- Kesulitan bernapas: Apabila pneumonia yang dialami parah dapat mengalami kesulitan bernapas sehingga perlu perawatan di rumah sakit.
- Bakteremia: Bakteri yang ada di paru-paru masuk ke peredaran darah sehingga dapat menyebar ke organ lainnya.
- Penumpukan cairan di sekitar paru-paru: Pneumonia dapat menyebabkan penumpukan cairan di jaringan sekitar paru-paru.
- Abses paru: Ketika terbentuk kantung berisi nanah di dalam atau sekitar paru-paru.
Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Pneumonia?

Pneumonia termasuk penyakit yang terjadi pada paru-paru. Pneumonia dapat menginfeksi orang dewasa, anak-anak, hingga balita. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa pneumonia menyebabkan 14 persen dari total kematian pada balita pada tahun 2019.
Jika tidak segera terdiagnosis, pneumonia berisiko menimbulkan kondisi yang lebih berat. Lantas, mengapa seseorang bisa mengalami pneumonia?
1. Mengenal pneumonia

Pneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri, virus, atau jamur. Gejala yang ditimbulkan dapat berbeda-beda, mulai dari ringan sampai serius, tergantung usia, kondisi kesehatan, dan penyebab pneumonia.
Kondisi paling serius dapat dialami oleh bayi, anak-anak, orang tua berusia lebih dari 65 tahun, dan mereka yang memiliki masalah kesehatan atau sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Menurut WebMD, pneumonia dapat menimbulkan kantung udara di paru-paru terisi oleh nanah atau cairan. Akibatnya, penderitanya menjadi kesulitan bernapas karena berkurangnya oksigen di aliran darah.
2. Penyebab pneumonia

Dilansir Mayo Clinic, banyak jenis kuman yang dapat menyebabkan pneumonia. Penyebab pneumonia paling umum adalah bakteri dan virus yang ada di udara. Normalnya, tubuh mampu mencegah kuman menginfeksi paru-paru.
American Lung Association menjelaskan bahwa bakteri yang paling sering menyebabkan pneumonia yaitu Streptococcus pneumoniae.
Sementara itu, virus yang sering menyebabkan pneumonia pada orang dewasa yaitu SARS-CoV-2 atau virus penyebab COVID-19 hingga virus influenza.
Jamur juga dapat menyebabkan pneumonia. Ini lebih sering terjadi pada orang dengan penyakit kronis atau memiliki kekebalan tubuh yang melemah.
3. Mengapa seseorang bisa mengalami pneumonia?

Dilansir National Heart, Lung, and Blood Institute, tubuh akan menyaring kuman dari udara yang dihirup. Namun, kuman seperti bakteri, virus, atau jamur dapat masuk hingga ke paru-paru sehingga menyebabkan infeksi.
Ketika kuman masuk hingga ke paru-paru, maka sistem kekebalan tubuh akan melawan kuman tersebut. Sel kekebalan tubuh yang melawan kuman dapat menimbulkan inflamasi di kantung udara atau alveoli. Adanya peradangan membuat kantung udara terisi nanah dan cairan sehingga menimbulkan gejala pneumonia.
4. Pneumonia dapat diobati

Sebagian besar pneumonia dapat diobati dengan baik. American Lung Association menjelaskan, pengobatan pneumonia tergantung dari penyebab dan faktor lainnya. Tujuan pengobatan yaitu untuk menyembuhkan infeksi dan mencegah komplikasi. Oleh sebab itu, penting untuk mengikuti saran pengobatan yang diberikan hingga benar-benar pulih.
Menambahkan penjelasan dari WHO, rawat inap rumah sakit direkomendasikan hanya pada kasus pneumonia berat. Istirahat yang cukup dan memenuhi kebutuhan cairan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.
5. Komplikasi pneumonia

Beberapa orang yang berisiko tinggi dapat mengalami beberapa komplikasi, di antaranya:
Pada kondisi tertentu, kuman yang seharusnya disaring oleh tubuh dapat masuk hingga ke paru-paru sehingga menyebabkan infeksi. Ketika kuman masuk hingga ke paru-paru, maka sistem kekebalan tubuh akan melawan kuman tersebut sehingga menimbulkan peradangan. Peradangan tersebut membuat kantung udara terisi cairan sehingga menimbulkan gejala pneumonia.


![[QUIZ] Seberapa Kompetitif Kamu saat Olahraga?](https://image.idntimes.com/post/20260126/pexels-cottonbro-6777170_168af38b-3fde-4a52-ac56-c407148af78e.jpg)




![[QUIZ] Dari Cara Kamu Mengatasi Ngantuk Siang Hari, Ini Energi Tubuhmu](https://image.idntimes.com/post/20250601/17563-06da9cb21925c208b6c5f4982411b31d-3c7e799bb9d4cff38526d7e5344735d2.jpg)


![[QUIZ] Dari Cara Kamu Ngopi, Ini Kondisi Mental Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251230/pexels-fauxels-3184347_2f9b9a43-7640-4f41-b281-80a38de4270a.jpg)





![[QUIZ] Cek Sejago Apa Kamu Mendeteksi Perilaku Toksik](https://image.idntimes.com/post/20250807/2140_7c827be3-dd3a-4163-ac65-7266114075a1.jpg)
![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Gaya Main Partner Padel Kamu Berdasarkan Zodiak](https://image.idntimes.com/post/20251031/upload_b042ee2cc937d4e0a40ff0426b5b810a_300e7cc9-fbf3-4990-9a14-88e39f9bd940.jpg)
