Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Tandanya Kamu Diam-diam Sering Menggemeretakkan Gigi

Ilustrasi bruksisme atau menggemeretakkan gigi.
ilustrasi bruksisme atau menggemeretakkan gigi (IDN Times/NRF)
Intinya sih...
  • Bruksisme adalah kebiasaan menggemeretakkan atau mengatupkan gigi tanpa disadari, bisa terjadi saat tidur atau saat bangun.
  • Gejalanya melampaui suara gigi "krek-krek"; termasuk nyeri rahang, kepala, bahkan kerusakan gigi.
  • Penanganan dini dengan dokter gigi penting untuk mencegah komplikasi seperti kerusakan gigi dan masalah sendi rahang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menggemeretakkan gigi, atau istilah medisnya bruksisme, bisa terjadi tanpa disadari, terutama saat tertidur. Banyak orang baru tahu mereka punya kebiasaan ini setelah pasangan atau keluarga mendengar suara gigi saling bergesekan saat mereka tidur.

Bruksisme lebih dari sekadar "kebiasaan". Dalam jangka panjang, tekanan yang dihasilkan oleh gigi yang sering digesekkan atau dikatupkan secara kuat dapat berdampak pada struktur gigi, jaringan pendukungnya, bahkan sendi rahang.

Lebih mencengangkan lagi, banyak orang sama sekali tidak menyadari bahwa mereka melakukannya, sehingga gejala awal sering terabaikan sampai muncul masalah yang lebih serius.

Artikel ini akan memandu kamu mengenali tanda-tanda umum bruksisme, mengapa penting untuk mencari penanganan medis, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Table of Content

1. Suara "grinding" atau gemeretak yang diketahui orang di sekitarmu

1. Suara "grinding" atau gemeretak yang diketahui orang di sekitarmu

Salah satu tanda paling jelas kamu menggemeretakkan gigi adalah suara gesekan yang terdengar, terutama terjadi saat tidur. Pasangan atau orang yang berbagi kamar sering kali menjadi saksi pertama, suara yang didengar bisa cukup keras sampai mengganggu tidur mereka.

Kondisi ini dikenal sebagai sleep bruxism atau bruksisme saat tidur, yang sering kali tidak dirasakan si penderita karena berlangsung saat tidak sadar. Banyak orang baru tahu setelah pasangan melaporkan suara tersebut atau setelah pemeriksaan gigi menunjukkan pola aus yang khas.

Kesadaran dari orang di sekitar ini penting, karena tanpa pengamatan eksternal, kebiasaan ini bisa bertahan bertahun-tahun tanpa disadari hingga akhirnya dampaknya lebih serius.

2. Nyeri atau kaku di rahang, leher, dan otot wajah

Seorang perempuan mengalami nyeri rahang (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi seseorang mengalami nyeri rahang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Salah satu tanda yang sering muncul pada bruksisme adalah ketegangan otot rahang pada pagi hari. Otot yang dipakai untuk menggigit dan menggemeretakkan gigi terus-menerus bisa menjadi kaku, lelah, dan terasa pegal.

Rasa nyeri ini bisa menjalar ke sekitar wajah, leher, bahkan ke telinga. Kadang terasa mirip seperti nyeri telinga padahal sumbernya adalah ketegangan otot rahang.

Selain itu, banyak orang melaporkan rasa tidak nyaman saat membuka atau menutup mulut, atau bahkan terdengar bunyi "klik" di sendi temporomandibular (TMJ) saat mengunyah.

3. Kerusakan pada permukaan gigi

Gigi yang sering digesekkan kuat akan menunjukkan aus yang khas: permukaan enamel menjadi rata atau bahkan pecah, retak, atau terkelupas.

Dokter gigi biasanya menjadi orang pertama yang melihat tanda ini pada pemeriksaan rutin. Mereka bisa mengenali pola aus yang tidak biasa yang menunjukkan grinding kronis, bahkan jika kamu tidak menyadarinya.

Kerusakan yang berulang bisa membuat enamel terkikis sehingga lapisan bawah yang lebih sensitif muncul, menyebabkan nyeri terhadap suhu panas atau dingin, serta meningkatkan risiko sakit gigi dan infeksi.

4. Sakit kepala, terutama di area pelipis

Seorang perempuan mengalami sakit kepala di area pelipis.
ilustrasi sakit kepala (pexels.com/Atlantic Ambience)

Sakit kepala yang muncul terutama pada pagi hari atau setelah bangun tidur sering dikaitkan dengan bruksisme. Tekanan kuat yang dihasilkan otot rahang yang berkontraksi sepanjang malam memicu ketegangan otot kepala dan leher.

Rasa ini bisa mirip dengan sakit kepala tipe tegang, yang mana nyeri yang terasa seperti ditekan atau diikat di sekitar pelipis, dan kadang disalahartikan sebagai migrain, dan kadang disalahartikan sebagai migrain.

Jika kamu sering mengalami sakit kepala tanpa penyebab jelas selain rasa tegang di rahang atau gigi, ada kemungkinan kebiasaan menggemeretakkan gigi menjadi akar masalahnya.

5. Gigi sensitif atau nyeri saat mengunyah

Karena enamel menipis akibat gesekan yang berulang, sensitivitas gigi terhadap makanan atau minuman panas/dingin bisa menjadi tanda bahwa menggemeretakkan gigi terjadi secara terus-menerus.

Selain itu, tekanan yang terus terjadi bisa membuat gigi terasa nyeri saat mengunyah makanan yang biasa kamu makan tanpa masalah.

Sensitivitas ini sering berkembang perlahan sehingga banyak orang menganggapnya ringan pada awalnya, padahal ini adalah salah satu indikator utama bahwa ada gaya destruktif yang bekerja pada struktur gigi.

6. Gigi pecah, retak, atau longgar

Seorang laki-laki mengalami gigi retak.
ilustrasi seorang laki-laki mengalami gigi retak (freepik.com/krakenimages.com)

Dalam kasus yang lebih parah, bruksisme yang berlangsung lama bisa menyebabkan retaknya gigi atau bahkan gigi menjadi longgar, terutama jika kondisi ini berlangsung bertahun-tahun tanpa perawatan.

Dokter gigi sering menemukan gigi yang aus akibat bruksisme menunjukkan tanda-tanda stres mekanis, seperti retakan kecil di enamel, atau bahkan kerusakan pada restorasi gigi seperti tambalan atau mahkota.

Jika tidak ditangani, masalah ini dapat berkembang menjadi kebutuhan perawatan yang lebih invasif, seperti pemasangan crowns, perawatan saluran akar, atau prosedur ortodontik.

Kapan harus ke dokter gigi dan kenapa bruksisme harus ditangani?

Bruksisme tidak selalu memerlukan perawatan jika gejalanya ringan dan tidak menyebabkan nyeri atau kerusakan yang signifikan. Namun, kamu harus menemui dokter gigi atau tenaga medis yang kompeten jika kamu mengalami:

  • Nyeri rahang terus-menerus atau pembengkakan.
  • Kerusakan nyata pada gigi (retak, pecah, aus berat).
  • Sakit kepala kronis atau gangguan tidur yang mengganggu kualitas hidup.

Penanganan dini penting karena bruksisme bisa memicu komplikasi seperti kerusakan permanen pada gigi, gangguan TMJ, serta masalah tidur dan nyeri yang berulang.

Dokter gigi bisa menilai tingkat keparahan, menentukan apakah ada penyebab medis yang mendasari, serta merencanakan strategi perawatan, mulai dari pelindung mulut khusus (night guard), perubahan gaya hidup, hingga rujukan untuk evaluasi gangguan tidur jika diperlukan.

Bruksisme bisa menjadi masalah tersembunyi yang perlahan merusak gigi kamu dan menyebabkan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan. Karena sering terjadi saat tidur atau tidak disadari, banyak orang baru menyadari kondisinya setelah muncul gejala seperti nyeri rahang, sakit kepala, atau kerusakan gigi.

Dengan mengenali tanda-tanda di atas, kamu dapat mengambil langkah awal untuk mengevaluasinya bersama dokter gigi. Penanganan yang cepat tidak hanya melindungi kesehatan gigi dan rahang, tetapi juga meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan sehari-hari.

Referensi

“Bruxism (Teeth Grinding): Symptoms and Management.” Cedars-Sinai. Diakses Februari 2026.

“Bruxism (Teeth Grinding), Symptoms and Management.” Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.

“Bruxism.” Johns Hopkins Medicine. Diakses Februari 2026.

“Bruxism (Teeth Grinding), Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Menu Latihan Lari Interval untuk Meningkatkan Performa Tubuh

03 Feb 2026, 15:02 WIBHealth
Ilustrasi barre exercise.

Apa Itu Barre Exercise?

03 Feb 2026, 05:05 WIBHealth