- Fleksibilitas dan mobilitas meningkat: Karena terinspirasi dari balet, barre melibatkan banyak gerakan peregangan seperti yang dilakukan penari. Hasilnya, tubuh jadi lebih lentur dan sendi lebih bebas bergerak.
- Otot jadi lebih kuat: Semua jenis latihan dengan beban—baik itu kalistenik, angkat beban, maupun barre—bisa membantu meningkatkan kekuatan dan massa otot. Barre melatih otot dengan gerakan kecil namun fokus dan terkontrol.
- Daya tahan tubuh yang lebih baik: Latihan barre menekankan pada ketahanan, posisi yang tepat, dan pengulangan. Kamu sering diminta menahan satu posisi cukup lama dan mengulang gerakan berkali-kali, meski tanpa beban berat. Ini membuat otot terbiasa bekerja lebih lama tanpa cepat lelah.
- Nyeri sendi berkurang: Barre termasuk olahraga low-impact, jadi tekanannya ke sendi lebih kecil. Risiko cedera jadi lebih rendah, dan cocok juga untuk individu yang memiliki masalah sendi atau sedang dalam masa pemulihan.
- Postur tubuh lebih bagus: Banyak gerakan barre fokus ke otot perut dan inti tubuh (core). Selain membuat perut lebih kuat dan kencang, ini juga membantu memperbaiki postur, keseimbangan, dan kelincahan tubuh.
- Nyeri punggung bawah berkurang: Karena barre memperkuat otot inti dan memperbaiki postur, tekanan di punggung bawah jadi berkurang. Alhasil, risiko sakit pinggang atau pegal di area tersebut juga menurun.
Apa Itu Barre Exercise?

- Barre exercise adalah latihan berdampak rendah yang menggabungkan elemen yoga, pilates, dan balet.
- Metode barre diciptakan oleh Lotte Berk, seorang penari balet Jerman pada tahun 1940-an.
- Manfaat dari barre exercise antara lain meningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot, daya tahan tubuh, dan postur tubuh yang lebih baik.
Tren olahraga sekarang bukan hanya soal membakar kalori, tetapi juga gaya hidup dan kenyamanan. Banyak orang mulai mencari jenis latihan yang tidak monoton, tetap efektif, dan membuat badan terasa lebih hidup. Dari sinilah muncul berbagai metode workout baru yang unik, salah satunya adalah barre exercise.
Sekilas, barre terlihat seperti gabungan balet, yoga, dan pilates. Gerakannya lembut, penuh kontrol, dan tampak elegan. Namun, di balik itu, ada latihan intens yang menargetkan otot-otot inti, kaki, lengan, dan postur tubuh. Untuk kamu yang penasaran apa sebenarnya barre exercise dan kenapa banyak orang ketagihan, yuk simak penjelasan di bawah ini.
Table of Content
1. Apa itu barre exercise?
Barre adalah latihan berdampak rendah yang menggabungkan berbagai elemen yoga, pilates, dan balet ke dalam satu rutinitas kebugaran fisik.
Kendati namanya diambil dari pegangan tangan statis yang digunakan dalam balet, tetapi latihan ini bukan hanya untuk penari. Orang-orang dari berbagai latar belakang bisa melakukan barre karena fokusnya pada latihan kekuatan, fleksibilitas, daya tahan otot, dan pengaktifan otot inti.
Seperti yoga, ada banyak jenis kelas barre yang berbeda. Beberapa lebih menekankan pada kardio. Yang lain lebih fokus pada bentuk dan teknik dengan transisi yang lebih lambat antar gerakan. Kelas biasanya berlangsung 30 hingga 45 menit termasuk pemanasan dan pendinginan.
2. Sejarah barre
Metode barre diciptakan oleh Lotte Berk, seorang penari balet Jerman pada tahun 1940-an.
Setelah pulih dari cedera punggung, ia menciptakan gaya latihan ini dengan menggabungkan pelatihan tari dengan terapi fisik, dan akhirnya membuka studio barre di London.
Selama bertahun-tahun, latihan ini terus berkembang. Meskipun gerakan yang kamu lihat di kelas barre atau video YouTube saat ini masih berdasarkan postur dari balet, tetapi sebenarnya gerakan tersebut juga mudah diakses oleh non penari.
3. Manfaat

Ada banyak keuntungan yang didapat dengan mencoba kelas barre:
4. Siapa yang dapat memperoleh manfaat dari barre?
Latihan barre dapat bermanfaat bagi orang-orang yang mencari latihan seluruh tubuh berdampak rendah yang membantu membangun kekuatan dan meningkatkan fleksibilitas. Ini sangat membantu bagi mereka yang menginginkan latihan yang lembut pada persendian tetapi tetap efektif. Pertimbangkan untuk mencoba latihan barre jika kamu:
- Sedang dalam pemulihan dari cedera atau mengelola nyeri sendi.
- Mantan penari atau menikmati gerakan yang terstruktur dan anggun.
- Ingin meningkatkan postur dan kekuatan inti, terutama jika kamu menghabiskan waktu lama dengan duduk.
- Mengatasi inkontinensia urine atau masalah dasar panggul.
- Bosan dengan rutinitas latihan dan ingin mencoba sesuatu yang baru.
5. Apa saja potensi risikonya?
Latihan barre umumnya berisiko rendah, tetapi beberapa masalah potensial mungkin termasuk:
- Tantangan keseimbangan bagi pemula, karena beberapa gerakan membutuhkan stabilitas dan koordinasi.
- Kesulitan mengelola form, terutama dalam gerakan kecil dan terkontrol, yang dapat membebani sendi atau otot.
- Kurangnya intensitas kardiovaskular bagi mereka yang mencari pelatihan intensitas tinggi.
Instruksi yang tepat, perhatian pada form, dan mendengarkan tubuh dapat membantu meminimalkan risiko ini.
Intinya, barre adalah latihan yang terinspirasi oleh balet. Latihan ini memberikan cara yang efektif untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan postur tubuh sekaligus lembut pada persendian. Dengan latihan yang konsisten, barre dapat membantu mengencangkan otot, meningkatkan fleksibilitas, dan meningkatkan kesadaran tubuh.
Referensi
Cleveland Clinic. Diakses pada Januari 2026. "Behind Barre: What It Is and How To Make It Work for You."
Healthline. Diakses pada Januari 2026. "What Is a Barre Workout?"
Today. Diakses pada Januari 2026. "What is Barre? How The Low-impact Workout Sculpts Lean Muscle."
Women's Health. Diakses pada Januari 2026. "These Are All The Benefits You Get From A Barre Workout, According To Instructors."


















