ilustrasi seseorang sedang flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Kondisi tubuh sebelum dan selama sakit juga ikut menentukan seberapa berat gejala flu yang dirasakan. Kurang tidur, stres berkepanjangan, pola makan yang kurang baik, dan dehidrasi dapat memengaruhi kinerja sistem kekebalan tubuh.
Ketika tubuh kurang mendapatkan waktu untuk beristirahat, proses pemulihan dari infeksi bisa menjadi lebih lambat. Sebaliknya, tidur yang cukup, asupan nutrisi yang baik, dan konsumsi cairan yang memadai dapat membantu tubuh menghadapi infeksi dengan lebih baik.
Perbedaan gejala flu terjadi karena tubuh setiap orang memiliki kondisi yang berbeda. Sistem imun, usia, riwayat paparan virus, vaksinasi, kondisi kesehatan, faktor genetik, serta gaya hidup dapat memengaruhi bagaimana infeksi influenza berkembang. Itulah sebabnya, flu yang sama bisa terasa seperti pilek ringan bagi satu orang, tetapi menyebabkan demam tinggi dan nyeri tubuh yang berat bagi orang lain.
Referensi
CDC. Diakses pada Juli 2026. "Clinical Signs and Symptoms of Influenza."
CDC. Diakses pada Juli 2026. "Signs and Symptoms of Flu."
Cleveland Clinic. Diakses pada Juli 2026. "Flu (Influenza)."
Fred Hutch. Diakses pada Juli 2026. "Why Does Flu Make Some People Sick, but Not Others?"
Mayo Clinic. Diakses pada Juli 2026. "Influenza (flu) Symptoms and Causes."
Medical News Today. Diakses pada Juli 2026. "Flu: Symptoms, Treatment, Contagiousness."