ilustrasi sakit kepala (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Asap karhutla mengandung banyak sekali campuran senyawa kimia beracun, mulai dari gas hingga partikel-partikel kecil yang sangat halus. Partikel-partikel halus ini sering disebut dengan material partikulat (PM) yang berukuran sekitar 10 hingga 2,5 mikron atau lebih kecil. Jika dibayangkan, ukuran partikel ini tak lebih besar dari diameter rambut manusia karena saking halusnya.
Mengutip dari jurnal Neurology tahun 2025, asap kebakaran hutan merupakan campuran kompleks partikel berukuran sangat halus, senyawa organik volatil, dan gas iritan seperti nitrogen dioksida dan ozon. Semua komponen-komponen tersebut berpotensi menimbulkan efek berbahaya pada sistem saraf melalui berbagai jalur. Di mana pada akhirnya, memengaruhi sistem neurologis dan menyebabkan sakit kepala.
Mekanisme bagaimana asap karhutla menyebabkan sakit kepala masih belum dipahami dengan jelas, sebab masih terbatasnya studi yang tersedia. Namun, para ahli beranggapan, bahwa materi partikulat dalam asap karhutla ini bisa melewati sawar darah-otak melalui transportasi sistem aksonal saraf sinus mencapai otak. Sedangkan gas beracun dapat mengaktifkan saraf sensorik di saluran pernapasan yang menyebabkan timbulnya gangguan neurologis melalui stres oksidatif dan peradangan pada sistem saraf. Stres oksidatif dan peradangan inilah yang kemudian memicu timbulnya gejala sakit kepala setelah terpapar asap karhutla.