ilustrasi minuman berkafein (freepik.com/freepik)
Ketika menjalankan ibadah puasa, umat muslim rentan sekali mengalami dehidrasi. Pastikan kamu mengonsumsi air mineral yang cukup. Namun, tidak semua jenis minuman baik untuk tubuh.
Sebaiknya, hindari minuman berkafein dan berkarbonasi. Beragam jenis es teh dan kopi kekinian memang menggoda, tetapi jenis minuman ini sering membuatmu buang air kecil. Kandungan kafein juga menimbulkan gejala tidak nyaman pada perut. Sedangkan minuman bersoda menimbulkan perut cepat begah dan kembung.
Sekarang, kamu sudah mengetahui alasan-alasan asam lambung naik ketika puasa Ramadan. Kamu bisa mengubah pola hidup yang sehat supaya gejala sakit lambung tidak kembali. Semoga kamu tetap sehat di bulan Ramadan ini.
Referensi
"Fasting and Digestive Disorders". Cleveland Clinic. Diakses pada Maret 2026.
"Stomach Acid Interferes When Fasting? Here's How to Overcome It". EMC Healthcare. Diakses pada Maret 2026.
Dadung, P. (2025). Hubungan Stress Dan Kebiasaan Makan Dengan Kejadian Gastroesophageal Refluks Disease (Gerd) Pada Masyarakat Kelurahan Kaleke Kabupaten Banggai. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah, 14(1), 11-18.
Azer SA, Goosenberg E. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) [Updated 2025 Jul 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan.