"Short-term dietary changes can result in mucosal and systemic immune depression". Nature Immunology (2023). Diakses pada April 2026.
"Fast food fever: reviewing the impacts of the Western diet on immunity". Nutrition Journal (2014). Diakses pada April 2026.
"Effects of Regular Physical Activity on the Immune System, Vaccination and Risk of Community-Acquired Infectious Disease in the General Population: Systematic Review and Meta-Analysis". Sports Medicine (2021). Diakses pada April 2026.
"Psychological Stress and the Human Immune System: A Meta-Analytic Study of 30 Years of Inquiry". Psychological Bulletin (2004). Diakses pada April 2026.
"Psychological Stress and Susceptibility to the Common Cold". New England Journal of Medicine (1991). Diakses pada April 2026.
Kenapa Banyak Orang Jatuh Sakit setelah Libur Lebaran?
- Perubahan pola makan drastis setelah Lebaran, dari puasa ke konsumsi berlebih, dapat menurunkan sistem imun sementara dan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
- Penurunan aktivitas fisik selama liburan menyebabkan sistem pertahanan tubuh melemah, sehingga risiko terkena infeksi meningkat saat kembali ke rutinitas.
- Stres dan perubahan ritme pasca-Lebaran memengaruhi kesehatan mental serta daya tahan tubuh, membuat banyak orang merasa tidak fit atau jatuh sakit setelah liburan.
Setelah Lebaran, banyak orang tiba-tiba sakit atau tidak enak badan seperti flu dan demam. Kondisi ini tentu sangat mengganggu, terlebih bagi seseorang yang harus kembali bekerja setelah libur Lebaran usai. Keluhan yang muncul pun beragam, mulai dari badan terasa lemas, kepala pusing, hingga tenggorokan tidak nyaman.
Tak bisa dimungkiri, situasi tersebut bikin aktivitas harian jadi kurang optimal. Banyak orang yang merasa kaget karena sebelumnya tubuh mereka terasa baik-baik saja selama masa liburan. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh setelah melalui momen Lebaran? Benarkah ada kaitannya dengan perubahan pola makan? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!
1. Perubahan pola makan

Hal pertama yang paling mungkin menjadi faktor penyebab sakit setelah Lebaran adalah perubahan pola makan. Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Nature Immunology tahun 2023 menunjukkan bahwa perubahan pola makan dalam waktu singkat, seperti peralihan dari pola puasa ke konsumsi makanan berlebih saat Lebaran, dapat menurunkan sistem imun secara sementara. Kondisi ini membuat tubuh yang masih beradaptasi jadi lebih rentan, sehingga lebih mudah sakit atau merasa tidak enak badan.
Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan di Nutrition Journal tahun 2014 juga menemukan bahwa pola makan tinggi lemak dan gula setelah Lebaran bisa memicu peradangan dan melemahkan respons imun. Kondisi ini bikin tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan, apalagi setelah periode makan berlebihan. Jadi, tidak heran apabila setelah Lebaran banyak orang merasa tidak fit atau gampang sakit.
2. Penurunan aktivitas fisik

Penurunan aktivitas fisik selama libur Lebaran juga jadi salah satu faktor yang tidak disadari. Selama Lebaran, rutinitas olahraga atau aktivitas harian cenderung berkurang karena lebih banyak dihabiskan untuk berkumpul dan beristirahat. Padahal, menurut studi yang terbit dalam jurnal Sports Medicine tahun 2021, aktivitas fisik rutin berperan penting dalam menjaga sistem imun tetap optimal.
Ketika aktivitas fisik menurun, sistem pertahanan tubuh juga ikut melemah dan kurang responsif terhadap infeksi. Studi tersebut bahkan menemukan bahwa orang yang aktif secara fisik memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit infeksi dibanding yang kurang aktif. So, meskipun sedang dalam suasana liburan, usahakan untuk tetap bergerak agar tubuh tidak rentan terkena infeksi setelahnya.
3. Stres dan kesehatan mental

Perubahan ritme setelah Lebaran juga bisa memicu stres, apalagi saat harus kembali ke rutinitas kerja atau aktivitas harian. Perasaan lelah, tekanan pekerjaan, hingga post-holiday blues sering kali muncul tanpa disadari. Faktanya, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Psychological Bulletin tahun 2004, stres psikologis bisa memengaruhi sistem imun manusia.
Bahkan, studi yang terbit di New England Journal of Medicine tahun 1991 juga menemukan bahwa orang dengan tingkat stres lebih tinggi cenderung lebih mudah terkena flu saat terpapar virus. Dalam jangka lebih panjang, stres juga bisa menurunkan efektivitas sel imun dalam melawan infeksi. Kondisi ini membuat tubuh jadi lebih rentan, sehingga setelah Lebaran banyak orang mulai merasa tidak fit atau jatuh sakit.
Post-holiday blues setelah Lebaran memang sering datang tanpa disadari dan bisa berdampak ke kondisi fisik maupun mental. Perubahan rutinitas yang tiba-tiba juga membuat tubuh butuh waktu untuk kembali beradaptasi. So, agar tubuh bisa kembali fit secara bertahap, jangan lupa periksa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut, ya!
Referensi




![[QUIZ] Dari Cara Kamu Mengatasi Ngantuk Siang Hari, Ini Energi Tubuhmu](https://image.idntimes.com/post/20250601/17563-06da9cb21925c208b6c5f4982411b31d-3c7e799bb9d4cff38526d7e5344735d2.jpg)


![[QUIZ] Dari Cara Kamu Ngopi, Ini Kondisi Mental Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251230/pexels-fauxels-3184347_2f9b9a43-7640-4f41-b281-80a38de4270a.jpg)





![[QUIZ] Cek Sejago Apa Kamu Mendeteksi Perilaku Toksik](https://image.idntimes.com/post/20250807/2140_7c827be3-dd3a-4163-ac65-7266114075a1.jpg)
![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Gaya Main Partner Padel Kamu Berdasarkan Zodiak](https://image.idntimes.com/post/20251031/upload_b042ee2cc937d4e0a40ff0426b5b810a_300e7cc9-fbf3-4990-9a14-88e39f9bd940.jpg)



