Operasi Hemoroidektomi: Bisa Hilangkan Wasir Selamanya?

- Hemoroidektomi adalah prosedur operasi untuk mengangkat wasir, baik yang tumbuh di dalam maupun di luar anus. Operasi ini menjadi solusi efektif jika wasir sudah tergolong rumit atau menimbulkan komplikasi serius.
- Beberapa kondisi yang biasanya menjadi alasan tindakan hemoroidektomi antara lain prolaps, trombosis, strangulasi, dan wasir sering kambuh.
- Pemulihan pascaoperasi memerlukan waktu istirahat selama satu hingga dua minggu sebelum kembali bekerja atau beraktivitas normal.
Hemoroid, atau yang lebih dikenal dengan sebutan wasir atau ambeien, adalah pembengkakan pembuluh darah di area anus dan rektum bagian bawah. Kondisi ini bisa menimbulkan keluhan seperti gatal, perdarahan, hingga rasa nyeri yang mengganggu.
Bagi sebagian orang, perubahan gaya hidup sederhana dan obat bebas sering kali cukup untuk meredakan gejala. Namun, pada kasus yang lebih parah, wasir bisa berkembang menjadi masalah serius yang menurunkan kualitas hidup. Jika semua cara sudah dicoba tapi keluhan tak kunjung membaik, mungkin ini saatnya mempertimbangkan hemoroidektomi (hemorrhoidectomy).
Hemoroidektomi adalah prosedur operasi untuk mengangkat wasir, baik yang tumbuh di dalam (internal) maupun di luar anus (eksternal).
Operasi ini biasanya bukan pilihan pengobatan wasir pertama. Namun, ketika semua upaya tidak berhasil, hemoroidektomi hadir sebagai solusi yang aman dan efektif. Bedanya dengan perawatan lain, prosedur ini tidak hanya membantu meringankan gejala, tetapi juga menghilangkan wasir.
Kapan kamu membutuhkan hemoroidektomi?
Tidak semua kasus wasir membutuhkan operasi. Namun, dokter mungkin akan merekomendasikan hemoroidektomi jika wasir sudah tergolong rumit atau menimbulkan komplikasi serius. Beberapa kondisi yang biasanya menjadi alasan tindakan ini antara lain:
Prolaps
Prolaps terjadi ketika wasir yang tadinya berada di dalam anus mulai turun keluar melalui lubang anus, membuat wasir lebih mudah teriritasi, berdarah, atau terluka. Prolaps biasanya berlangsung bertahap dan cenderung memburuk seiring waktu.
Pada awalnya, wasir hanya sesekali muncul saat buang air besar (grade II). Namun, jika harus dimasukkan kembali secara manual (grade III), atau bahkan sudah tidak bisa kembali ke dalam sama sekali (grade IV), dokter biasanya menyarankan hemoroidektomi untuk mengatasinya.
Trombosis
Trombosis terjadi ketika wasir membengkak begitu parah hingga aliran darah di dalamnya membeku dan terhenti. Wasir trombosis biasanya tampak kebiruan atau ungu, sangat nyeri, dan kadang bisa pecah hingga menyebabkan perdarahan hebat. Meski bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari, tetapi rasa sakit yang intens pada 72 jam pertama sering kali membuat pasien memilih operasi sebagai jalan keluar yang lebih cepat.
Strangulasi
Wasir grade IV yang sudah prolaps permanen dan tidak bisa dimasukkan kembali juga dikenal sebagai wasir inkarserasi (incarcerated hemorrhoid). Dalam kondisi ini, ada risiko strangulasi, yaitu ketika aliran darah benar-benar terhenti karena jaringan terjepit. Ini adalah situasi darurat, karena jaringan wasir yang kekurangan aliran darah bisa mati dan menimbulkan gangren. Tidak seperti trombosis, strangulasi tidak akan membaik dengan sendirinya dan membutuhkan tindakan segera.
Sering kambuh
Ada kalanya wasir tidak kunjung sembuh atau terus-menerus kambuh meskipun sudah dilakukan berbagai terapi nonoperasi. Kondisi ini tentu mengganggu kualitas hidup jangka panjang. Dalam kasus seperti ini, hemoroidektomi menjadi pilihan terakhir yang efektif, dengan tingkat keberhasilan hingga 95 persen. Bahkan, tanpa adanya komplikasi lain, sebagian orang memilih operasi ini agar bisa benar-benar terbebas dari wasir.
Proses hemoroidektomi
Hemoroidektomi biasanya dilakukan di rumah sakit atau klinik khusus. Pada sebagian besar kasus, ini merupakan prosedur rawat jalan, artinya kamu bisa pulang pada hari yang sama. Namun, ada juga situasi tertentu yang mengharuskan kamu menginap.
Sebelum operasi, dokter akan memberikan instruksi persiapan, salah satunya berhenti makan sekitar 6–8 jam sebelum tindakan. Karena setelah operasi kamu tidak boleh langsung menyetir, jadi pastikan ada pendamping yang bisa mengantar pulang.
Saat tiba di ruang operasi, infus (IV) akan dipasang di lengan untuk memberikan obat-obatan pencegah infeksi, pembengkakan, dan perdarahan. Kamu akan diberi anestesi umum atau anestesi lokal dengan sedasi, sehingga bisa tidur nyenyak selama prosedur berlangsung.
Begitu tertidur, dokter bedah akan memasukkan alat berbentuk teropong kecil (scope) ke dalam anus untuk memeriksa wasir internal lebih dekat. Setelah itu, jaringan wasir dipotong menggunakan pisau bedah atau laser, lalu luka ditutup dengan jahitan yang bisa larut sendiri. Teknik ini disebut hemoroidektomi tertutup (closed hemorrhoidectomy).
Namun, dalam beberapa kondisi—misalnya area operasi terlalu luas atau ada risiko infeksi tinggi—dokter bisa membiarkan luka tanpa dijahit. Prosedur ini dikenal sebagai hemoroidektomi terbuka (open hemorrhoidectomy).
Ada pula pilihan lain bernama hemoroidopeksi, yang prosedurnya lebih sederhana. Dokter menggunakan stapler khusus untuk menghentikan aliran darah, mengangkat jaringan berlebih, dan “mengembalikan” wasir ke posisi semula. Meski prosesnya lebih cepat, tetapi prosedur ini punya risiko lebih tinggi wasir muncul kembali atau terjadi prolaps rektum.
Setelah operasi selesai, kamu akan dipindahkan ke ruang pemulihan. Di sana, tanda-tanda vital akan dipantau selama beberapa jam. Biasanya kamu sudah bisa minum, makan, dan bahkan bangun dari tempat tidur dalam hitungan jam. Jika kondisi stabil dan sepenuhnya sadar, kamu diperbolehkan untuk pulang.
Pemulihan

Setelah operasi, wajar jika kamu merasakan nyeri yang cukup kuat, terutama saat buang air besar. Sedikit perdarahan juga bisa terjadi. Dokter biasanya akan memberi instruksi khusus, dan sangat penting untuk mengikuti semua arahan tersebut.
Hari-hari pertama pascaoperasi
Efek obat bius juga bisa menimbulkan rasa mual dan lelah selama beberapa hari. Untuk pemulihan penuh, biasanya kamu butuh waktu istirahat selama satu hingga dua minggu sebelum kembali bekerja atau beraktivitas normal.
Mencegah sembelit
Salah satu kunci pemulihan adalah menghindari sembelit. Banyak minum air putih, serta mengonsumsi makanan tinggi serat, buah, dan sayuran akan sangat membantu. Dokter mungkin juga meresepkan obat pencahar ringan, seperti pelunak tinja, agar buang air besar lebih mudah dan tidak terlalu menyakitkan.
Mengelola rasa sakit
Dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri sederhana, seperti parasetamol atau ibuprofen. Dalam beberapa kasus, obat yang lebih kuat mungkin dibutuhkan. Jika nyeri di sekitar anus justru makin parah bukannya membaik, segera hubungi dokter.
Kontrol lanjutan
Beberapa waktu setelah operasi, dokter akan meminta kamu untuk kembali melakukan pemeriksaan ulang. Tujuannya untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik dan tidak ada komplikasi.
Potensi risiko dan komplikasi
Seperti halnya operasi lain, hemoroidektomi juga memiliki risiko tertentu. Meski prosedur ini tergolong aman, tetap ada kemungkinan munculnya masalah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Risiko jangka pendek
Segera setelah operasi, kamu mungkin mengalami beberapa efek samping, seperti terbentuknya gumpalan darah, reaksi terhadap obat bius, infeksi pada luka operasi, atau perdarahan berlebihan.
Komplikasi selama masa pemulihan
Dalam proses penyembuhan, ada kemungkinan pemulihan berjalan lebih lambat dari yang diharapkan. Beberapa pasien juga merasakan nyeri hebat meski sudah minum obat pereda nyeri, kesulitan buang air kecil karena nyeri (retensi urine), atau sembelit akibat takut dan sakit saat buang air besar.
Komplikasi jangka panjang
Dalam kasus yang jarang terjadi, hemoroidektomi bisa menimbulkan masalah jangka panjang. Misalnya, penyempitan saluran anus (stenosis anal) akibat jaringan parut yang berlebihan, atau kesulitan menahan buang air besar karena adanya kerusakan otot atau saraf (inkontinensia tinja).
Meski terdengar menakutkan, tetapi komplikasi serius sangat jarang terjadi, terutama bila operasi dilakukan dengan teknik yang tepat dan perawatan pascaoperasi diikuti dengan baik.
Infeksi setelah hemoroidektomi sebenarnya jarang terjadi. Namun, penting untuk tetap waspada dan segera menghubungi dokter jika muncul tanda-tanda ini:
Demam atau menggigil.
Mual dan muntah.
Nyeri yang makin parah.
Kemerahan pada area operasi.
Pembengkakan.
Keluar cairan berlebihan atau perdarahan hebat.
Sulit buang air kecil.
Sembelit lebih dari tiga hari meski sudah minum obat pencahar.
Gejala-gejala ini bisa menjadi sinyal adanya infeksi atau komplikasi lain yang perlu ditangani segera agar pemulihan tetap berjalan aman.
Hemoroidektomi tidak untuk semua orang
Meskipun hemoroidektomi bisa menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi wasir, tetapi prosedur ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Ada kondisi medis tertentu yang membuat operasi justru berisiko lebih besar menimbulkan komplikasi serius.
Dokter biasanya tidak merekomendasikan hemoroidektomi bagi orang dengan:
Kondisi imunosupresi, yaitu ketika daya tahan tubuh sangat lemah sehingga rentan terhadap infeksi.
Penyakit radang usus, karena operasi di area rektum dapat memperburuk peradangan.
Gangguan pembekuan darah, karena berisiko tinggi mengalami perdarahan berlebihan selama maupun setelah operasi.
Hipertensi portal, yaitu kondisi meningkatnya tekanan darah di pembuluh vena portal yang menghubungkan usus ke hati. Hemoroidektomi biasanya tidak disarankan karena risiko perdarahan lebih besar.
Sebelum memutuskan operasi, dokter akan menimbang kondisi kesehatan menyeluruh pasien untuk memastikan prosedur ini benar-benar aman dilakukan.
Apakah pemulihan pasca hemoroidektomi menyakitkan?

Rasa sakit setelah hemoroidektomi biasanya dinilai dengan visual analog scale (VAS), yaitu skala 1 sampai 10 untuk mengukur intensitas nyeri. Angka 10 berarti nyeri paling parah. Umumnya, tingkat nyeri berada pada kategori sedang hingga berat.
Namun, rasa sakit itu sangat subjektif, setiap orang bisa merasakannya berbeda meski menjalani prosedur yang sama. Kadang tidak ada alasan jelas mengapa sebagian orang merasakan nyeri lebih hebat dibanding yang lain. Meski begitu, beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan nyeri lebih parah, seperti adanya penyakit bawaan, infeksi, sembelit, atau bila operasi dilakukan dalam kondisi darurat.
Momen yang biasanya paling menyakitkan adalah buang air besar pertama kali setelah operasi. Namun, kabar baiknya, rasa sakit ini biasanya mulai berkurang setelah tiga hari, dan terus membaik dalam dua minggu berikutnya seiring tubuh beradaptasi dan luka operasi pulih.
Sebagian besar pasien dengan wasir yang bergejala biasanya merasakan keluhan berkurang dalam waktu sekitar seminggu setelah menjalani perawatan konservatif, sehingga hemoroidektomi sering kali tidak diperlukan. Namun, jika hemoroidektomi dibutuhkan, prosedur ini umumnya sangat efektif. Kamu harus berkomitmen pada perawatan pascaoperasi agar hasilnya optimal.
Jika sedang mempertimbangkan operasi, diskusikan dengan dokter mengenai teknik bedah yang paling sesuai, jenis anestesi yang akan digunakan, potensi risiko, serta tanyakan semua hal yang membuat kamu khawatir.
Referensi
"Hemorrhoidectomy." Cleveland Clinic. Diakses Agustus 2025.
"Haemorrhoidectomy." Healthdirect. Diakses Agustus 2025.
"Hemorrhoidectomy: What It Is, Why It’s Done." Healthline. Diakses Agustus 2025.
John Migaly and Zhifei Sun, “Review of Hemorrhoid Disease: Presentation and Management,” Clinics in Colon and Rectal Surgery 29, no. 01 (February 16, 2016): 022–029, https://doi.org/10.1055/s-0035-1568144.
"Hemorrhoidectomy: Everything You Need to Know." Verywell Health. Diakses Agustus 2025.