Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Makanan yang Bisa Mengandung Asam Domoat, Bukan Cuma Kerang!

4 min read
3 Makanan yang Bisa Mengandung Asam Domoat, Bukan Cuma Kerang!
ilustrasi kerang laut (pexels.com/Nadin Sh)
  • Asam domoat adalah toksin alami dari alga Pseudo-nitzschia yang masuk ke rantai makanan laut dan dapat memicu gangguan ingatan.
  • Kerang, remis, tiram, kepiting, dan lobster dapat mengakumulasi asam domoat; pada kepiting, racun terutama terkumpul di organ dalam.
  • Ikan seperti sarden dan teri juga dapat terpapar; keamanan hasil laut bergantung pada lokasi panen serta pemantauan resmi karena kontaminasi tidak terlihat dari tampilannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Asam domoat merupakan toksin alami yang dihasilkan oleh alga mikroskopis laut dari kelompok Pseudo-nitzschia. Racun ini kemudian dapat masuk ke rantai makanan ketika organisme laut memakan alga tersebut. Kerang-kerangan menjadi salah satu kelompok yang paling dikenal dapat mengakumulasi asam domoat karena sebagian besar memperoleh makanan dengan menyaring air laut.

Namun, racun yang bisa memicu gangguan ingatan ini tidak hanya ditemukan pada kerang. Beberapa jenis krustasea dan ikan juga diketahui dapat mengandung asam domoat setelah terpapar alga penghasil toksin tersebut. Lantas, makanan apa saja yang bisa mengandung asam domoat? Yuk, cari tahu di bawah ini!

  1. 1. Kerang, remis, dan tiram

    ilustrasi kerang laut
    ilustrasi kerang laut (pexels.com/iris lee)

    Kerang-kerangan merupakan kelompok makanan yang paling sering dikaitkan dengan kontaminasi asam domoat. Mengutip dari California Office of Environmental Health Hazard Assessment (OEHHA), beberapa jenis kerang yang dapat mengakumulasi racun ini antara lain razor clam, remis, scallop, dan tiram. Hewan-hewan tersebut merupakan penyaring makanan sehingga dapat menyerap alga mikroskopis dari air laut dan menumpuk toksinnya di dalam jaringan tubuh.

    Razor clam bahkan diketahui dapat mempertahankan asam domoat dalam tubuhnya lebih lama dibandingkan beberapa jenis kerang lainnya. Karena itu, kerang yang dipanen dari wilayah dengan ledakan populasi alga penghasil toksin dapat menjadi sumber paparan bagi manusia. Risiko tersebut menjadi alasan mengapa hasil laut dari wilayah tertentu perlu dipantau sebelum dikonsumsi.

  2. 2. Kepiting dan lobster

    ilustrasi lobster
    ilustrasi lobster (pexels.com/Labskiii)

    Asam domoat juga dapat ditemukan pada sejumlah hewan laut bercangkang keras seperti kepiting dan lobster. California Department of Public Health (CDPH) menyebut racun ini dapat terakumulasi sementara pada kepiting, lobster, kerang, serta berbagai jenis ikan dan hasil laut lainnya. Pada kepiting, asam domoat dapat terkumpul terutama pada bagian organ dalam atau viscera, sehingga bagian tersebut menjadi perhatian dalam pengawasan keamanan pangan.

    U.S. Food and Drug Administration (FDA) juga mencatat keberadaan asam domoat pada viscera beberapa jenis kepiting, termasuk Dungeness crab dan Tanner crab. Kontaminasi tersebut dapat menyebabkan wilayah penangkapan kepiting ditutup sementara apabila kadar racun melewati batas keamanan yang ditetapkan. Jadi, bukan hanya kerang yang perlu diperhatikan ketika membahas kontaminasi asam domoat pada makanan laut.

  3. 3. Ikan seperti sarden dan teri

    ilustrasi ikan sarden
    ilustrasi ikan sarden (pexels.com/Elle Hughes)

    Beberapa jenis ikan juga dapat mengandung asam domoat setelah memakan organisme laut yang telah terpapar toksin tersebut. FDA mencatat asam domoat pernah ditemukan pada sejumlah ikan, termasuk sarden dan teri, serta beberapa jenis ikan laut lainnya. Pada 2026, California Department of Public Health bahkan sempat mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak mengonsumsi sarden Pasifik dan teri utara yang ditangkap secara komersial dari wilayah perairan tertentu karena ditemukan kadar asam domoat yang berbahaya.

    Namun, keberadaan toksin pada ikan tidak berarti semua ikan dari spesies tersebut otomatis berbahaya untuk dikonsumsi. Tingkat kontaminasi bergantung pada lokasi, kondisi ledakan alga, serta bagian tubuh ikan yang mengakumulasi racun. Karena itu, informasi mengenai wilayah penangkapan dan hasil pemantauan keamanan pangan menjadi penting sebelum mengonsumsi hasil laut dari daerah yang mengalami harmful algal bloom.

    Asam domoat dapat masuk ke berbagai jenis makanan laut melalui rantai makanan, terutama ketika hewan laut memakan alga penghasil toksin. Kerang, krustasea, dan ikan tertentu termasuk kelompok yang pernah diketahui mengakumulasi racun tersebut. Karena kontaminasi tidak bisa dikenali hanya dari tampilan makanan, keamanan hasil laut sangat bergantung pada pemantauan dan informasi resmi dari wilayah tempat makanan tersebut dipanen. Jadi, tetap selektif dalam memilih makanan laut, ya!

    Referensi

    “Frequently Asked Questions About Domoic Acid in Seafood.” California Office of Environmental Health Hazard Assessment (OEHHA). Diakses September 2026.

    “Domoic Acid (a Marine Biotoxin) in Fish and Shellfish.” California Office of Environmental Health Hazard Assessment (OEHHA). Diakses September 2026.

    “Domoic Acid.” California Department of Public Health (CDPH). Diakses September 2026.

    “CDPH Warns the Public Not to Consume Pacific Sardines and Northern Anchovies Harvested from Central California Waters.” California Department of Public Health (CDPH). Diakses September 2026.

    “Fish and Fishery Products Hazards and Controls Guidance.” U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diakses September 2026.

    “Amnesic Shellfish Poisoning (ASP) from Domoic Acid.” Washington State Department of Health. Diakses September 2026.

    “West Coast/Alaska: Harmful Algal Blooms.” National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Diakses September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More