Comscore Tracker

Serumen Prop: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasi

Kondisi terjadinya penyumbatan kotoran telinga

Serumen prop atau juga dikenal sebagai impaksi serumen adalah kondisi penyumbatan kotoran telinga. Hal ini bisa terjadi ketika kotoran telinga atau serumen menumpuk di telinga.

Serumen prop juga dapat terjadi ketika serumen menjadi terlalu keras untuk dibersihkan secara alami. Serumen yang menyumbat telinga bisa menyebabkan masalah kesehatan sehingga membutuhkan perawatan.

1. Apa itu kotoran telinga?

Serumen Prop: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasiilustrasi kotoran telinga atau serumen (remedyplus.com.au)

Saluran telinga selalu menghasilkan minyak lilin yang disebut dengan serumen atau kotoran telinga. Sebenarnya, serumen merupakan bagian dari pertahanan tubuh alami yang membantu membersihkan, melumasi, dan melindungi saluran telinga dari debu, partikel asing, dan mikroorganisme.

Serumen juga berfungsi menjebak kotoran, memperlambat pertumbuhan bakteri, serta melindungi kulit saluran telinga dari iritasi karena air.

Dilansir Healthline, jika kelenjar membuat lebih banyak kotoran telinga dari yang diperlukan, serumen mungkin mengeras dan menyumbat telinga. Saat membersihkan telinga, seseorang juga berpotensi tidak sengaja mendorong kotoran lebih dalam dan akhirnya memicu penyumbatan. Serumen yang menumpuk merupakan salah satu penyebab umum dari gangguan pendengaran sementara.

2. Gejala

Serumen Prop: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasiilustrasi sakit telinga (freepik.com/karlyukav)

Menurut penjelasan di laman Mayo Clinic, kotoran telinga yang menumpuk berpotensi menyebabkan tanda dan gejala seperti:

  • Sakit telinga
  • Perasaan penuh di telinga yang terkena
  • Dering atau suara di telinga (tinitus atau telinga berdenging)
  • Penurunan pendengaran di telinga yang terkena
  • Pusing
  • Batuk

Seseorang mungkin hanya mengalami satu atau dua gejala saja dan gejala juga kerap berkembang secara perlahan. Gejala serumen prop mungkin serupa dengan kondisi kesehatan lain yang bisa jadi lebih serius. Karenanya, selalu periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang pasti.

3. Penyebab

Serumen Prop: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasiilustrasi penggunaan cotton bud yang terlalu dalam (freepik.com/jcomp)

Impaksi atau penyumbatan sering terjadi karena kotoran telinga terdorong jauh ke dalam saluran telinga. Serumen prop sendiri termasuk salah satu masalah telinga yang paling umum ditemukan oleh dokter THT. Kemudian, pengguna alat bantu dengar dan penyumbat telinga dikatakan lebih rentan terhadap penyumbatan kotoran telinga.

Mengutip WebMD, kebanyakan penyumbatan serumen terjadi karena penggunaan kapas atau benda serupa atau dengan kata lain adalah penggunaan korek kuping atau cotton bud. Meski bisa menghilangkan kotoran superfisial, nyatanya korek kuping juga dapat mendorong sisa kotoran lebih dalam ke saluran telinga. 

Baca Juga: Mimpi Buruk: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasi

4. Kapan harus ke dokter?

Serumen Prop: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasiilustrasi kehilangan kemampuan mendengar secara tiba-tiba (freepik.com/stockking)

Periksa ke dokter seandainya kamu merasa memiliki gejala serumen prop. Karena masalah kesehatan lain dapat memiliki gejala serupa, maka penting untuk memastikan penyebab sebenarnya dari gejala yang kamu rasakan sebelum mencoba pengobatan rumahan apa pun.

Kemudian, segera hubungi dokter jika kamu merasakan:

  • Sensasi berputar yang parah, kehilangan keseimbangan, atau ketidakmampuan untuk berjalan
  • Mengalami muntah terus-menerus atau demam tinggi
  • Kehilangan kemampuan mendengar secara tiba-tiba

5. Diagnosis

Serumen Prop: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasiilustasi pemeriksaan telinga oleh dokter (freepik.com/prostooleh)

Dokter mampu mendiagnosis serumen prop dengan memeriksa riwayat kesehatan serta melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan mungkin termasuk beberapa tes pendengaran sederhana.

Dalam kondisi normal, dokter bisa dengan mudah melihat serumen melalui alat yang disebut otoskop. Jika pasien punya begitu banyak kotoran telinga dan dokter tidak bisa melihat ke dalam saluran telinga, dokter mungkin mendiagnosis pasien dengan serumen prop, dilansir Cedars Sinai.

6. Pengobatan

Serumen Prop: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasiilustrasi penggunaan obat tetes telinga (freepik.com/bearfotos)

Serumen prop bisa diatasi dengan berbagai cara. Mengutip Cleveland Clinic, kamu bisa membersihkan bagian luar telinga dengan menyekanya dengan kain, tetapi jangan menggulung kain dan mendorongnya ke saluran telinga.

Selanjutnya, larutan serumenolitik, yaitu larutan untuk melarutkan kotoran telinga juga dapat digunakan. Larutan ini mungkin meliputi:

  • Minyak mineral
  • Minyak bayi
  • Gliserin
  • Hidrogen peroksida atau tetes telinga berbahan dasar peroksida
  • Larutan garam

Pilihan perawatan lain adalah mengairi atau menyemprot telinga. Metode ini biasa dilakukan oleh dokter dengan jarum suntik untuk membilas saluran telinga. Biasanya, prosedur ini dilakukan setelah serumen dilunakkan atau dilarutkan terlebih dahulu dengan serumenolitik.

Tidak hanya itu, dokter juga bisa mengeluarkan kotoran telinga secara manual menggunakan alat khusus seperti sendok serumen, forsep, atau alat pengisap.

7. Komplikasi yang dapat terjadi

Serumen Prop: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasiilustrasi kehilangan pendengaran (freepik.com/stockking)

Sejumlah masalah kesehatan bisa terjadi seumpama kotoran telinga yang sudah menumpuk atau serumen prop ini tidak kunjung dikeluarkan atau tidak dikeluarkan dengan benar. Komplikasi tersebut bisa termasuk:

  • Gendang telinga berlubang
  • Infeksi telinga tengah
  • Infeksi telinga luar
  • Gangguan pendengaran permanen akibat trauma akustik

8. Pencegahan

Serumen Prop: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasiilustrasi menggunakan cotton bud hanya di daun telinga (freepik.com/freepik)

Guna mencegah serumen prop, sebaiknya hindari memasukkan apa pun ke dalam telinga, meski benda tersebut bertujuan untuk membersihkannya. Ini juga berlaku untuk penggunaan pembersih telinga atau cotton bud. Bila dibutuhkan, penting untuk hanya menggunakan cotton bud pada bagian luar telinga saja, ya!

Kemudian, sebagian orang mungkin sering menggunakan lilin telinga untuk menghilangkan kotoran telinga. Akan tetapi, metode ini sebenarnya tidak dianjurkan dan tidak efektif. Bahkan, lilin telinga berpotensi mengakibatkan cedera seperti luka bakar pada telinga luar dan saluran telinga serta perforasi gendang telinga.

Serumen atau kotoran telinga dirancang untuk membantu menjaga kesehatan telinga agar terhindar dari berbagai masalah. Walau begitu, serumen yang menumpuk atau terdorong masuk ke telinga bagian dalam dapat menimbulkan serumen prop. Penting untuk diingat bahwa kotoran telinga bisa hilang dengan sendirinya melalui mekanisme alami tubuh.

Jika memang diperlukan, membersihkan telinga yang aman hanya boleh dilakukan pada bagian luar telinga saja atau memakai obat tetes untuk melunakkan kotoran telinga. Jadi, berhati-hatilah dalam membersihkan kotoran telingamu, ya!

Baca Juga: Pengang dan Nyeri di Telinga, Kenali 6 Fakta Barotrauma

Topic:

  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya