Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Bau Mulut Saat Puasa Lebih Parah? Ini Cara Mengatasinya

Kenapa Bau Mulut Saat Puasa Lebih Parah? Ini Cara Mengatasinya
ilustrasi bau mulut (vecteezy.com/Rattanakun thongbun)
Intinya Sih
  • Bau mulut saat puasa terjadi karena produksi air liur menurun, mulut kering, serta aktivitas bakteri meningkat akibat tubuh kekurangan cairan.

  • Faktor lain seperti pembentukan keton dari pembakaran lemak, peningkatan asam lambung, dan konsumsi makanan beraroma tajam.

  • Untuk mengatasinya, jaga hidrasi tubuh, bersihkan gigi dan lidah secara rutin, gunakan obat kumur antibakteri, serta hindari makanan penyebab bau.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kenapa bau mulut saat puasa lebih parah? Pertanyaan ini sering muncul setiap kali Ramadan tiba. Banyak orang merasa napasnya jadi kurang segar meski sudah menyikat gigi saat sahur.

Sebenarnya, bau mulut saat puasa adalah kondisi yang wajar dan berkaitan dengan penurunan produksi air liur serta perubahan metabolisme tubuh. Agar lebih memahami penyebabnya secara jelas sekaligus tahu cara mengatasinya, simak uraian berikut.

Table of Content

1. Kenapa bau mulut saat puasa lebih parah?

1. Kenapa bau mulut saat puasa lebih parah?

Bau mulut saat puasa terasa lebih parah karena produksi air liur menurun akibat tubuh tidak mendapat asupan cairan dalam waktu lama. Kondisi ini membuat mulut menjadi lebih kering sehingga bakteri mudah berkembang dan menghasilkan senyawa berbau tidak sedap.

Ditambah lagi, saat tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi, terbentuklah keton yang juga bisa memicu aroma khas pada napas. Selain itu, perubahan pola makan saat sahur dan berbuka, peningkatan asam lambung, serta kebersihan mulut yang kurang optimal ikut memperburuk kondisi ini.

2. Penyebab bau mulut saat puasa dari sisi medis

Penyebab bau mulut saat puasa dari sisi medis
ilustrasi bau mulut (freepik.com/Stockking)

Bau mulut saat puasa bukan sekadar karena “tidak makan dan minum”, tetapi dipengaruhi oleh beberapa proses biologis di dalam tubuh dan rongga mulut. Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Penurunan produksi air liur (Saliva)

Menurut drg. Desiana Radithia, Sp.PM(K), dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, bau mulut saat puasa terutama disebabkan oleh berkurangnya produksi saliva. Air liur memiliki fungsi penting sebagai pembersih alami rongga mulut. Secara mekanis, saliva membantu membersihkan sisa makanan, plak, serta mikroorganisme yang terus terbentuk di dalam mulut.

Ketika produksi saliva menurun akibat dehidrasi ringan selama puasa, mulut menjadi kering (xerostomia). Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah berkembang biak dan menghasilkan senyawa volatil sulfur (volatile sulfur compounds/VSC) yang berbau tidak sedap. Di sisi lain, meski sebagian mikroorganisme bisa mati karena kondisi kering, sisa mikroorganisme yang tidak terangkat justru dapat menimbulkan aroma kurang sedap.

  • Produksi keton saat pembakaran lemak

Saat tidak ada asupan makanan dalam waktu lama, tubuh mulai membakar cadangan lemak sebagai sumber energi. Proses ini menghasilkan zat yang disebut keton. Keton dapat keluar melalui napas dan menimbulkan aroma khas yang terkadang terasa lebih tajam atau asam.

  • Peningkatan asam lambung

Perubahan pola makan saat Ramadan, misalnya konsumsi makanan berlemak atau pedas saat berbuka, dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Pada beberapa orang, asam lambung yang naik bisa memengaruhi aroma napas. Jika asam lambung tidak terkontrol, aroma tidak sedap dapat muncul dari saluran pencernaan dan tercium melalui napas.

  • Konsumsi makanan beraroma tajam

Beberapa makanan seperti bawang putih, bawang merah, dan makanan berbumbu kuat mengandung senyawa sulfur. Senyawa ini dapat diserap ke dalam aliran darah, kemudian dikeluarkan melalui paru-paru saat bernapas. Akibatnya, aroma tidak sedap bisa bertahan lama meskipun gigi sudah disikat.

3. Cara mengatasi bau mulut saat puasa

Bau mulut saat puasa wajar terjadi, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan langkah tepat, kamu tetap bisa menjalani puasa dengan lebih percaya diri tanpa khawatir aroma napas mengganggu. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Jaga keseimbangan cairan tubuh

Pastikan mencukupi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur agar tubuh tetap terhidrasi. Air putih membantu menjaga produksi saliva tetap optimal sehingga mulut tidak kering dan bakteri tidak berkembang berlebihan. Sebaiknya hindari minuman seperti kopi, teh berkafein, dan soda karena bisa meningkatkan pengeluaran cairan tubuh dan memperparah kondisi mulut kering.

  • Perhatikan kebersihan gigi dan lidah

Menyikat gigi minimal dua kali sehari, terutama setelah sahur dan sebelum tidur. Penting juga untuk menghilangkan sisa makanan dan plak. Jangan lupa membersihkan permukaan lidah karena bakteri sering menumpuk pada area tersebut.

  • Gunakan obat kumur antibakteri

Obat kumur yang mengandung bahan aktif seperti chlorhexidine atau Cetylpyridinium chloride dapat membantu mengurangi jumlah bakteri di rongga mulut. Gunakan setelah menyikat gigi untuk perlindungan tambahan dan menjaga napas tetap segar lebih lama. Namun, gunakan sesuai anjuran agar tidak mengganggu keseimbangan flora alami mulut.

  • Hindari makanan pemicu bau menyengat

Batasi konsumsi makanan yang mengandung senyawa sulfur seperti bawang putih, bawang merah, dan makanan berbumbu tajam. Senyawa ini bisa diserap ke dalam aliran darah dan dikeluarkan melalui napas sehingga baunya bertahan lebih lama. Sebagai alternatif, pilih makanan yang lebih ringan dan tidak terlalu tajam aromanya saat sahur maupun berbuka.

Jadi, alasan kenapa bau mulut saat puasa lebih parah berkaitan erat dengan kondisi mulut yang kering dan aktivitas bakteri yang meningkat. Kondisi ini wajar terjadi saat Ramadan dan bukan berarti kamu tidak menjaga kebersihan diri. Semoga informasi ini membantu, ya.

FAQ seputar kenapa bau mulut saat puasa lebih parah

Kenapa bau mulut saat puasa terasa lebih menyengat?

Karena produksi air liur menurun akibat tidak minum seharian. Mulut yang kering membuat bakteri lebih cepat berkembang dan menghasilkan bau tidak sedap.

Apakah bau mulut saat puasa normal?

Ya, ini kondisi yang umum terjadi. Perubahan metabolisme tubuh dan pembakaran lemak saat puasa memang bisa memicu aroma napas yang berbeda.

Apakah menyikat gigi saja cukup untuk mencegah bau mulut saat puasa?

Belum tentu. Selain menyikat gigi, membersihkan lidah dan menjaga asupan cairan saat sahur dan berbuka juga penting.

Referensi

"Causes and Ways to Overcome Bad Breath When Fasting". EMC Healthcare. Diakses Februari 2026.
"Fresh Breath During Ramadan: UNS Expert Shares Tips to Prevent Bad Breath While Fasting". UNS. Diakses Februari 2026.
"Three Easy Ways To Prevent Bad Breath While Fasting". UNAIR. Diakses Februari 2026.
"Know How to Prevent Smelly Breath During Fasting". Darya-Varia Laboratoria. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Health

See More