Meski istilah yang sering digunakan adalah “pasang behel”, tetapi perawatan ortodonti sebenarnya bisa melibatkan banyak alat. Selain kawat gigi cekat, dokter dapat menggunakan clear aligner, ekspander rahang, alat fungsional, elastik, atau kombinasi beberapa metode. Kasus dengan ketidakseimbangan tulang rahang yang berat bahkan dapat membutuhkan operasi bersama perawatan ortodonti.
Bukti juga menunjukkan maloklusi dapat berhubungan dengan kualitas hidup terkait kesehatan mulut, sementara sejumlah penelitian melaporkan perbaikan setelah terapi ortodonti. Namun, kualitas bukti mengenai manfaat kesehatan mulut secara keseluruhan masih bervariasi sehingga behel tidak seharusnya dianggap wajib hanya karena susunan gigi tidak sempurna.
Pemeriksaan ortodonti mempertimbangkan susunan gigi, hubungan gigitan, kondisi rahang, pertumbuhan pada anak, serta pemeriksaan penunjang jika diperlukan.
Jadi, kondisi yang membutuhkan behel bukan hanya gigi yang terlihat berantakan. Gigi berjejal, menonjol, gigitan yang tidak bertemu dengan baik, gigi impaksi, hingga masalah pertumbuhan rahang dapat menjadi alasan menjalani perawatan ortodonti. Namun, jenis dan kebutuhan terapinya tetap harus ditentukan secara individual.
Referensi
National Health Service, “Orthodontics,” diakses Agustus 2026.
American Association of Orthodontists, “Medically Necessary Orthodontic Care,” diakses Agustus 2026.
George P. Arraj, Giampiero Rossi-Fedele, and Esma J. Doğramacı, “The Association of Overjet Size and Traumatic Dental Injuries—A Systematic Review and Meta-analysis,” Dental Traumatology 35, nos. 4–5 (2019): 217–232, https://doi.org/10.1111/edt.12481.
“Does Early Orthodontic Treatment in Mixed Dentition Improve Long-Term Outcomes? A Systematic Review and Meta-Analysis,” 2025.
American Association of Orthodontists, “7 Common Types of Bite Problems and Their Orthodontic Solutions,” diakses Agustus 2026.
Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust, “Jaw or Chin Corrective Surgery (Orthognathic Surgery): Patient Information and Consent,” diakses Agustus 2026.
Antonio Mancini et al., “Evaluating the Success Rates and Effectiveness of Surgical and Orthodontic Interventions for Impacted Canines: A Systematic Review of Surgical and Orthodontic Interventions and a Case Series,” BMC Oral Health 25 (2025): 295, https://doi.org/10.1186/s12903-025-05635-w.
Luciana Gonçalves Ribeiro et al., “Impact of Malocclusion Treatments on Oral Health-Related Quality of Life: An Overview of Systematic Reviews,” Clinical Oral Investigations 27, no. 3 (2023): 907–932, https://doi.org/10.1007/s00784-022-04837-8.
Richard Macey, Badri Thiruvenkatachari, Kevin O’Brien, and Klaus B. S. L. Batista, “Do Malocclusion and Orthodontic Treatment Impact Oral Health? A Systematic Review and Meta-analysis,” American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics 157, no. 6 (2020): 738–744.e10, https://doi.org/10.1016/j.ajodo.2020.01.015.