Kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan sejak waktu berbuka hingga sahur. Hidrasi yang baik membantu tubuh tetap berfungsi optimal selama berpuasa. Ia juga menyarankan ibu tetap menyusui atau memompa ASI secara rutin agar produksi tetap terjaga.
Meski banyak ibu dapat menjalani puasa dengan baik, pemantauan kondisi tetap penting. Jika merasa sangat lemas, pusing, atau tanda dehidrasi mulai muncul, sebaiknya puasa tidak dipaksakan.
Hal yang sama juga berlaku jika bayi menunjukkan tanda tidak mendapatkan ASI yang cukup. Dalam situasi tersebut, ibu dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisinya.
Pada akhirnya, keputusan untuk berpuasa saat menyusui tidak bisa disamaratakan. Kondisi kesehatan ibu, usia bayi, serta pola menyusui perlu dipertimbangkan.
Dokter Revina menegaskan bahwa kesehatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama selama menjalani ibadah di bulan Ramadan. Dengan persiapan nutrisi yang baik, hidrasi yang cukup, serta pemantauan kondisi tubuh, banyak ibu tetap dapat menjalani puasa sekaligus memberikan ASI secara optimal bagi buah hati.