Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Buncit karena Kembung dan Lemak Perut

Seorang laki-laki kelebihan berat badan, perutnya buncit.
ilustrasi kelebihan berat badan (IDN Times/Novaya Siantita)
Intinya sih...
  • Kembung adalah sensasi perut yang membesar setelah makan dalam porsi besar, disebabkan oleh berbagai faktor seperti sembelit dan infeksi bakteri.
  • Lemak perut terjadi saat mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar, menumpuk di bagian tengah tubuh, dan dapat menyebabkan penyakit jantung.
  • Perbedaan utama antara kembung dan lemak perut adalah kembung bersifat sementara, sedangkan lemak perut lebih permanen dan menumpuk seiring waktu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perut yang membesar sering bikin kita langsung panik dan bertanya-tanya, “Ini buncit karena kembung atau lemak perut, ya?”

Banyak orang mengira semua perut buncit itu sama, padahal penyebabnya bisa berbeda-beda. Ada yang muncul tiba-tiba setelah makan, ada juga yang terasa menetap meski berat badan tidak banyak berubah.

Nah, di sinilah pentingnya memahami perbedaan antara kembung dan lemak perut. Keduanya sama-sama menyebabkan rasa tidak nyaman dan kadang menurunkan kepercayaan diri, tetapi mekanisme, tanda-tanda, dan cara mengatasinya jelas tidak sama. Kalau salah mengenali, bisa-bisa kamu salah langkah dalam mengatasinya.

1. Apa itu kembung?

Kebanyakan orang pasti pernah mengalami kembung sesekali. Ini adalah sensasi perut yang membesar atau mengembang secara tidak normal.

Perut kembung ini dapat terjadi setelah makan dalam porsi besar dan merupakan reaksi alami tubuh. Otak memberi sinyal pada diafragma untuk bergerak ke bawah dan dinding perut untuk rileks, pada dasarnya menciptakan lebih banyak ruang untuk perut.

Meskipun makan berlebihan adalah penyebab kembung yang paling umum, tetapi penyebab lainnya meliputi:

  • Mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi serat daripada biasanya.
  • Sembelit.
  • Infeksi bakteri.
  • Sindrom iritasi usus.
  • Kista ovarium dan kondisi ginekologis lainnya.
  • Pengosongan lambung yang tertunda akibat gastroparesis.

2. Apa itu lemak perut?

Perbedaan utama antara kembung dan lemak adalah, tidak seperti kembung, lemak perut berkembang seiring waktu dan lebih sulit dihilangkan. Lemak perut terjadi saat kamu mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar dan dapat sangat tidak sehat.

Lemak perut menumpuk di bagian tengah tubuh. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk:

  • Pola makan tinggi kalori.
  • Kurang olahraga.
  • Perubahan hormon, seperti menopause.
  • Stres kronis.

Ada dua jenis lemak perut:

  • Lemak subkutan: Jenis lemak yang berada tepat di bawah kulit dan lembut serta dapat dicubit.
  • Lemak viseral: Lemak viseral berada lebih dalam dan menumpuk di sekitar organ internal. Jumlah lemak viseral yang tinggi telah dikaitkan dengan peradangan kronis, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

3. Perbedaan utama

Seorang laki-laki memegang perutnya yang buncit.
ilustrasi perut buncit (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Kamu bisa tahu apakah yang kamu alami itu kembung atau lemak berlebih dengan melihat bagaimana perut terasa dan terlihat.

Kembung bersifat sementara dan sering hilang dalam beberapa jam, sedangkan lemak perut lebih permanen dan menumpuk seiring waktu.

Saat kamu kembung, perut biasanya terasa kencang, padat, dan sulit digenggam. Sebagai perbandingan, lemak terasa lembut dan mudah dicubit di antara jari-jari.

Kembung juga lebih mungkin disertai gejala lain, seperti gas, kram, atau ketidaknyamanan perut secara umum.

4. Pengobatan untuk kembung

Terkadang, perubahan pola makan sederhana sudah cukup untuk mengatasi kembung.

Mengonsumsi makanan yang tinggi protein atau karbohidrat kompleks dapat membantu. Minumlah banyak air dan hindari minuman berkarbonasi. Memperpanjang waktu makan dapat membantu mencegah kamu makan berlebihan, jadi pastikan untuk mencoba makan lebih lambat dan mengunyah makanan lebih lama.

Cara lain adalah dengan mencoba makan lebih sering dan dalam porsi kecil, sebagai pengganti tiga kali makan sehari. Ini mencegah kembung yang biasanya terjadi setelah makan besar.

5. Strategi untuk mengurangi lemak perut

Mengurangi lemak perut, terutama lemak viseral, dapat menurunkan risiko kondisi kesehatan kronis. Berikut beberapa cara mengurangi lemak perut:

  • Ikuti diet tinggi protein: Diet tinggi protein mungkin efektif untuk mengurangi berat badan dan lemak perut pada beberapa orang.
  • Batasi lemak jenuh: Mengonsumsi lemak jenuh secara berlebihan lebih mungkin meningkatkan penyimpanan lemak viseral dibandingkan dengan lemak tak jenuh.
  • Gerakkan tubuh lebih banyak: Usahakan untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu.
  • Prioritaskan tidur: Dapatkan tidur berkualitas antara 7 dan 9 jam setiap malam.
  • Kelola stres dengan baik: Lakukan yoga, meditasi, atau aktivitas menenangkan lainnya untuk membantu menurunkan kadar kortisol, hormon stres yang terkait dengan lemak perut.
  • Batasi asupan alkohol: Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan lemak perut.

Dengan tahu perbedaan kembung dan lemak perut, kamu bisa lebih bijak membaca sinyal tubuh sendiri—kapan cukup dengan atur pola makan dan pencernaan, dan kapan perlu perubahan gaya hidup yang lebih serius.

Referensi

Baptist Health. Diakses pada Januari 2026. "Is It Bloating or Belly Fat?"

Health. Diakses pada Januari 2026. "How To Tell the Difference Between Bloating and Abdominal Fat."

UPMC HealthBeat. Diakses pada Januari 2026. "Bloated vs. Fat: Which One Am I?"

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Bolehkah Pakai Pil KB Terus Tanpa Jeda 7 Hari?

07 Feb 2026, 22:50 WIBHealth