Perpaduan kurma dan butter terasa manis dan gurih sekaligus mengenyangkan. Di balik rasanya, kombinasi ini juga menyimpan sejumlah manfaat untuk tubuh jika dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan. Berikut beberapa manfaat kurma butter untuk kesehatan:
Kurma mengandung sekitar 70% karbohidrat yang bisa menjadi sumber energi cepat untuk tubuh. Menariknya, ketika dipadukan dengan lemak dari butter, penyerapan gula ke dalam darah menjadi lebih lambat dan teratur. Hasilnya, kamu tidak hanya mendapatkan lonjakan energi sesaat, tapi pasokan tenaga yang stabil dan berkelanjutan untuk aktivitas sehari-hari sehingga tak bikin cepat lemas.
Tiga buah kurma, khususnya jenis medjool tanpa biji, mengandung sekitar 4,8 gram serat atau 13—19% kebutuhan serat harian. Serat ini membantu melancarkan buang air besar dan mendukung kesehatan mikrobioma usus dengan “memberi makan” bakteri baik di saluran cerna. Nah, konsumsinya secara rutin juga dikaitkan dengan frekuensi buang air besar yang lebih teratur sehingga bisa membantu mencegah sembelit.
Meski rasanya manis, kurma sebenarnya memiliki indeks glikemik (GI) yang rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis seperti gula rafinasi. Serat dalam kurma dan lemak sehat dari butter bekerja sama dalam memastikan gula dilepaskan secara perlahan ke aliran darah. Hal ini menjadikan kurma butter pilihan camilan aman untuk membantu mengelola risiko diabetes tipe 2 dan menjaga kesehatan jantung.
Butter berkualitas tinggi mengandung vitamin penting seperti vitamin A, D, E, dan K yang termasuk vitamin larut lemak. Artinya, tubuh membutuhkan lemak agar bisa menyerap vitamin-vitamin tersebut dengan optimal. Karena itu, lemak dalam butter justru membantu proses penyerapan nutrisi ini.