Karbohidrat olahan mi instan dapat memicu lonjakan gula darah setelah makan. Studi menunjukkan kadar glukosa darah meningkat signifikan sekitar 30 menit setelah makan mi instan dibanding makanan standar.
Setelah lonjakan ini, tubuh melepaskan hormon insulin untuk menurunkan kadar gula darah. Proses tersebut dapat menyebabkan penurunan gula darah yang relatif cepat, sehingga memicu rasa lapar kembali dalam waktu singkat.
Fenomena ini sering disebut sebagai spike and crash, yaitu:
Gula darah naik cepat setelah makan.
Insulin meningkat.
Gula darah turun kembali.
Otak memicu sinyal lapar.
Kondisi ini juga dapat meningkatkan kecenderungan makan berlebih (overeating) karena rasa kenyang tidak bertahan lama.
Meski menjadi comfort food banyak orang, tetapi mi instan bukanlah jenis makanan yang memberi rasa kenyang yang bertahan lama. Kombinasi karbohidrat olahan yang tinggi, protein yang rendah, serta minim serat dapat memicu lonjakan gula darah yang diikuti penurunan cepat, sehingga tubuh kembali mengirimkan sinyal lapar tak lama kemudian.
Karena itu, jika mau tetap makan mi instan, sebaiknya lengkapi dengan sumber protein dan sayuran agar komposisi gizinya lebih seimbang dan rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.
Referensi
"Glycemic Index for Instant noodles (Mr Noodle, Vancouver, Canada)". Diet & Fitness Today. Diakses Maret 2026.
"Instant noodles". Glycemic Index Guide. Diakses Maret 2026.
"Are Instant Ramen Noodles Bad for You, or Good?". Healthline. Diakses Maret 2026.
Jang, Eunji, Jeunghyun Lee, Sukyeong Lee, and Mi-Hyun Kim. “Short-Term Effect of Convenience Meal Intake on Glycemic Response and Satiety among Healthy College Students in South Korea.” Clinical Nutrition Research 6, no. 3 (January 1, 2017): 215.