Cara Menggunakan Termometer Telinga, serta Kekurangan dan Kelebihannya

Dapat menunjukkan suhu tubuh dalam hitungan detik

Suhu tubuh dapat diukur dengan termometer. Jenisnya pun ada banyak, salah satunya adalah termometer timpani atau termometer telinga digital. Termometer ini menggunakan sensor inframerah untuk mengukur suhu di dalam saluran telinga dan hasilnya bisa didapat dalam hitungan detik.

Bagaimana cara menggunakan termometer telinga dan apa saja kelebihan dan kekurangannya dibanding jenis termometer lainnya? Simak penjelasan di bawah ini sampai habis!

1. Berbagai jenis termometer

Cara Menggunakan Termometer Telinga, serta Kekurangan dan Kelebihannyailustrasi jenis-jenis termometer (freepik.com/freepik)

Sebagai alat kesehatan, termometer digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Dilansir Mayo Clinic, termometer memiliki beberapa jenis dan secara umum dapat dibagi menjadi termometer sentuhan atau kontak dan termometer jarak jauh atau tanpa kontak.

Termometer kontak harus menyentuh tubuh untuk dapat mengukur suhu, sementara termometer jarak jauh dapat mengukur suhu tubuh tanpa menyentuh kulit.

  • Termometer kontak: merupakan jenis termometer yang paling umum untuk mengukur suhu tubuh. Termometer ini menggunakan sensor panas elektronik untuk mengukur suhu tubuh dan dapat digunakan di dahi, mulut, ketiak, atau dubur. Sebagian besar termometer elektronik memiliki tampilan digital yang menunjukkan pembacaan suhu.
  • Termometer jarak jauh: termometer jenis ini biasa digunakan untuk melakukan skrining demam, dan biasa digunakan di berbagai fasilitas umum. Termometer jarak jauh tidak memerlukan kontak kulit, sehingga memungkinkan pemeriksa dan yang diperiksa untuk tetap berjauhan. Termometer jarak jauh biasa diarahkan ke dahi atau telinga.

Beberapa jenis termometer yang biasa digunakan, dikutip MedicineNet, meliputi:

  • Termometer oral, yang ditempatkan di bawah lidah
  • Termometer rektal, yang ditempatkan di dalam rektum
  • Termometer serbaguna, yang bisa diletakkan di bawah lidah, di rektum, atau di bawah ketiak
  • Termometer timpani, yang ditempatkan di telinga
  • Termometer basal, merupakan termometer yang sangat sensitif dan ditempatkan di bawah lidah atau di rektum untuk mengukur sedikit perubahan suhu yang menunjukkan ovulasi pada perempuan

2. Cara menggunakan termometer telinga

Cara Menggunakan Termometer Telinga, serta Kekurangan dan Kelebihannyailustrasi cara menggunakan termometer telinga (flickr.com/Marco Verch Professional Photographer)

Mengutip Medical News Today, cara menggunakan termometer telinga yang baik dan benar adalah seperti ini:

  1. Tarik bagian atas daun telinga ke atas dan ke belakang.
  2. Masukkan perlahan ujung termometer ke dalam saluran telinga menuju gendang telinga. Sensor harus dipastikan mengarah ke saluran telinga, bukan ke arah dinding telinga.
  3. Setelah termometer berada di posisi yang seharusnya, hidupkan termometer dan tunggu sampai ada tanda bahwa pembacaan suhu telah selesai.
  4. Lepaskan termometer dan baca suhunya.
  5. Penting untuk menggunakan ujung probe yang bersih setiap pemakaian dan penting pula untuk mengikuti instruksi pabrik yang tertera.

3. Tingkat akurasi termometer telinga

Cara Menggunakan Termometer Telinga, serta Kekurangan dan Kelebihannyailustrasi hasil pengukuran suhu termometer telinga (microlife.com)

Termometer telinga dapat memberikan refleksi akurat dari suhu inti seseorang, terutama bila pengukuran ini dilakukan oleh petugas kesehatan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa membuat pembacaan suhu yang salah, seperti:

  • Penempatan yang tidak tepat
  • Ukuran dan panjang liang telinga yang abnormal
  • Berbaring di telinga sebelum pengukuran suhu
  • Adanya tumpukan kotoran telinga
  • Kelembapan di telinga yang abnormal

Suatu penelitian juga menemukan perbedaan suhu sebesar 1 derajat Celcius dalam hasil pembacaan suhu termometer telinga dengan termometer rektal. Termometer rektal merupakan bentuk pengukuran suhu yang paling akurat hingga saat ini. Karenanya, dalam penelitian tersebut, termometer telinga dikatakan tidak cukup akurat untuk dipakai dalam situasi yang butuh pengukuran suhu tubuh yang presisi atau tepat, dilansir WebMD.

Baca Juga: 7 Bahan Alami untuk Mengobati Infeksi Telinga, Patut Dicoba!

4. Cara membaca hasil termometer telinga

Cara Menggunakan Termometer Telinga, serta Kekurangan dan Kelebihannyailustrasi termometer telinga (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Sebenarnya, suhu berapakah yang dapat dikatakan normal dan tidak normal berdasarkan hasil pengukuran dengan termometer telinga?

Suhu tubuh dapat bervariasi tergantung berbagai faktor, seperti usia, lingkungan, dan waktu pengambilan suhu. Pada pagi hari, suhu tubuh cenderung lebih rendah dan pada malam hari bisa lebih tinggi.

Untuk mengidentifikasi suhu normal, suhu tubuh rata-rata untuk orang dewasa adalah 37 derajat Celcius. Namun, kisaran 36,5-37,5 derajat Celcius juga masih dapat dikategorikan normal. Seseorang dikatakan demam bila suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius untuk waktu yang lama.

5. Kelebihan dan kekurangan termometer telinga

Cara Menggunakan Termometer Telinga, serta Kekurangan dan Kelebihannyailustrasi pengukuran suhu termometer telinga nyaman untuk anak (gizmochina.com)

Termometer timpani atau termometer telinga jarak jauh punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

  • Kelebihan: bila diposisikan dengan benar, termometer telinga dapat memberikan hasil suhu dengan cepat dan umumnya nyaman digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Termometer telinga juga cocok untuk bayi yang berusia lebih dari 6 bulan, anak-anak yang lebih tua, dan orang dewasa.
  • Kekurangan: termometer telinga inframerah tidak direkomendasikan untuk bayi baru lahir atau di bawah 6 bulan. Berbagai hal dapat memengaruhi atau mengurangi akurasi termometer telinga, misalnya seperti kotoran telinga atau bentuk serta ukuran saluran telinga yang kecil dan melengkung.

6. Termometer telinga tidak cocok digunakan pada kondisi tertentu

Cara Menggunakan Termometer Telinga, serta Kekurangan dan Kelebihannyailustrasi termometer telinga pada bayi hanya boleh untuk bayi di atas 6 bulan (cnet.com)

Termometer telinga tidak cocok digunakan pada kondisi tertentu, seperti:

  • Bayi yang berusia di bawah 6 bulan 
  • Orang yang sedang atau sering menggunakan obat tetes telinga atau obat dalam telinga lainnya
  • Orang yang menghasilkan kotoran telinga berlebih
  • Orang dengan infeksi telinga luar
  • Orang yang memiliki darah atau cairan lain di telinga
  • Orang yang mengalami sakit telinga
  • Orang yang baru saja menjalani operasi telinga

Itu dia cara menggunakan termometer telinga serta kelebihan dan kekurangannya, yang sekarang bisa mudah kamu dapatkan di apotek atau toko alat kesehatan.

Karena sifatnya yang noninvasif, termometer telinga adalah pilihan yang baik untuk anak kecil. Namun, cara menggunakannya tetap perlu diperhatikan. Sebab, penempatan yang tidak tepat serta beberapa kondisi tertentu bisa memengaruhi akurasinya.

Baca Juga: Pengang dan Nyeri di Telinga, Kenali 6 Fakta Barotrauma

Topik:

  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya