Perbedaan distribusi lemak antara laki-laki dan perempuan sudah lama diamati.
Secara umum, perempuan pramenopause cenderung lebih banyak menyimpan lemak di area pinggul dan paha, sedangkan laki-laki lebih cenderung menyimpan lemak di area perut.
Sebuah tinjauan dalam jurnal Biology of Sex Differences menjelaskan bahwa perempuan memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi, tetapi pola penyimpanannya lebih banyak di pinggul dan paha. Pola ini relatif lebih protektif terhadap penyakit metabolik dibanding penumpukan lemak perut.
Pada laki-laki, penumpukan lemak perut dipengaruhi banyak faktor, termasuk hormon seks, genetik, usia, pola makan, aktivitas fisik, dan cara tubuh menyimpan serta memproses lemak.
Sebuah artikel tinjauan dalam jurnal Frontiers in Physiology menjelaskan bahwa perbedaan jenis kelamin dalam pembentukan lemak viseral perut kemungkinan dipengaruhi oleh regulasi hormonal dan metabolisme lemak setelah makan.
Perut laki-laki sering membesar bukan cuma karena kurang melatih perut
Jadi, perut laki-laki lebih sering membesar bukan hanya karena “kurang sit-up”. Sit-up bisa melatih otot perut, tetapi tidak secara spesifik membakar lemak viseral. Yang lebih berpengaruh adalah keseimbangan energi, kualitas makan, aktivitas fisik harian, latihan teratur, tidur, stres, alkohol, dan kondisi metabolik.
Jadi, perut laki-laki lebih sering membesar bukan hanya karena kurang olahraga. Yang lebih berpengaruh adalah keseimbangan energi, kualitas makan, aktivitas fisik harian, latihan teratur, tidur, stres, alkohol, dan kondisi metabolik.