalam dosis yang tinggi

Benarkah Makan Kecubung Berbahaya? Ini 5 Faktanyailustrasi racun (pexels.com/Davide Baraldi)

Dalam dosis tinggi, ekstrak tanaman kecubung dapat menunjukkan efek yang sangat beracun dan dapat berakibat fatal. Gejala khas dari keracunan kecubung antara lain:

  • Kulit dan mukosa kering
  • Kemerahan
  • Midriasis atau pelebaran pupil secara abnormal
  • Sinus takikardia atau irama jantung yang lebih cepat dari biasanya
  • Hiperpireksia atau demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai atau melebihi 41,5 derajat Celcius
  • Penurunan aktivitas usus
  • Retensi urine
  • Gangguan neurologis dengan ataksia (gangguan koordinasi gerakan tubuh)
  • Gangguan memori jangka pendek
  • Kebingungan dan halusinasi (penglihatan dan pendengaran)
  • Psikosis
  • Delirium agitasi
  • Kejang

Ekstrak kecubung dengan dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan mental karena adanya alkaloid beracun dalam kecubung. Selain itu, retensi urine dan kekeringan di mulut juga dapat terjadi. Oleh karenanya, dosis ekstrak tanaman kecubung harus dijaga seminimal mungkin saat membuat obat-obatan yang berbahan kecubung.

2. Dapat menyebabkan koma

Benarkah Makan Kecubung Berbahaya? Ini 5 Faktanyailustrasi koma (unsplash.com/Jair Lazaro)

Sebuah laporan berjudul “Acute poisoning due to ingestion of Datura stramonium–a case report” dari jurnal Romanian Journal of Anaesthesia and Intensive Care tahun 2017 pernah mencatat adanya kasus seorang pemuda berusia 22 tahun yang harus dirawat di ruang gawat darurat dalam keadaan koma setelah mengonsumsi kecubung pendek atau Datura stramonium. Ia dilarikan ke rumah sakit dua jam setelah mengonsumsinya.

Pemuda tersebut mengalami halusinasi dan euforia berlebihan. Sama seperti kecubung atau Datura metel L., kecubung pendek juga merupakan tanaman yang dapat menyebabkan keracunan.

Baca Juga: 6 Risiko Kesehatan Konsumsi Pare Berlebihan, Batasi ya!

3. Dapat digunakan sebagai anestesi

Benarkah Makan Kecubung Berbahaya? Ini 5 Faktanyailustrasi anestesi (pixabay.com/qimono)

Berdasarkan hasil penelitian terhadap tikus dari jurnal Indonesia Medicus Veterinus tahun 2017, ekstrak daun kecubung dapat memberikan efek analgesia dan sedasi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Dengan demikian, kecubung dapat berguna sebagai anestesi. Anestesi merupakan tindakan untuk mengurangi rasa sakit saat prosedur medis seperti pembedahan.

Selain terhadap tikus, kecubung juga dapat digunakan sebagai anestesi terhadap ikan. Menurut sebuah penelitian dalam E-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan tahun 2019, ekstrak daun kecubung dapat berguna sebagai bahan anestesi dalam melakukan transportasi ikan. Dalam pendistribusian ikan, benih ikan kerap mengalami stres selama transportasi sehingga dapat menyebabkan kematian. Karenanya, anestesi dianggap penting agar distribusi ikan menjadi lebih aman.

4. Kecubung dapat membantu mengendalikan hama tanaman

Benarkah Makan Kecubung Berbahaya? Ini 5 Faktanyailustrasi buah kecubung (pixabay.com/WikimediaImages)

Sebuah laporan dalam Jurnal Littri tahun 2015 menyebut bahwa kecubung dapat dimanfaatkan sebagai sumber insektisida botani terhadap serangga Aspidomorpha milliaris F. Lagi-lagi, yang digunakan adalah daun kecubung untuk dijadikan ekstrak.

Insektisida sintetik atau berbahan dasar kimia yang digunakan untuk membasmi hama serangga secara terus-menerus dapat menimbulkan beberapa masalah bagi tanaman. Bahan insektisida botani yang alami seperti kecubung dinilai lebih aman karena tidak meninggalkan residu pada tanaman. Dengan demikian, lingkungan menjadi tidak tercemar serta tanaman juga menjadi tidak berbahaya bagi manusia.

5. Bisa membantu penyembuhan berbagai penyakit

Benarkah Makan Kecubung Berbahaya? Ini 5 Faktanyailustrasi obat-obatan (unsplash.com/Myriam Zilles)

Sebuah laporan dalam jurnal International Journal of Biological Chemistry tahun 2016 menyatakan bahwa kecubung kaya akan berbagai komponen bioaktif seperti saponin, alkaloid, steroid, tanin, flavonoid, dan triterpenoid. Kumpulan komponen bioaktif ini ternyata dapat membantu penanganan penyakit pada manusia, seperti asma dan bronkitis.

Selain itu, tanaman ini juga disebut-sebut dapat membantu pasien dengan diabetes, penyakit jantung, gangguan kejiwaan, epilepsi, masalah kulit, demam, dan diare.

Bunga kecubung juga dapat digunakan sebagai pengobatan nyeri. Sementara itu, bijinya berpotensi untuk mengobati gangguan perdarahan. 

Bagian daunnya kerap dimanfaatkan untuk meredakan sakit gigi karena gigi berlubang dengan cara dikunyah. 

Kemudian, kandungan atropin dalam kecubung juga dapat melebarkan pupil, sehingga mungkin dapat membantu dalam operasi mata. Namun, tentunya semua ini memerlukan pemberian dosis dan indikasi tepat.

Itulah penjelasan mengenai potensi efek bahaya makan kecubung sekaligus manfaatnya berdasarkan penelitian. Kecubung bukanlah tanaman yang boleh langsung dikonsumsi karena ada risiko keracunan. Perlu diolah terlebih dulu sehingga bisa menjadi obat yang bermanfaat.

Baca Juga: 5 Fakta Bunga Trompet, Tumbuhan Cantik, tapi Mematikan! 

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya