ilustrasi demensia (pexels.com/Kampus Production)
Selain sakit kepala, asap karhutla juga bisa berdampak pada beberapa masalah neurologis lainnya. Dikutip dari jurnal berjudul “Wildfire Smoke and Its Neurological Impact” tahun 2025, dalam sejumlah studi terbatas, asap kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko demensia dan penyakit serebrovaskular. Paparan akut dari asap kebakaran hutan dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif dalam beberapa jam atau hari setelah paparan.
Tak berhenti di situ, asap karhutla ternyata juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Masih dari studi yang sama, disebutkan bahwa asap karhutla dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan umum dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Di mana risiko ini meningkat ketika paparan asap terjadi dalam episode asap kronis dan terus-menerus.
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengandung banyak sekali campuran senyawa kimia berbahaya. Senyawa-senyawa ini selain memengaruhi sistem pernapasan juga bisa menyebabkan gangguan pada sistem neurologis. Salah satu akibat yang sering dilaporkan adalah asap kebakaran hutan menyebabkan sakit kepala karena menyebabkan stres oksidatif dan peradangan di dalam sistem saraf.
Referensi
“Wildfire Smoke Pollution Linked to Increased Migraines”. European Medical Journal (EMJ). Diakses Agustus 2026.
“Wildfire smoke exposure and emergency department visits for headache: A case-crossover analysis in California, 2006–2020L. Headache. Diakses Agustus 2026.
“Wildfire smoke and its neurological impact”. National Library of Medicine. Diakses Agustus 2026.
“How wildfires and climate change impact headache and migraine symptoms”. WHYY. Diakses Agustus 2026.