Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Luka Bisa Terasa Gatal saat Mulai Sembuh?
ilustrasi luka yang mulai sembuh terasa gatal (magnific.com/karlyukav)
  • Rasa gatal saat luka mulai sembuh umumnya muncul karena histamin dan zat peradangan merangsang saraf ketika tubuh memperbaiki jaringan yang rusak.

  • Regenerasi saraf, pembentukan jaringan baru, serta keropeng dan kulit kering dapat membuat area luka lebih sensitif dan terasa gatal.

  • Gatal perlu diwaspadai bila disertai nanah, bau, kemerahan meluas, demam, atau nyeri memburuk; hindari menggaruk dan jaga luka tetap bersih.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa luka yang mulai mengering justru terasa gatal? Entah itu luka karena tergores, terjatuh, atau bekas operasi kecil, rasa gatal sering muncul ketika kondisi luka mulai membaik. Rasanya bisa mengganggu, membuat kamu ingin menggaruknya.

Sensasi tersebut nyatanya bisa menjadi bagian dari proses alami tubuh dalam memperbaiki kulit yang rusak. Saat luka mulai pulih, berbagai proses biologis berlangsung secara bersamaan, mulai dari aktivitas sistem kekebalan tubuh hingga pertumbuhan jaringan dan regenerasi saraf.

Lantas, kenapa luka terasa gatal saat mulai sembuh? Berikut penjelasannya.

1. Tubuh sedang aktif memperbaiki jaringan yang rusak

Ketika kulit mengalami luka, tubuh langsung mengaktifkan mekanisme penyembuhan. Sistem kekebalan tubuh mengirimkan berbagai sel ke area yang terluka untuk melawan kuman sekaligus membantu memperbaiki jaringan.

Dalam proses tersebut, tubuh melepaskan histamin dan berbagai zat kimia lain yang berperan dalam peradangan. Histamin membantu meningkatkan aliran darah ke area luka dan menarik sel-sel yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan.

Di sisi lain, histamin juga dapat merangsang serabut saraf tertentu yang berkaitan dengan sensasi gatal. Akibatnya, ketika tubuh sedang sibuk memperbaiki luka, otak bisa menerima sinyal yang terasa seperti rasa gatal. Jadi, rasa gatal tersebut sebenarnya merupakan salah satu efek samping dari aktivitas penyembuhan tubuh.

2. Saraf di sekitar luka mulai tumbuh kembali

Luka tidak hanya merusak permukaan kulit. Jika cukup dalam, luka juga dapat memengaruhi ujung-ujung saraf yang berada di jaringan kulit.

Saat proses penyembuhan berlangsung, jaringan baru mulai terbentuk dan serabut saraf yang sebelumnya mengalami kerusakan perlahan beregenerasi. Namun, saraf yang sedang tumbuh kembali belum sepenuhnya matang sehingga terkadang menjadi lebih sensitif.

Saraf tersebut dapat mengirimkan sinyal yang tidak biasa ke otak. Salah satunya berupa sensasi gatal, meskipun sebenarnya tidak ada sesuatu yang menyentuh atau mengiritasi kulit. Itulah sebabnya luka yang sudah mulai menutup terkadang justru terasa lebih gatal dibandingkan ketika luka masih baru.

3. Keropeng dan kulit yang mengering bisa memicu gatal

ilustrasi kulit gatal (magnific.com/magnific)

Perubahan fisik pada kulit juga dapat menyebabkan rasa gatal. Ketika luka mengering, biasanya terbentuk keropeng yang berfungsi sebagai pelindung sementara bagi jaringan di bawahnya. Seiring proses penyembuhan, kulit di sekitar luka juga dapat menjadi lebih kering dan terasa tertarik.

Keropeng yang mengeras dapat memberikan tekanan atau tarikan kecil pada kulit di sekitarnya. Kondisi tersebut kemudian merangsang ujung saraf dan menimbulkan sensasi gatal.

Karena itu, makin kering area luka, rasa gatal terkadang terasa makin mengganggu. Namun, jangan mengopek keropeng karena itu bisa membuka kembali luka dan memperlambat proses penyembuhan.

4. Kapan rasa gatal pada luka perlu diwaspadai?

Sebagian besar rasa gatal pada luka merupakan hal normal. Namun, tidak semua gatal berarti luka sembuh dengan baik. Rasa gatal perlu lebih diperhatikan jika disertai tanda-tanda lain, seperti kemerahan dan pembengkakan yang meluas, kulit di sekitar luka terasa panas, keluar nanah, muncul bau tidak sedap, atau rasa sakit makin parah.

Demam atau munculnya garis merah yang menjalar dari area luka juga dapat menjadi tanda adanya infeksi. Selain itu, rasa gatal yang sangat parah, terus-menerus, atau tetap muncul setelah luka seharusnya sudah sembuh juga sebaiknya tidak diabaikan. Jika mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya temui tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.

5. Cara mengurangi rasa gatal pada luka

Meski terasa mengganggu, sebisa mungkin hindari menggaruk luka. Garukan dapat membuat jaringan yang baru terbentuk kembali rusak dan meningkatkan risiko masuknya bakteri.

Ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi rasa gatal. Menjaga area luka tetap bersih dan tidak terlalu kering dapat membantu mengurangi iritasi. Pada luka yang sesuai, petroleum jelly atau salep tanpa pewangi dapat dioleskan tipis untuk membantu menjaga kelembapan kulit.

Kompres dingin menggunakan kain bersih selama sekitar 10–15 menit juga dapat membantu menenangkan aktivitas saraf di sekitar luka. Jika terasa sangat gatal, obat antihistamin yang dijual bebas terkadang dapat digunakan, tetapi sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain.

Untuk mencegah luka tidak sengaja tergaruk, terutama ketika tidur, kamu bisa melindunginya dengan memasang perban yang tidak menempel langsung pada luka.

Kesimpulannya, luka yang gatal saat mulai sembuh merupakan bagian yang cukup umum dari proses penyembuhan. Aktivitas sistem kekebalan tubuh, regenerasi saraf, pembentukan jaringan baru, hingga kulit yang mengering dapat berkontribusi terhadap munculnya sensasi tersebut.

Selama tidak disertai tanda-tanda infeksi atau keluhan yang makin parah, rasa gatal biasanya akan berkurang seiring kulit pulih dan saraf kembali beradaptasi.

Referensi

City MD. Diakses pada September 2026. "Why do Wounds Itch? How the Body Heals."

Harvard Apparatus Regen. Diakses pada September 2026. "Why Wounds Itch As They Heal (September 2026) Guide."

Klarity. Diakses pada September 2026. "Post Wound Itch: Causes and Remedies."

The Wound Pros. Diakses pada September 2026. "Top Pointers To Finding Out If Itching Is a Sign of Wound Healing or Infection."

Curated For You

Editorial Team

Related Article