Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Melanoma Kuku: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan
ilustrasi subungual melanoma atau melanoma kuku (IDN Times/NRF)
  • Melanoma kuku adalah kanker kulit langka di bawah kuku yang muncul sebagai garis vertikal gelap dan tidak terkait paparan sinar matahari, namun bersifat agresif.
  • Penyebab utamanya berasal dari pertumbuhan abnormal sel melanosit di matriks kuku, dengan faktor risiko seperti usia lanjut, riwayat keluarga, dan etnis tertentu.
  • Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik hingga biopsi jaringan, sementara pengobatan mencakup pembedahan konservatif, radiasi bila menyebar, serta imunoterapi untuk meningkatkan efektivitas perawatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kuku yang berubah warna sering dikira disebabkan oleh benturan seperti tersandung atau infeksi. Namun, bisa jadi penyebab sesuatu yang lebih serius, seperti melanoma kuku.

Melanoma kuku atau melanoma subungual adalah kanker kulit di bawah kuku. Biasanya muncul sebagai garis vertikal gelap (dari atas ke bawah) pada kuku. Melanoma kuku jarang terjadi, tetapi serius. Jenis kanker kulit ini, yang disebut melanoma lentiginosa akral, adalah bentuk melanoma yang agresif.

Tidak seperti kanker kulit lainnya, melanoma kuku tidak terkait dengan paparan sinar matahari. Kemungkinan besar berkembang di jempol kaki, ibu jari, atau jari telunjuk.

Kanker kuku terjadi di matriks kuku. Matriks kuku adalah bagian dari bantalan kuku (jaringan merah muda di bawah kuku). Matriks ini membentang di bawah kulit dan mengandung saraf, pembuluh darah, dan jaringan limfatik.

Tidak seperti kanker lain yang dimulai di permukaan kulit, kanker kuku dimulai di sel yang disebut melanosit. Melanosit menghasilkan melanin dan memberi warna pada kulit. Ketika sel-sel ini diaktifkan, produksi melanin meningkat (disebut hiperpigmentasi) dan menciptakan garis vertikal yang muncul di bawah kuku. Mengenali melanoma kuku dapat membantumu mendapatkan perawatan sesegera mungkin.

1. Gejala

Gejala paling umum dari melanoma kuku adalah garis yang berubah warna yang muncul di kuku. Biasanya berwarna cokelat atau hitam dan membentang dari atas ke bawah (vertikal). Dalam beberapa kasus, garis tersebut dapat berbentuk tidak beraturan dan bertambah panjang serta lebarnya seiring waktu.

Jika kamu memiliki melanoma kuku, kuku mungkin:

  • Terbelah, retak, atau berubah bentuk.

  • Memiliki pigmentasi yang tidak teratur (perubahan warnanya tidak merata).

  • Membengkak atau meradang.

  • Terangkat dari bantalan kuku.

  • Mengembangkan ulkus, nodul, atau mulai berdarah.

  • Perubahan warna kulit di sekitar kuku (tanda Hutchinson).

Dalam beberapa kasus, perubahan warna kuku tidak terjadi. Itulah mengapa penting untuk memperhatikan apa pun yang terlihat berbeda atau tidak biasa pada kuku. Terutama jika kamu sebelumnya tidak pernah mengalami cedera atau kerusakan pada kuku.

2. Penyebab dan faktor risiko

Melanoma kuku biasanya disebabkan oleh jenis kanker yang disebut melanoma akral-lentiginosa. Saat jumlah sel melanosit yang diproduksi berlebihan, beberapa di antaranya dapat tumbuh secara abnormal, menyebabkan tumor atau merusak jaringan di sekitarnya.

Melanoma kuku biasanya dimulai di matriks kuku, yang terletak di pangkal kuku dan bertanggung jawab untuk membentuk pertumbuhan kuku baru.

Tidak seperti banyak melanoma lainnya, melanoma kuku biasanya tidak disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV). Penyebab paling umum adalah produksi melanin secara keseluruhan, trauma fisik atau kerusakan pada kuku, atau kondisi medis tertentu (seperti psoriasis kuku).

Selain itu, beberapa faktor berikut juga meningkatkan risiko terjadinya melanoma kuku:

  • Riwayat keluarga: Kamu lebih mungkin mengembangkan melanoma kuku jika memiliki kerabat tingkat pertama dengan jenis melanoma akral-lentiginosa apa pun.

  • Usia: Melanoma kuku paling sering didiagnosis pada orang berusia antara 50-70 tahun.

  • Etnis: Meskipun melanoma kuku memengaruhi semua ras secara cukup merata, penyakit ini mewakili persentase melanoma yang jauh lebih besar pada orang Afrika-Amerika, Asia, dan Hispanik.

3. Diagnosis 

ilustrasi biopsi (pexels.com/Artem Podrez)

Untuk mendiagnosis melanoma kuku, dokter dapat merekomendasikan berbagai tes dan prosedur skrining. Ini mungkin termasuk:

  • Pemeriksaan fisik kuku yang terkena oleh dokter kulit

  • Mengumpulkan informasi tentang riwayat medis pasien, termasuk faktor risiko melanoma kuku

  • Onychoscopy, yaitu istilah untuk pemeriksaan kuku menggunakan dermoskop, alat pembesar yang memungkinkan dokter untuk melihat kuku secara lebih detail

  • Biopsi kuku dan bantalan kuku, yang melibatkan pengangkatan kuku dan jaringan di bawahnya secara bedah, kemudian memeriksa jaringan ini di laboratorium untuk mencari tanda-tanda kanker

  • Biopsi kelenjar getah bening sentinel, yaitu prosedur yang dapat mengetahui apakah kanker telah menyebar ke sistem limfatik tubuh dengan mengambil sampel jaringan dari kelenjar getah bening.

4. Pengobatan 

Sebagian besar penderita melanoma kuku perlu menjalani prosedur pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terkena tumor, menghentikan pertumbuhan sel kanker, dan mencegah penyebaran kanker. Radiasi dan imunoterapi juga merupakan pilihan.

  • Pembedahan: Secara historis, dokter selalu merekomendasikan amputasi kuku yang terkena. Namun, baru-baru ini, dokter mulai melakukan pembedahan yang lebih konservatif yang hanya mengangkat area kanker dan mempertahankan lebih banyak kuku dan jari efektif pada beberapa kasus stadium awal.

  • Radiasi: Biasanya, radiasi dan kemoterapi tidak digunakan untuk mengobati melanoma kuku kecuali jika telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya atau bagian tubuh lainnya.

  • Imunoterapi: Untuk orang dengan stadium kanker tertentu, perawatan imunoterapi dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pembedahan dan mengurangi risiko melanoma kambuh. Obat imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik, mengidentifikasi dan menghancurkan sel kanker. Perawatan ini dapat diberikan sebelum atau setelah pembedahan.

5. Pencegahan

Tidak seperti melanoma kulit lainnya, membatasi paparan sinar UV tidak akan mengurangi risiko melanoma kuku karena jenis kanker ini tidak disebabkan oleh sinar UV. Kamu juga tidak dapat mencegah faktor risiko paling umum melanoma kuku, seperti riwayat keluarga, etnis, dan usia.

Satu-satunya faktor yang dapat dicegah yang meningkatkan risiko melanoma kuku adalah cedera atau trauma pada kuku. Meskipun ini tidak selalu dapat dihindari, kamu dapat mengurangi risiko cedera kuku dengan:

  • Menjaga kuku tetap rapi, bersih, dan kering untuk mencegah infeksi.

  • Mengenakan alas kaki dan sarung tangan pelindung selama aktivitas fisik, seperti olahraga dan pekerjaan manual.

  • Mengenakan sepatu yang pas dan mendukung.

  • Menghindari menggigit atau mencabut kuku.

  • Menghindari memotong kutikula selama manikur atau pedikur.

Mengetahui tanda-tanda melanoma kuku adalah hal terbaik yang dapat kamu lakukan untuk jenis kanker kulit ini. Hubungi penyedia layanan kesehatan jika kamu melihat garis gelap atau perubahan lain pada kuku. Kebanyakan orang pulih ketika melanoma didiagnosis dan ditangani sejak dini.

Referensi

City of Hope. "Subungual Melanoma." Diakses pada Mei 2026.

Cleveland Clinic. "Subungual Melanoma." Diakses pada Mei 2026.

Health. "What Exactly is Nail Melanoma and How Can You Spot It?" Diakses pada Mei 2026.

Editorial Team