Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Kondisi yang Mirip Endometriosis, Awas Salah Diagnosis!

7 Kondisi yang Mirip Endometriosis, Awas Salah Diagnosis!
ilustrasi seorang perempuan mengalami gejala endometriosis (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Banyak kondisi memiliki gejala mirip endometriosis, seperti nyeri panggul dan menstruasi tidak teratur, sehingga sering menimbulkan kebingungan atau salah diagnosis.
  • Tujuh kondisi yang sering disalahartikan sebagai endometriosis meliputi penyakit radang panggul, adenomiosis, fibroid rahim, infeksi saluran kemih, sciatica, apendisitis, dan kehamilan ektopik.
  • Pemahaman terhadap perbedaan tiap kondisi penting agar penanganan medis lebih tepat; pemeriksaan lanjutan oleh dokter diperlukan bila gejala menetap atau semakin parah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kondisi nyeri panggul yang kronis sering dikaitkan dengan endometriosis. Padahal, tidak semua gejala yang menyerupai endometriosis benar-benar berasal dari penyakit tersebut. Ada berbagai kondisi lain yang bisa menimbulkan keluhan serupa, mulai dari nyeri saat menstruasi, gangguan pencernaan, hingga masalah pada organ reproduksi lainnya. 

Karena gejalanya saling tumpang tindih, banyak orang yang akhirnya mengalami kebingungan atau bahkan salah diagnosis. Memahami kondisi-kondisi yang mirip endometriosis menjadi langkah penting agar penanganan yang diberikan bisa lebih tepat dan efektif. Yuk, ketahui apa saja kondisi yang mirip endometriosis!

Table of Content

1. Penyakit radang panggul

1. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah kondisi menyakitkan yang dapat berkembang jika rahim, tuba fallopi, atau ovarium mengalami infeksi.

Penyebab infeksi yang paling umum adalah infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia.

Seperti endometriosis, PID dapat menyebabkan nyeri panggul, nyeri saat berhubungan seks, menstruasi tidak teratur, dan infertilitas.

2. Adenomiosis

Kondisi ini kerap disalahartikan dengan endometriosis. Alih-alih jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim, orang dengan adenomiosis memiliki jaringan endometrium yang tumbuh ke dalam dinding otot rahim.

Gejala adenomiosis mirip dengan endometriosis dan meliputi menstruasi yang berat dan nyeri, infertilitas, dan nyeri saat berhubungan seks.

3. Fibroid rahim

Seorang perempuan mengalami gejala fibroid rahim.
ilustrasi fibroid rahim (pexels.com/Sora Shimazaki)

Fibroid rahim adalah pertumbuhan nonkanker yang berkembang di sekitar dinding rahim. Kebanyakan orang dengan kondisi ini tidak mengalami gejala.

Jika mereka mengalami gejala, mereka mungkin mengalami menstruasi yang berat dan nyeri, nyeri saat berhubungan seks, dan sering buang air kecil. Semua gejala ini juga dimiliki oleh penderita endometriosis.

4. Infeksi saluran kemih (ISK)

Endometriosis dan ISK memiliki gejala yang serupa, seperti nyeri saat buang air kecil dan nyeri saat berhubungan seks. Bahkan, dokter pun tak jarang salah mengartikan apakah pasien mengalami endometriosis atau ISK.

Tes sederhana untuk infeksi akan menunjukkan apakah ISK ada dan apakah antibiotik diperlukan.

Jika gejalanya menetap tetapi tidak ada infeksi, pengujian dan analisis lebih lanjut harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

5. Saraf sciatica

Pada endometriosis, jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, bukan hanya di dalam rongga rahim. Hal ini dapat menyebabkan implan endometrium tumbuh pada saraf di panggul, menyebabkan nyeri punggung dan kaki, yang dapat disalahartikan sebagai sciatica, yang terjadi ketika herniasi diskus di atas saraf tulang belakang.

Rontgen atau MRI akan membantu menentukan apakah kelainan struktural di sepanjang tulang belakang menyebabkan nyeri, yang akan memungkinkan dokter untuk menilai etiologinya dengan lebih baik.

6. Apendisitis

Ilustrasi pasien sakit perut akibat radang usus buntu.
ilustrasi sakit perut akibat radang usus buntu (freepik.com/freepik)

Apendiks atau usus buntu adalah kantong kecil berbentuk jari yang menggantung di usus besar di sebelah kanan perut. Organ ini mungkin berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh sebelum usia 7 atau 8 tahun. Ada kemungkinan juga organ ini berfungsi sebagai reservoir untuk bakteri sehat. Namun, seiring bertambahnya usia, organ ini dapat terinfeksi dan meradang, yang menyebabkan rasa sakit yang luar biasa di perut. 

Radang usus buntu (apendisitis) dapat memiliki banyak gejala yang sama dengan endometriosis, seperti nyeri perut bagian bawah sebelah kanan, nyeri yang memburuk saat berjalan atau bergerak, mual, muntah, sembelit atau diare, dan kembung.

Tidak seperti endometriosis, radang usus buntu biasanya disertai demam dan dapat didiagnosis dengan CT scan dan peningkatan jumlah sel darah putih.

7. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana sel telur menempel di luar rahim. Gejalanya meliputi nyeri akut yang datang tiba-tiba dan tajam atau menusuk di panggul atau bahkan di bahu karena darah pada diafragma akibat pecahnya kehamilan ektopik. Gejala lainnya meliputi nyeri pada saluran pencernaan dan pendarahan vagina.

Tes darah dan USG digunakan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik dapat diatasi dengan obat-obatan atau operasi. Namun, endometriosis mungkin merupakan faktor risiko kehamilan ektopik, bersama dengan infeksi, jaringan parut, atau cacat pada satu atau kedua tuba.

Dengan mengenali berbagai kondisi yang memiliki gejala serupa dengan endometriosis, kamu bisa lebih waspada dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Jika keluhan terus berlanjut atau makin mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai.

Referensi

CCRM Fertility. "14 Conditions Endometriosis Is Mistaken for the Most." Diakses pada Maret 2026.

Fertility Centers of Illinois. "7 Endometriosis Symptoms Commonly Misdiagnosed." Diakses pada Maret 2026.

Health. "7 Conditions Endometriosis Can Be Misdiagnosed For." Diakses pada Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More