ilustrasi cek ke dokter (pexels.com/MART PRODUCTION)
Endometriosis tidak hanya ditandai dengan nyeri saat menstruasi. Keluhan lain yang dapat menyertainya antara lain nyeri panggul di luar masa haid, sakit saat berhubungan seksual, nyeri ketika buang air besar atau kecil terutama saat menstruasi, serta kesulitan untuk hamil. Perdarahan menstruasi yang banyak atau berlangsung lebih lama juga dapat dialami sebagian orang, meskipun gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap pasien.
Pemeriksaan ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) perlu dilakukan jika nyeri haid sampai mengganggu aktivitas, semakin berat dari waktu ke waktu, atau disertai pingsan. Dokter dapat menanyakan pola menstruasi dan keluhan yang dialami, melakukan pemeriksaan fisik, serta menyarankan USG atau pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan. Jika seseorang benar-benar kehilangan kesadaran, terutama untuk pertama kalinya, segera cari pertolongan medis dan jangan menunda pemeriksaan hanya karena kejadian tersebut berlangsung saat haid.
Nyeri haid sampai pingsan bukan kondisi yang sebaiknya diterima sebagai bagian normal dari menstruasi. Gejala endometriosis memang bisa menjadi salah satu penyebabnya, tetapi pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sumber keluhan secara tepat. Semakin jelas penyebabnya, semakin sesuai pula penanganan yang dapat diberikan.
Referensi
“Is fainting from period cramps a sign of endometriosis or something serious?” Ubie Health. Diakses pada November 2026.
“What’s the difference between period pain and endometriosis pain?” Murdoch Children's Research Institute. Diakses pada November 2026.