Faktor psikologis juga berperan. Kemacetan panjang, keramaian terminal atau stasiun, serta perjalanan yang tidak nyaman bisa membuat tubuh tegang.
Stres dapat menyebabkan otot tanpa sadar berkontraksi dalam waktu lama, terutama di area leher dan bahu. Akibatnya, rasa pegal menjadi lebih terasa setelah perjalanan.
Pegal-pegal saat mudik biasanya terjadi karena kombinasi beberapa faktor, seperti duduk terlalu lama, kurang minum, kurang tidur, pola makan yang kurang sehat, serta stres selama perjalanan. Kondisi ini sebenarnya normal terjadi pada perjalanan jauh, terutama jika tubuh jarang bergerak dalam waktu lama.
Karena itu, saat mudik disarankan untuk sesekali berdiri atau melakukan peregangan, minum cukup air, serta menjaga waktu istirahat agar tubuh tetap bugar selama perjalanan.
Referensi
"Revealing Five Factors of Fatigue During Mudik, IPB University Lecturer Offers Anti-Aging Medicine Approach Solutions". IPB University. Diakses Maret 2026.
Nitta, Asami, Mitsuhiro Aoki, Kumiko Okino, Masahiro Yamane, Yoshiaki Kataoka, and Chikashi Kohmura. “Time-dependent Changes in the Stiffness of the Neck Extensor Muscles With Prolonged Sitting and the Effect of Exercise.” Journal of Back and Musculoskeletal Rehabilitation 38, no. 2 (December 11, 2024): 241–52.
"Why Jet-Setters Pack Tart Cherry & More Travel Tips for Muscle Soreness". For Wellness. Diakses Maret 2026.
"How to Avoid Pain While Traveling: Pain Management Strategies". Treating pain. Diakses Maret 2026.