Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta Asam Domoat, Racun yang Bisa Memicu Kejang dan Amnesia

Fakta Asam Domoat, Racun yang Bisa Memicu Kejang dan Amnesia
ilustrasi kerang hijau (magnific.com/rawpixel.com)
  • Asam domoat merupakan racun alami dari alga laut tertentu yang dapat mencemari makanan laut.

  • Keracunannya tergolong jarang, tetapi kasus berat dapat menyebabkan kejang dan gangguan ingatan berkepanjangan.

  • Memasak atau membekukan makanan tidak dapat diandalkan untuk menghilangkan racun ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada akhir 1987, sejumlah orang di Kanada mengalami gangguan pencernaan dan saraf setelah menyantap kerang. Bagi sebagian pasien, dampaknya tidak berhenti ketika sakit perut mereda. Kemampuan membentuk ingatan baru masih terganggu beberapa bulan kemudian. Penyelidikan mengaitkan kejadian ini dengan asam domoat dalam kerang yang mereka konsumsi.

Keracunan ini dikenal sebagai amnesic shellfish poisoning (ASP). Meski tergolong jarang, tetapi dampaknya bisa serius. Berikut fakta yang perlu diketahui.

  1. 1. Berasal dari alga laut, lalu masuk ke rantai makanan

    Asam domoat adalah racun alami yang dihasilkan oleh alga mikroskopis tertentu, terutama dari kelompok Pseudo-nitzschia.

    Kerang dapat mengakumulasi racun tersebut ketika menyaring makanan dari air. Manusia kemudian terpapar saat mengonsumsi makanan laut yang tercemar.

    Tidak cuma kerang, asam domoat juga pernah ditemukan pada kepiting dan sejumlah jenis ikan.

    Perlu digarisbawahi bahwa keberadaan racun pada suatu jenis hewan laut tidak berarti semua produk dari jenis tersebut tercemar.

  2. 2. Gejalanya bisa bermula dari saluran cerna

    Gejala pencernaan umumnya muncul dalam 24 jam setelah mengonsumsi makanan tercemar, berupa mual, muntah, diare, atau kram perut.

    Gangguan saraf dapat muncul dalam 48 jam, termasuk kebingungan dan gangguan ingatan.

    Pada kasus berat, kejang, koma, hingga kematian dapat terjadi.

    Namun, tidak semua orang yang terpapar mengalami amnesia atau kejang. Tingkat keparahan keracunan dapat berbeda, dan keluhan ringan bisa mereda dalam hitungan jam hingga hari.

  3. 3. Bukti gangguan ingatan pada manusia

    Ilustrasi pasien terbaring di ranjang rumah sakit dengan infus, menggambarkan perawatan akibat keracunan makanan.
    ilustrasi pasien dirawat di rumah sakit karena keracunan makanan (magnific.com/magnific)

    Penelitian dalam New England Journal of Medicine menelaah 14 pasien dengan gejala berat dalam kejadian di Kanada tersebut. Beberapa bulan kemudian, 12 pasien mengalami kesulitan berat membentuk ingatan baru, sementara kemampuan berpikir lainnya relatif terjaga.

    Pemeriksaan jaringan otak pada empat pasien lain yang meninggal menemukan kerusakan terutama pada hipokampus dan amigdala. Hipokampus merupakan bagian otak yang penting untuk pembentukan ingatan.

    Temuan tersebut menunjukkan bahwa dampaknya dapat melampaui kebingungan sementara saat sakit.

    Angka 12 dari 14 tersebut berasal dari kelompok pasien dengan gejala berat, sehingga tidak menggambarkan risiko amnesia pada semua orang yang terpapar.

  4. 4. Memasak hingga matang belum tentu menghilangkan racunnya

    Pemasakan atau pembekuan tidak menjamin asam domoat bisa dihilangkan.

    Racun laut ini juga tidak bisa dikenali hanya dari bau, rasa, atau warna makanan.

    Karena itu, makanan laut yang tampak segar dan sudah matang belum tentu bebas dari kontaminasi.

    Pencegahan bertumpu pada pengawasan sumber tangkapan dan pengujian produk. Konsumen perlu memperhatikan peringatan resmi tentang pencemaran atau penutupan area panen serta menghindari makanan laut dari lokasi yang dinyatakan tidak aman.

  5. 5. Diagnosis memerlukan penelusuran paparan dan pemeriksaan

    Kejang atau gangguan ingatan saja tidak cukup untuk menyimpulkan keracunan asam domoat. Dokter perlu menilai gejala, waktu kemunculannya, dan riwayat konsumsi makanan laut.

    Pemeriksaan laboratorium tertentu dapat mendeteksi asam domoat dalam urine maupun sampel makanan; ketersediaannya bergantung pada fasilitas.

    Belum ada penawar khusus untuk keracunan ini. Perawatan ditujukan untuk menangani gejala dan menjaga fungsi tubuh, dengan dukungan intensif pada kasus berat.

    Jika setelah makan muncul kejang, kebingungan, penurunan kesadaran, atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis dan sampaikan makanan yang dikonsumsi serta waktu munculnya keluhan.

    Referensi

    J. S. Teitelbaum et al., “Neurologic Sequelae of Domoic Acid Intoxication Due to the Ingestion of Contaminated Mussels,” New England Journal of Medicine 322, no. 25 (1990): 1781–87, https://doi.org/10.1056/NEJM199006213222505.

    Vernon E. Ansdell, “Food Poisoning from Marine Toxins,” dalam CDC Yellow Book, diakses September 2026.

    U.S. Food and Drug Administration, “Chapter 6: Natural Toxins,” dalam Fish and Fishery Products Hazards and Controls Guidance, diakses September 2026.

    BC Centre for Disease Control, “Amnesic Shellfish Poisoning,” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Testing Guidance for Illnesses Caused by Saltwater Harmful Algal Blooms,” diakses September 2026.

    Washington State Department of Health, “Amnesic Shellfish Poisoning (ASP) from Domoic Acid,” diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More