Menunaikan ibadah haji yang penuh haru sekaligus menguras tenaga. Selama beberapa minggu, jemaah berjalan jauh, menghadapi cuaca panas ekstrem, perubahan pola tidur, kerumunan jutaan orang, hingga risiko paparan berbagai penyakit menular.
Setelah tiba di Tanah Air, banyak jemaah dan keluarga kembali ke aktivitas harian. Padahal, pada beberapa orang, masa setelah haji bisa menjadi periode penting untuk memastikan tubuh pulih dan tidak membawa masalah kesehatan.
Tidak semua orang harus menjalani serangkaian tes medis yang rumit. Pemeriksaan yang dibutuhkan sangat bergantung pada usia, kondisi kesehatan sebelumnya, serta gejala yang muncul setelah pulang haji.
Haji termasuk salah satu kegiatan kerumunan massa terbesar di dunia. Dalam kondisi seperti ini, risiko penularan penyakit menular meningkat, terutama infeksi saluran pernapasan. Selain itu, aktivitas fisik yang berat dapat memperburuk penyakit kronis yang sudah dimiliki jemaah.
Tujuan pemeriksaan pascahaji bukan cuma mencari penyakit baru, tetapi juga memastikan kondisi tubuh kembali stabil.
Pemeriksaan apa saja yang sebaiknya dilakukan? Cek daftarnya di bawah ini.
