Belakangan ini, berita soal kasus keracunan makanan massal mungkin cukup sering wara-wiri di linimasa kamu. Muncul pertanyaan, sebenarnya apa, sih, yang bikin makanan bisa jadi sumber penyakit seperti ini?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan keracunan makanan sebagai kondisi seseorang jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan yang sudah tercemar bakteri, virus, parasit, atau zat toksik lainnya. Dua "biang keladi" yang paling sering disebut dalam kasus-kasus semacam ini adalah bakteri Escherichia coli dan Salmonella.
Namun ternyata, bukan cuma dua bakteri itu yang patut diwaspadai. Ada satu lagi yang justru sudah ada di tubuh kita sehari-hari, yaitu Staphylococcus aureus. Bakteri ini lazim ditemukan di permukaan kulit manusia, tapi bisa menyebabkan keracunan jika berada di makanan. Lalu, seperti apa gejala keracunan akibat bakteri ini, dan bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak selengkapnya!
