Umumnya, cold diuresis merupakan respons normal tubuh terhadap suhu rendah dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Meski begitu, lebih sering buang air kecil berarti tubuh juga dapat kehilangan lebih banyak cairan.
Karena itu, jangan sengaja mengurangi minum hanya karena cuaca sedang dingin. Tubuh tetap butuh cairan meskipun kita tidak merasa banyak berkeringat.
Jika frekuensi buang air kecil terasa sangat berlebihan, terus terjadi meski tidak sedang kedinginan, atau disertai rasa nyeri, urine berdarah, rasa haus berlebihan, maupun gejala lain yang tidak biasa, sebaiknya periksakan ke dokter. Keluhan tersebut bisa saja berkaitan dengan kondisi lain yang tidak berhubungan dengan suhu.
Jadi, lebih sering buang air kecil saat kedinginan adalah salah satu cara tubuh menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu. Ketika pembuluh darah menyempit dan aliran darah bergeser ke bagian inti tubuh, ginjal menerima sinyal untuk membuang lebih banyak cairan. Ditambah berkurangnya keringat dan perubahan hormon pengatur air, tak heran jika toilet terasa lebih sering menjadi tujuan saat udara dingin.
Referensi
Call On Doc. Diakses pada Agustus 2026. "Cold Diuresis: Why You Pee More in Cold Weather."
Huffpost Wellness. Diakses pada Agustus 2026. "So That's Why You Have To Pee More Often When It's Cold Outside."
Science Insight. Diakses pada Agustus 2026. "What Is Cold Diuresis and Why Does It Happen?"
The Conversation. Diakses pada Agustus 2026. "Why do I Need to Pee More in the Cold?"
The Urology Group. Diakses pada Agustus 2026. "Urology Shivers: Why Cooler Temps Lead to Certain Urinary Conditions."