Jika kamu sering mengalami perut tidak nyaman setelah makan, cobalah memperlambat tempo makan dengan beberapa cara ini:
Kunyah setiap suapan sekitar 20–30 kali sebelum ditelan.
Letakkan sendok atau garpu sejenak di antara setiap suapan.
Ambil suapan dalam ukuran yang lebih kecil.
Hindari makan sambil bekerja, bermain HP, atau menonton agar lebih fokus.
Usahakan waktu makan setidaknya sekitar 20 menit sehingga tubuh memiliki kesempatan mengirimkan sinyal kenyang.
Kesimpulannya, makan terlalu cepat bukan hanya membuatmu lebih mudah makan berlebihan, tetapi juga dapat mengganggu proses pencernaan.
Kebiasaan ini menyebabkan lebih banyak udara tertelan, makanan kurang dikunyah, serta membuat lambung bekerja lebih keras. Akibatnya, perut bisa terasa begah, kembung, nyeri, hingga meningkatkan risiko gangguan pencernaan jika terus dilakukan.
Karena itu, luangkan waktu untuk makan dengan lebih perlahan dan nikmati setiap suapan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu pencernaan bekerja lebih optimal sekaligus membuatmu merasa kenyang dengan porsi yang lebih sesuai.
Referensi
Henry Ford Health. Diakses pada Agustus 2026. "Are You Eating Too Fast?"
Kim, M.-K., Ko, B. J., Kim, E.-Y., Han, B.-D., & Cho, K.-H. (2015). "Fast eating speed increases the risk of endoscopic erosive gastritis in Korean adults." Korean Journal of Family Medicine, 36(6), 300–304. https://doi.org/10.4082/kjfm.2015.36.6.300.
Northwestern Medicine. Diakses pada Agustus 2026. "Eating Too Fast Unhealthy?"
ScienceInsights. Diakses pada Agustus 2026. "What Happens If You Eat Too Fast?"
The Atlantic. Diakses pada Agustus 2026. "Eating Fast Is Bad for You—Right?"
The Conversation. Diakses pada Agustus 2026. "Eating Quickly Saves Time, but It Takes a Toll on Your Health – Here’s How."
Time. Diakses pada Agustus 2026. Is Eating Too Fast Hurting Your Health?