Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Kamu Lebih Sering Buang Air Kecil saat Kedinginan?
ilustrasi kebelet buang air kecil (vecteezy.com/Suriyawut Suriya)
  • Suhu dingin memicu vasokonstriksi perifer, mengalihkan lebih banyak darah ke pusat tubuh dan meningkatkan tekanan pada ginjal, sehingga ginjal menyaring serta membuang lebih banyak cairan sebagai urine.

  • Paparan dingin dapat memengaruhi hormon ADH dan aktivitas aquaporin-2 di ginjal, mengurangi penyerapan kembali air sehingga volume urine yang dikeluarkan meningkat.

  • Cold diuresis umumnya normal, tetapi tetap perlu minum cukup; periksa ke dokter bila sering buang air kecil berlebihan, menetap saat tidak dingin, atau disertai nyeri, darah, maupun gejala tidak biasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa lebih sering bolak-balik ke toilet saat cuaca sedang dingin? Ini bukan kebetulan. Tubuh memang dapat memproduksi lebih banyak urine ketika terpapar suhu rendah. Kondisi ini dikenal sebagai cold diuresis atau diuresis akibat dingin.

Mengapa suhu dingin bisa membuat kita lebih sering buang air kecil? Ada beberapa perubahan yang terjadi di dalam tubuh, mulai dari penyempitan pembuluh darah hingga perubahan cara ginjal mengatur cairan.

1. Apa itu cold diuresis?

Saat tubuh berada di lingkungan dingin, salah satu prioritas utama tubuh adalah menjaga suhu inti agar tetap stabil. Untuk mengurangi kehilangan panas, pembuluh darah di kulit dan bagian tubuh yang berada di luar akan menyempit. Proses ini disebut vasokonstriksi perifer.

Akibatnya, sebagian darah yang sebelumnya mengalir lebih banyak ke permukaan tubuh akan dialihkan menuju bagian tubuh yang lebih dalam. Volume darah di area pusat tubuh pun meningkat.

Perubahan tersebut turut meningkatkan tekanan dan volume darah yang diterima ginjal. Ginjal kemudian merespons dengan menyaring lebih banyak cairan dan membuang sebagian kelebihannya dalam bentuk urine. Inilah salah satu alasan utama mengapa kita lebih sering ingin buang air kecil ketika kedinginan.

2. Suhu dingin memengaruhi hormon pengatur cairan

Selain memengaruhi aliran darah, suhu dingin juga dapat mengubah kerja hormon yang mengatur keseimbangan cairan tubuh. Salah satunya adalah antidiuretic hormone (ADH) atau vasopresin. Hormon ini membantu ginjal mempertahankan air dengan meningkatkan penyerapan kembali air ke dalam tubuh.

Ketika paparan dingin memengaruhi pelepasan ADH, kemampuan ginjal untuk menahan air dapat berkurang. Akibatnya, lebih banyak air yang tetap berada di dalam urine dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Pada tingkat sel, proses ini juga berkaitan dengan aquaporin-2, yaitu saluran air yang terdapat pada bagian tertentu dari ginjal dan berperan penting dalam penyerapan kembali air. Perubahan aktivitas saluran tersebut dapat membuat lebih banyak air dikeluarkan melalui urine.

3. Saat dingin, tubuh juga lebih sedikit berkeringat

ilustrasi buang air kecil (magnific.com/jcomp)

Ada alasan lain yang cukup sederhana. Saat cuaca panas, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Sebaliknya, ketika suhu lingkungan rendah, produksi keringat biasanya menurun.

Artinya, tubuh kehilangan lebih sedikit air melalui kulit. Sebagian cairan yang tidak keluar sebagai keringat kemudian dapat dikeluarkan melalui urine. Itulah sebabnya rasa ingin buang air kecil bisa terasa lebih sering ketika berada di ruangan ber-AC, bepergian ke daerah dingin, atau berada di luar rumah saat suhu sedang rendah.

4. Kenapa dorongan buang air kecil bisa makin kuat?

Suhu dingin juga dapat memengaruhi sistem saraf dan otot. Ketika tubuh berusaha mempertahankan panas, otot-otot dapat menjadi lebih tegang. Kondisi ini pada sebagian orang dapat meningkatkan rasa tidak nyaman pada kandung kemih atau membuat dorongan untuk buang air kecil terasa lebih kuat.

Pada pria, suhu dingin juga dapat memengaruhi aktivitas sistem saraf yang mengatur saluran kemih dan otot di sekitar prostat. Hal ini berpotensi membuat proses pengosongan kandung kemih terasa kurang optimal sehingga keinginan untuk kembali buang air kecil muncul lebih cepat.

Namun, respons setiap orang terhadap suhu dingin tidak selalu sama. Ada orang yang hanya sedikit lebih sering buang air kecil, sementara orang lain mungkin merasakannya dengan lebih jelas.

5. Apakah sering buang air kecil saat dingin berbahaya?

Umumnya, cold diuresis merupakan respons normal tubuh terhadap suhu rendah dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Meski begitu, lebih sering buang air kecil berarti tubuh juga dapat kehilangan lebih banyak cairan.

Karena itu, jangan sengaja mengurangi minum hanya karena cuaca sedang dingin. Tubuh tetap butuh cairan meskipun kita tidak merasa banyak berkeringat.

Jika frekuensi buang air kecil terasa sangat berlebihan, terus terjadi meski tidak sedang kedinginan, atau disertai rasa nyeri, urine berdarah, rasa haus berlebihan, maupun gejala lain yang tidak biasa, sebaiknya periksakan ke dokter. Keluhan tersebut bisa saja berkaitan dengan kondisi lain yang tidak berhubungan dengan suhu.

Jadi, lebih sering buang air kecil saat kedinginan adalah salah satu cara tubuh menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu. Ketika pembuluh darah menyempit dan aliran darah bergeser ke bagian inti tubuh, ginjal menerima sinyal untuk membuang lebih banyak cairan. Ditambah berkurangnya keringat dan perubahan hormon pengatur air, tak heran jika toilet terasa lebih sering menjadi tujuan saat udara dingin.

Referensi

Call On Doc. Diakses pada Agustus 2026. "Cold Diuresis: Why You Pee More in Cold Weather."

Huffpost Wellness. Diakses pada Agustus 2026. "So That's Why You Have To Pee More Often When It's Cold Outside."

Science Insight. Diakses pada Agustus 2026. "What Is Cold Diuresis and Why Does It Happen?"

The Conversation. Diakses pada Agustus 2026. "Why do I Need to Pee More in the Cold?"

The Urology Group. Diakses pada Agustus 2026. "Urology Shivers: Why Cooler Temps Lead to Certain Urinary Conditions."

Curated For You

Editorial Team

Related Article