Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Tubuh Bisa Terasa Dingin saat Kurang Tidur?
ilustrasi kedinginan (pexels.com/Elvira Gibadullina)
  • Kurang tidur mengganggu hipotalamus dan sistem saraf otonom, sehingga tubuh kurang optimal menahan panas melalui penyempitan pembuluh darah dan terasa lebih dingin.
  • Jadwal tidur yang berantakan dapat mengacaukan ritme sirkadian serta menurunkan produksi panas metabolik, membuat tubuh lesu, lemas, dan kadang menggigil.
  • Kelelahan juga membuat sensasi dingin terasa lebih kuat; istirahat 7–9 jam dianjurkan, sementara rasa dingin menetap disertai gejala lain perlu diperiksakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kurang tidur biasanya identik dengan rasa lelah, mengantuk, sulit berkonsentrasi, atau suasana hati yang mudah berubah. Namun, ada satu hal lain yang mungkin dirasakan setelah begadang atau tidur tidak cukup, yaitu tubuh terasa lebih dingin dari biasanya.

Menariknya, kurang tidur dapat memengaruhi sistem tubuh yang bertugas mengatur suhu, sehingga tubuh menjadi lebih sulit mempertahankan kehangatan. Akibatnya, ruangan yang biasanya terasa nyaman bisa terasa lebih dingin setelah malam minim tidur.

1. Otak kesulitan mengatur suhu tubuh

Salah satu bagian otak yang berperan penting dalam mengatur suhu tubuh adalah hipotalamus. Bagian kecil di otak ini bekerja seperti termostat alami yang membantu menjaga suhu inti tubuh tetap berada dalam rentang yang sesuai.

Saat tidur cukup, suhu inti tubuh memang mengalami perubahan secara alami sebagai bagian dari ritme tidur dan bangun. Namun, ketika waktu tidur berkurang, proses pengaturan tersebut dapat ikut terganggu.

Kurang tidur juga dapat memengaruhi sistem saraf otonom, yaitu sistem yang mengatur berbagai fungsi tubuh tanpa kita sadari. Salah satunya adalah respons tubuh ketika menghadapi suhu dingin.

Dalam kondisi normal, tubuh dapat mempersempit pembuluh darah di dekat permukaan kulit untuk mengurangi panas yang keluar. Ketika mekanisme ini tidak bekerja secara optimal, panas tubuh lebih mudah hilang sehingga kita bisa merasa lebih dingin.

2. Ritme tubuh ikut berubah

Tubuh memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang mengatur berbagai fungsi, termasuk perubahan suhu tubuh sepanjang hari. Suhu inti tubuh biasanya lebih tinggi pada sore hingga malam hari, kemudian perlahan menurun ketika mendekati waktu tidur dan dini hari. Penurunan suhu tersebut merupakan bagian normal dari siklus tidur.

Masalahnya, kurang tidur dapat mengacaukan ritme tersebut. Ketika jadwal tidur berantakan atau seseorang harus terjaga lebih lama dari biasanya, perubahan suhu tubuh juga bisa menjadi kurang teratur.

Itulah sebabnya setelah begadang, sebagian orang bisa merasa menggigil atau kedinginan meskipun suhu ruangan sebenarnya tidak berubah. Tubuh sedang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan ritme internal tersebut.

3. Produksi panas tubuh bisa ikut menurun

ilustrasi kurang tidur dan merasa kedinginan (pexels.com/cottonbro studio)

Tubuh menghasilkan panas melalui berbagai proses metabolisme. Ketika tubuh mengalami kelelahan akibat kurang tidur, sejumlah proses fisiologis yang berkaitan dengan penggunaan energi dan metabolisme dapat ikut berubah.

Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa lebih lesu sekaligus kurang hangat. Ditambah dengan aktivitas fisik yang biasanya berkurang ketika seseorang mengantuk, produksi panas tubuh pun bisa terasa lebih rendah.

4. Rasa dingin bisa terasa lebih kuat

Kurang tidur juga dapat memengaruhi cara otak memproses berbagai sensasi dari tubuh. Ketika tubuh sedang kelelahan, kemampuan untuk memproses rangsangan dan menghadapi rasa tidak nyaman dapat berubah.

Akibatnya, sensasi dingin yang sebenarnya ringan bisa terasa lebih mengganggu. Suhu kamar yang kemarin terasa biasa saja, mungkin terasa jauh lebih dingin setelah kamu kurang tidur.

Perubahan persepsi ini dapat terjadi bersamaan dengan perubahan pengaturan suhu tubuh. Jadi, rasa dingin setelah begadang bisa merupakan gabungan antara perubahan fisiologis dan cara otak merasakan suhu.

5. Cara mengatasinya

Jika tubuh terasa dingin setelah kurang tidur, hal pertama yang perlu dilakukan tentu saja adalah memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan kembali ke pola tidur yang cukup.

Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Menjaga jadwal tidur dan bangun yang konsisten, membuat kamar tidur nyaman, serta mengurangi paparan layar menjelang tidur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.

Namun, jangan langsung menganggap rasa dingin selalu disebabkan oleh kurang tidur. Jika tubuh sering terasa dingin meskipun sudah tidur cukup, atau keluhan disertai gejala lain seperti kelelahan berkepanjangan, pusing, pucat, atau perubahan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya, sebaiknya temui dokter.

Jadi, tubuh terasa dingin saat kurang tidur akibat terganggunya pengaturan suhu tubuh, ritme sirkadian, metabolisme, hingga cara otak memproses sensasi dingin. Karena itu, setelah begadang tubuh bisa terasa lebih dingin, bahkan ketika suhu lingkungan sebenarnya tetap sama.

Tidur yang cukup bukan hanya penting untuk menghilangkan kantuk, tetapi juga membantu tubuh menjalankan berbagai sistemnya secara optimal.

Referensi

Biology Insights. Diakses pada September 2026. "Can a Lack of Sleep Make You Feel Cold?"

Biology Insights. Diakses pada September 2026. "Can You Get Chills From Being Tired?"

Science Insights. Diakses pada September 2026. "Why Do I Feel Cold and Tired? Causes and Fixes."

Ubie Health. Diakses pada September 2026. "Why Immune Suppression from Lack of Sleep Triggers Viral Flares."

Curated For You

Editorial Team

Related Article