Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menkes: Partikel Udara Kebakaran Hutan Bisa Masuk Hingga Rongga Paru
ilustrasi berada di tengah kabut asap karhutla. (pexels.com/Vadim Braydov)
  • Menkes imbau warga terdampak karhutla memakai masker dan membatasi aktivitas luar ruangan karena PM2.5 dapat masuk hingga rongga paru serta meningkatkan risiko ISPA.

  • Paparan asap dapat memicu iritasi mata, tenggorokan gatal, sesak napas, dan memperburuk penyakit paru; kelompok rentan diminta memantau kualitas udara dan segera berobat bila gejala berat.

  • Kasus ISPA meningkat di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat; Kemenkes mengerahkan 314 tenaga kesehatan serta menyalurkan masker, oksigen, obat, dan logistik medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menggunakan masker karena kualitas udara yang memburuk dan saat aktivitas di luar ruangan terbatas.

Partikel yang dihasilkan dari asap karhutla berupa partikel halus PM2.5 berpotensi masuk ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko ISPA, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru.

"Karhutla banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," ujarnya, mengitip situs resmi Kemenkes.

Masker garis pertahanan pertama

Menkes Budi lebih dalam menjelaskan bahwa PM2.5—partikel udara yang dihasilkan dari pembakaran hutan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer—sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru. Paparannya kerap memicu keluhan medis berjenjang, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penyakit paru kronis.

Oleh sebab itu, masker adalah garis pertahanan pertama yang paling mudah diakses masyarakat ketika langit mulai kelabu tertutup asap. Selain itu, masyarakat juga disarankan memeriksa indeks kualitas udara secara rutin melalui berbagai aplikasi resmi. Pemantauan ini agar warga bisa mengambil keputusan yang tepat sebelum beraktivitas di luar rumah.

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala pernapasan ringan. Warga yang mulai mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, hingga iritasi mata berat diimbau segera mencari pertolongan medis ke puskesmas atau rumah sakit terdekat sebelum semakin memburuk.

Kemenkes kirim bantuan

Menteri Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat usai meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, (24/8/2026). (Dok. KLH)

Kemenkes mengerahkan 314 tenaga medis/tenaga kesehatan untuk mendistribusikan ratusan ribu bantuan logistik kesehatan ke wilayah terdampak karhutla.

Lonjakan kasus ISPA dilaporkan terjadi secara signifikan di sejumlah wilayah. Di Kalimantan Tengah, penyakit ini melonjak dari 402 kasus menjadi 716 kasus dalam waktu 1 minggu (78,1 persen), sementara Kalimantan Barat mencatat lebih dari 151 ribu kasus sejak Januari 2026, dengan lonjakan tertinggi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah. 

Tren serupa, yang juga disertai kasus asma dan iritasi, turut dilaporkan di Riau dan Kalimantan Selatan. Meski demikian, belum ada laporan korban jiwa akibat bencana asap ini.

Kemenkes telah memobilisasi sebanyak 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Kemenkes juga secara masif mendistribusikan perlengkapan medis dan obat-obatan. Secara keseluruhan logistik yang telah disalurkan meliputi 278.940 buah masker, 56 unit oxygen concentrator (OC), 40 buah face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoon), 36 tabung Oxycan, 8 set alat pelindung diri (APD), 33 dus Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta obat-obatan dan vitamin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article