Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenkes Sasar 290 Ribu Tenaga Medis dan Kesehatan Dapatkan Vaksin MR

Kemenkes Sasar 290 Ribu Tenaga Medis dan Kesehatan Dapatkan Vaksin MR
ilustrasi vaksinasi (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Kemenkes meluncurkan imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi 290 ribu tenaga medis, tenaga kesehatan, dan dokter internship di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi.
  • Pemberian vaksin dimulai 10 April 2026 di rumah sakit masing-masing, dengan dosis disesuaikan riwayat imunisasi sebelumnya agar perlindungan terhadap campak lebih optimal.
  • Meski tren kasus campak nasional menurun signifikan sejak awal 2026, Kemenkes tetap waspada dan mempercepat capaian imunisasi di daerah dengan angka penularan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memulai pencanangan imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan serta dokter internship. Vaksin dewasa ini menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia.

"Kemenkes senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak. Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan sekaligus membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia," kata Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni yang dikutip dari situs resmi.

Ketentuan penerima vaksin

Pemberian imunisasi MR bagi tenaga kesehatan telah dimulai sejak 10 April 2026 di masing-masing rumah sakit tempat mereka bekerja, dengan dosis 0,5 ml yang diberikan secara subkutan. Ketentuan pemberian didasarkan pada riwayat imunisasi sebelumnya, yakni:

  • Tenaga kesehatan dengan riwayat dua dosis tidak perlu divaksin kembali.
  • Mereka yang menerima satu dosis akan mendapatkan satu dosis tambahan.
  • Bagi yang belum memiliki riwayat imunisasi diwajibkan menerima dua dosis dengan interval minimal 28 hari.

Kegiatan kick-off dilaksanakan serentak di enam rumah sakit perwakilan, yaitu RSUP H. Adam Malik (Medan), RSUP Dr. Mohammad Hoesin (Palembang), RS Pusat Otak Nasional (Jakarta), RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso (Jakarta), RSUD Kota Bandung, dan RS Kemenkes Makassar CPI.

Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, menyambut baik program ini. Dia berharapan kejadian campak pada orang dewasa, khususnya tenaga kesehatan, dapat dicegah karena riwayat imunisasi sebelumnya belum tentu memberikan perlindungan optimal. RSUP Adam Malik sendiri menargetkan 160 tenaga kesehatan menerima vaksin.

Tren kasus menurun, tapi perlu tetap waspada

Ilustrasi vaksinasi pada orang dewasa.
ilustrasi vaksinasi pada orang dewasa (IDN Times/NRF)

Berdasarkan data surveilans Kemenkes, tren kasus penyakit campak nasional menunjukkan penurunan signifikan. Pada minggu ke-1 tahun 2026, tercatat sebanyak 2.220 kasus yang menjadi puncaknya, kemudian menurun menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.

RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso mencatat lonjakan kasus campak yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga April 2026 saja sudah hampir 70 pasien yang mereka tangani. Pihaknya berkomitmen mendistribusikan vaksin secara bertahap kepada seluruh karyawan.

Meski tren menurun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di 14 provinsi dengan kasus tertinggi, termasuk Aceh, Sumatra Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat. Selain itu, capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di 10 kabupaten/kota terdampak terus dikejar. Per 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai 100 persen, diikuti Kabupaten Bima (80,8 persen) dan Kota Palembang (60,9 persen).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More