“Acute Respiratory Disease.” Healthline. Diakses September 2026.
“What You Need to Know About Respiratory Infections.” Teacher Retirement System of Texas (TRS). Diakses September 2026.
“Acute Respiratory Infections.” Cape Verde Health Network (CVHNC). Diakses September 2026.
“Acute Respiratory Infection (ARI).” NHS Inform. Diakses September 2026.
Apakah ISPA Menular? Kenali Penyebab dan Cara Penyebarannya!

- ISPA adalah infeksi saluran pernapasan atas maupun bawah akibat virus dan bakteri; polusi udara dapat memperparah gejalanya.
- Gejala umum meliputi batuk, bersin, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan lelah. Gejala berat seperti sesak atau pingsan memerlukan pertolongan rumah sakit.
- ISPA menular lewat droplet saat penderita batuk atau bersin. Anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit jantung, paru-paru, atau imun rendah lebih berisiko terkena.
Infeksi saluran pernapasan akut atau yang lebih dikenal dengan ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan. Baik itu saluran pernapasan bagian atas seperti sinus dan pita suara, maupun saluran pernapasan bagian bawah seperti paru-paru. ISPA sendiri disebabkan oleh virus dan bakteri.
Namun keberadaan polusi udara seperti asap kebakaran hutan dan hujan abu dari erupsi gunung berapi jelas dapat memperparah gejalanya. Dengan kondisi seperti ini, gak heran kalau banyak orang yang khawatir jika mereka akan ketularan. Namun apakah infeksi saluran pernapasan atau ISPA itu menular? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
1. Mengenal gejala ISPA

gambar orang yang sedang batuk (magnific.com/Benzoix) Infeksi saluran pernapasan akut merupakan salah satu penyakit yang diderita oleh banyak orang, terutama di musim kemarau dengan polusi udara yang sangat buruk akhir-akhir ini. Dilansir NHS Inform, gejala infeksi saluran pernapasan akut sendiri sebenarnya cukup umum, meliputi batuk terus-menerus, bersin, hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan berlebihan.
Normalnya, sebagian besar ISPA dapat sembuh dengan sendirinya setelah satu hingga dua minggu. Namun dalam banyak kasus serius, penderita ISPA juga mengalami sesak napas, demam di atas 39,5 derajat Celsius, mengi, kesulitan bernapas, muntah, napas tersengal-sengal, warna biru atau abu-abu di sekitar wajah, mulut, dan bibir, hingga pingsan. Jika kamu mengalami salah satu gejala ini, segeralah pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
2. Anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terkena ISPA

gambar anak-anak berdiri di depan kelas (unsplash.com/rawpixel.com) ISPA sebenarnya bisa menyerang siapa saja, mengingat virus dan bakteri gak pilih-pilih dalam mencari korban. Namun dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak jauh lebih berisiko terkena infeksi saluran pernapasan akut alias ISPA. Dilansir Healthline, berbeda dengan orang dewasa, anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rentan.
Selain itu, anak-anak juga sering melakukan kontak dengan anak lain, mudah menyentuh barang, dan kemudian menyentuh mata serta mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Alhasil, virus, bakteri, maupun kuman akan lebih mudah masuk. Gak hanya anak-anak, orang lanjut usia, orang dengan masalah jantung, penderita penyakit paru-paru, hingga mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah juga lebih berisiko terkena infeksi saluran pernapasan akut.
3. Apakah ISPA menular?

gambar orang yang sedang bersin-bersin (unsplash.com/stockking) Apakah infeksi saluran pernapasan akut menular? Nah, ini merupakan salah satu hal yang dikhawatirkan oleh banyak orang. Dilansir Teacher Retirement System of Texas, jawabannya ya, infeksi saluran pernapasan akut dapat menular dari satu orang ke orang lain. Umumnya penyakit ini menyebar lewat udara.
Jadi ketika seseorang yang terinfeksi virus dan bakteri penyebab ISPA bersin atau batuk tanpa menutup hidung, tetesan droplet yang mengandung virus dan bakteri akan menyebar di udara, lalu terhirup oleh orang lain. Untuk itu, jika kamu menderita infeksi saluran pernapasan akut, beristirahat di rumah merupakan opsi terbaik. Selain membantu tubuh untuk pulih, kamu juga mengurangi risiko penularan ke orang lain. Jika pun harus bepergian, selalu gunakan masker terutama saat berada di publik transportasi atau saat berada di antara banyak orang.
Infeksi saluran pernapasan akut umumnya bukan kondisi yang parah. Namun jika kamu memang memiliki riwayat penyakit paru-paru atau pernapasan lainnya, infeksi saluran pernapasan akut bisa jadi kondisi yang serius dan perlu penanganan dokter. Untuk mencegahnya, pastikan kamu menghindari rokok baik itu secara aktif maupun pasif, mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencuci tangan secara teratur, hingga menghindari kontak dengan orang sakit. Terakhir, kamu juga bisa menggunakan masker saat bepergian untuk mengurangi risiko terpapar virus dan bakteri di udara.
Referensi














![[QUIZ] Mau Tahu Jenis Kronotipe Tidur Kamu? Jawab 12 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20260822/gambar-artikel-90_62bcda34-1f45-442a-acf2-42109b179116.png)



