Meski terasa mengganggu, sebisa mungkin hindari menggaruk luka. Garukan dapat membuat jaringan yang baru terbentuk kembali rusak dan meningkatkan risiko masuknya bakteri.
Ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi rasa gatal. Menjaga area luka tetap bersih dan tidak terlalu kering dapat membantu mengurangi iritasi. Pada luka yang sesuai, petroleum jelly atau salep tanpa pewangi dapat dioleskan tipis untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
Kompres dingin menggunakan kain bersih selama sekitar 10–15 menit juga dapat membantu menenangkan aktivitas saraf di sekitar luka. Jika terasa sangat gatal, obat antihistamin yang dijual bebas terkadang dapat digunakan, tetapi sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain.
Untuk mencegah luka tidak sengaja tergaruk, terutama ketika tidur, kamu bisa melindunginya dengan memasang perban yang tidak menempel langsung pada luka.
Kesimpulannya, luka yang gatal saat mulai sembuh merupakan bagian yang cukup umum dari proses penyembuhan. Aktivitas sistem kekebalan tubuh, regenerasi saraf, pembentukan jaringan baru, hingga kulit yang mengering dapat berkontribusi terhadap munculnya sensasi tersebut.
Selama tidak disertai tanda-tanda infeksi atau keluhan yang makin parah, rasa gatal biasanya akan berkurang seiring kulit pulih dan saraf kembali beradaptasi.
Referensi
City MD. Diakses pada September 2026. "Why do Wounds Itch? How the Body Heals."
Harvard Apparatus Regen. Diakses pada September 2026. "Why Wounds Itch As They Heal (September 2026) Guide."
Klarity. Diakses pada September 2026. "Post Wound Itch: Causes and Remedies."
The Wound Pros. Diakses pada September 2026. "Top Pointers To Finding Out If Itching Is a Sign of Wound Healing or Infection."